PART 28.2 - DO YOU (REALLY) LOVE ME?

336K 19.8K 2.3K
                                        

"Aku juga ingin mencoba menggendong Vanilla, Sean." Daniel mengangkat kedua tangannya dan menampilkan wajah innocent.

"Langkahi dulu mayatku!" bentak Sean sambil berpaling memunggunginya. "Sudah kubilang sejak dulu buatlah anakmu sendiri. Yang ini anakku!"

"Dasar pelit." gerutu Daniel sambil menurunkan tangannya dengan gontai.

Budi dan Rayhan tertawa melihat interaksi antara Daniel dan Sean yang memang sudah lama bermusuhan sejak Sean menikah. Acara pesta ulang tahun Vanilla sudah berakhir karena hari sudah menjelang petang. Keluarga Valeria dan beberapa anak-anak yang diundang mereka sudah pulang dan hanya menyisakan beberapa anak-anak kecil teman Hayden yang berlarian di taman. Sean yang tidak suka keramaian dapat bernapas sedikit lega karenanya.

Vanilla memiringkan badan dan menengok Daniel dari balik tubuh ayahnya penuh rasa ingin tahu. Daniel tersenyum dan Vanilla langsung tertawa menampakkan kedua gigi depannya yang lebih besar dibanding gigi yang lain. Anak yang cantik dan ramah, mirip dengan ibunya.

Saat sedang terpana melihat kelucuan Vanilla, Rayhan merasa seseorang menarik-narik celananya. Ia menunduk dan menemukan Hayden di sana. Hayden mengulurkan tangan dan seperti biasa Rayhan langsung mengangkat dan menggendongnya. Perhatian Daniel langsung teralihkan.

"Hayden, bagaimana kabarmu?" Daniel ingin mencubit pipi Hayden tapi ia mengurungkan niatnya setelah Hayden menggeram galak sambil menggertakkan gigi.

"Hentikan itu, Niel! Hayden tidak suka dicium ataupun disentuh. Ia enggan diperlakukan seperti anak kecil. Aku tidak pernah melakukannya maka dari itu ia suka kugendong." sahut Rayhan bangga. Sejak kecil, satu-satunya orang asing yang disukai Hayden hanyalah Rayhan.

"Aku tidak heran darimana ia mewarisi kesombongan itu." Daniel mengedikkan bahu lalu menghela napas. "Kurasa aku tidak memiliki bakat untuk disukai anak-anak, Re."

"Mungkin kau perlu melaksanakan usul Sean." Rayhan tertawa mengejek.

"Bukankah itu sopir dan tukang kebunmu, Niel?" Budi menunjuk ke arah pintu masuk. Rayhan menoleh dan melihat dua orang berjas serta berkacamata hitam memasuki ruangan sambil menggotong sesuatu.

"Untuk apa mereka berdandan seperti itu, Niel. Dan apa yang mereka bawa? Sepertinya mereka membawa..." Rayhan memicingkan mata melihat sesuatu yang digotong oleh kedua pekerja Daniel itu ternyata meronta-ronta dan memiliki kaki. "Niel...jangan katakan kalau yang mereka bawa itu adalah manusia."

"Itu hanya Angela, Re."

Rayhan serasa tak percaya mendengarnya. "Shit!! Kau menculik Angela?!"

"Angela?!" Budi mengernyit dan menoleh.

"Kau tidak tahu bagaimana Angela! Kau akan mati, Niel!!" tambah Rayhan dengan nada penuh kecemasan.

"Seburuk itukah?"

"Aku juga bersumpah akan membunuhmu jika kau sampai membuatku terlibat perkara kriminal! Kau menculik orang dan membawanya ke rumahku!!" Sean yang ternyata sudah ada di sebelahnya ikut menimpali perkataan Rayhan. Daniel meringis.

"Apa-apaan ini?" Valeria mendekati mereka dengan cemas setelah melihat kejadian itu. "Siapa mereka? Kenapa mereka memba..."

"Arrrgggh!!!"

Ucapan Valeria terhenti karena mendengar teriakan kesakitan pria. Mereka semua menoleh dan mendapati seorang gadis dengan rambut acak-acakan dan kotor melepas karung goni dengan jijik dari atas kepalanya. Kedua pria yang membawanya sudah tumbang di kaki gadis itu sambil memegangi selangkangan masing-masing. Angela menendang mereka tadi. Daniel menelan ludah menyaksikannya.

(END) RAYHAN AND ANGELA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang