You're Weird

72.3K 3.2K 64
                                        

Sherley terus berlari tak mempedulikan para murid yang sedang menatapnya dengan tatapan aneh. Pandangan seperti itu sudah lama menjadi makanannya sehari-hari. Menurut orang, tingkahnya memang sangat aneh. Jangan kira ia tidak tahu perkataan guru-guru yang lain tentangnya saat di ruang guru tadi.

Dia segera memasuki ruangan itu tanpa mempedulikan tata krama yang berlaku. Ia hanya tidak ingin semakin terlambat dan mempermalukan dirinya sendiri di depan pria itu.

"Sherley is here," teriak Sherley sambil mencari sosok yang ia harap tidak akan pernah ia lihat lagi. Dia memutuskan untuk masuk dan mencari keberadaan pria itu. Senyumnya mengembang saat dapat menemukan sosok itu yang sedang berbaring di atas sofa.

"Bapak, saya udah di sini," ucap Sherley setengah berteriak. Tapi William sama sekali tidak berkutik, dia tetap diam pada posisi yang sama.

"Ihh, bapak tega deh! Saya kok dianggurin kaya anak telantar aja," ucap Sherley berpura-pura sedih.

Willam sama sekali tidak merespon perkataan Sherley. Sherley menghela napas frustasi, dia mengutuki dirinya sendiri yang sudah berlari-larian hanya untuk menemui orang yang sedang tidur siang dengan nyenyak.

"Ya sudah, Sherley cantik manis nan imut minggat dulu ya. Bapak, jangan kangen ya sama saya," ucap Sherley sambil membalikkan tubuhnya.

Namun tiba-tiba tangannya ditarik dan saat ini ia malah berbaring di samping William. William memeluk Sherley erat seolah jika sedikit saja lengah, Sherley akan terjatuh ke dalam jurang yang dalam.

"Kok bapak meluk-meluk saya? Bapak kira saya guling apa? Saya kan kurus. Jangan-jangan karna mie itik tadi.. Huaaaa.. Mama, anakmu ini sudah berubah jadi gendut," teriak Sherley berharap William bisa segera bangun.

"Nggak, jangan.. jangan pergi ke sana.. Aku mohon dengarkan aku dulu," gumam William sambil mempererat pelukannya membuat Sherley merasa sesak.

"Aduh bapak, kalau mau ngebuat anak orang sesak napas ijin dulu dong sama orang tua saya. Kan kalau gini jadi ga berkah," ujar Sherley sambil berusaha melepaskan diri.

"Tidakk!!!" William tiba-tiba mendorong tubuh Sherley sehingga wanita malang itu terjatuh.

William berusaha menormalkan degupan jantungnya. Peluh bercucuran mengiringi aliran kesedihan mendalam dari relung jiwanya.

"Aduh, Bapak. Kalau mau jadi petinju bilang aja, tapi ga usah dorong saya juga kali," gerutu Sherley sambil memijat tangannya yang terasa nyeri.

William merasa terkejut saat melihat sosok Sherley sedang duduk di bawah dan menatapnya dengan kesal.

"Kamu.. kenapa kamu bisa ada di sini? Siapa yang memberi kamu ijin untuk masuk? Terus kenapa kamu duduk di bawah?"

"Aduh bapak, emang bapak kira saya opera kotor apa yang bisa jawab semua pertanyaan bapak sekaligus," geram Sherley sambil bangkit berdiri.

"Operator, Ibu Sherley. Bukan opera kotor. Ya sudah, jadi kenapa kamu bisa berada di sini?"

"Demi suami saya Einstein, saya ini belum jadi ibu-ibu. Bapak sendiri yang nyuruh saya ke sini jam 1," jawab Sherley membela dirinya.

"Demi istri saya dorami, saya juga belum jadi bapak-bapak. Oh iya, saya baru ingat, lalu kenapa kamu duduk di lantai?" balas William.

"Wah bapake penggemar doraemon ya?? Sama dong saya juga!! Bapak mau tau aja atau mau tau banget?"

"Saya gak nanya. Cepet jawab atau saya tendang sampai ke langit," ucap William membuat Sherley terkikik geli.

"Mau dong pak, siapa tau kalau sampai langit ke tujuh, saya bisa jadi biri-biri," jawab Sherley dengan mata berbinar.

Teacher In LOVE [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang