Nightmare

40.6K 2K 18
                                        

Sherley terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Senyum yang biasa terukir di wajahnya saat ini memudar dan digantikan oleh bibir yang menggigil karna rasa takut.

Dia terus bersembunyi di balik selimutnya, berusaha menghindari kegelapan malam yang mengingatkannya pada peristiwa buruk itu. Peristiwa yang terus menghantarkan kegelisahan dalam hidupnya. Bahkan Sherley tidak mampu bernapas lega saat mengingat semua kejadian itu.

"Pria itu tertembak," gumamnya sambil menjenggut rambutnya frustasi. Bayangan saat sebuah peluru menembus perut pria itu sehingga darah segar memuncrat dari tubuhnya membuat Sherley gemetar.

"Mereka terluka.. Papa dan mama tertembak.. Mereka telah direnggut paksa dariku," isak Sherley sambil memukul dadanya yang terasa sesak.

"Sherley," panggil seseorang sambil menyingkapkan selimut yang membungkus tubuh Sherley. "Enggak aku mohon jangan bunuh aku, jangan.. Aku mohon berhenti menyiksaku," isak Sherley sambil menggenggam erat selimutnya.

Kegelapan malam membuat ia tidak dapat mengenali orang yang berada di sampingnya itu. "Aku akan melindungimu Sherley.. Bukankah aku malaikat pelindungmu?" Balas orang itu sambil menghapus air mata yang menghiasi wajah Sherley.

"Aku takut.. Aku takut orang itu datang kembali," isak Sherley tersedu-sedu. Pria itu langsung merengkuh Sherley ke dalam pelukannya. Sherley menyandarkan kepalanya pada dada bidang itu, tempat teraman yang membuat dia merasa tenang. Kehangatan langsung menjalar memenuhi tubuh Sherley.

"Kenapa dia sangat membenciku?" Gumam Sherley sendu. "Kenapa dia mengambil semuanya dariku?" Lanjutnya.

Pria itu terus mengelus punggung Sherley. "Apa salahku malaikat? Apa setelah ini aku yang akan terbunuh olehnya?" Tanya Sherley gelisah.

"Kamu tidak akan terluka Sherkey, selama ada aku di sisimu," jawab pria itu. "Tolong jangan pergi malaikat.. Aku takut, aku takut menghadapi segalanya," racau Sherley tidak jelas namun masih mampu terdengar oleh pria itu. Tak lama kemudian terdengar hembusan napas teratur dari wanita itu.

Pria itu tersenyum lalu membaringkan kembali tubuh Sherley. Dia menyingkirkan anak-anak rambut yang menghalangi wajah Sherley dan mencium kening gadis itu singkat. Tak lupa ia kembali menyelimuti Sherley dengan selimut.

"Aku tidak akan pergi selama kamu menginginkan hal itu Sherley," ujar pria itu sambil mengelus rambut Sherley. "Aku tidak akan membiarkan orang itu mengganggu kamu lagi," lanjutnya dengan rahang mengeras.

*****
Hari telah berganti. Sang surya kembali muncul menyinari bumi dengan cahayanya yang indah. Darvin berjalan gontai menaikki anak tangga satu persatu. Pada tangan kanannya sudah terdapat sebuah amplop berisi sepucuk surat. Surat yang diberikan oleh seseorang yang sangat berarti bagi dirinya.

Untuk seseorang yang tak pernah mengaggapku ada,

Maaf telah membuat hidupmu terasa sulit Darvin. Aku sadar selama ini semua perasaan cintamu padaku hanyalah sebuah keterpaksaan. Betapa bodohnya aku tak mampu mengerti perasaanmu. Tapi aku tak bisa membohongi diriku sendiri Darvin, aku mencintaimu.. Sejak pertama kali kita bertemu karena suatu ketidaksengajaan.. Saat itu aku sudah memberikan hatiku untukmu.. Dan setelah aku mengetahui semua kenyataan ini, aku sadar kalau sampai kapanpun aku tak akan pernah bisa memilikimu Darvin.. Oleh sebab itu, aku memutuskan untuk pergi.. Menjauh darimu dan segala kenangan indah kita berdua.. Aku ingin terbebas dari rasa cinta yang mengikatku.. Hiduplah bahagia Darvin.. Jangan pikirkan aku, aku hanyalah masa lalumu yang tak memiliki arti apapun untukmu.

Selalu mencintaimu,

Sylvia

Begitulah kira-kira isi surat yang mampu menjungkir-balikkan kehidupan seorang Darvin.

Teacher In LOVE [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang