My Happiness (Extra Part)

85.5K 2.1K 118
                                        

9 bulan kemudian...

"William," panggil Sherley sambil mengguncang-guncangkan tubuh William. "Ada apa sayang?" Tanya William dengan suara seraknya.

"Aku haus, tolong ambilkan minum ya?" Pinta Sherley. "Iya, tunggu sebentar ya," ucap William sambil mencium kening Sherley dan melangkah gontai menuju dapur. Matanya terasa begitu berat, namun ia tidak mungkin tidak memenuhi permintaan istri tercintanya itu.

Terlebih saat hamil, Sherley bertingkah begitu manja kepada William. Wanita itu begitu sering memeluknya bahkan menciumnya sekalipun di depan umum. William tersenyum membayangkan semua hal yang sudah mereka lalui selama 9 bulan ini. Bukan 9 bulan yang mudah, namun istimewa.

Siapa yang sangka kalau kedua manusia yang tadinya selalu berselisih kini dapat saling mencintai dan memahami satu sama lain. Tapi hal inilah yang terjadi pada kisah cinta William dan Sherley.

William mengambil sebuah mug dan mengisinya dengan air mineral. Ia segera berjalan kembali ke kamarnya. William mendekat ke arah tempat tidur dimana wanita itu sedang menatap ke langit-langit.

"Ini minumnya," ucap William sambil membantu Sherley untuk duduk. Namun wanita itu hanya diam sambil menatap gelas itu dengan mata berkaca-kaca.

"Ada apa sayang?" Tanya William sambil merapikan anak rambut Sherley. "Aku gak mau minum air putih," ucap Sherley.

"Aku mau jus jambu," ucap Sherley sambil menatap William dengan tatapan memelas. "Tapi sayang, ini masih malam.. Aku harus keluar dulu untuk mendapatkan jambu," ucap William selembut mungkin.

Namun ucapannya itu malah membuat Sherley terisak. "Huaaa papa jahat sama mama dan babi," isak Sherley. "Baby sayang bukan babi," ucap William.

"Aku ga peduli, yang jelas papa jahat! Papa gak mau buatin jus jambu buat babi," isak Sherley membuat William gundah. "Ya sudah.. Baby sama mama jangan sedih lagi ya, papa akan cari jambu buat kalian," ucap William sambil mengelus perut Sherley dan menciumnya singkat.

"Namanya babi bukan baby," ucap Sherley sedih. "Iya-iya, maafin papa yang babi," ucap William berusaha tersenyum. Sherley mengangguk dan segera mengusir William untuk segera mencari jambu untuknya.

William mengambil sweaternya dan mengenakannya, udara di luar pasti sangat dingin. Namun William tetap tidak goyah. Bagaimanapun juga ini demi istri dan anaknya.

"Malam pak.. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang satpam yang bertugas menjaga keamanan rumah. "Tidak usah, kembalilah bekerja," tolak William dengan sopan. Sang satpam segera pamit undur diri.

Walaupun lelah, William tidak pernah meremehkan permintaan istrinya. Baginya wanita itu adalah segalanya untuknya, walaupun sikap Sherley terkadang membuat William berkeinginan untuk ditelan bumi saja.

William segera memetik beberapa buah jambu yang sudah masak dan membawanya ke dapur. Tangannya dengan terampil membersihkan buah itu dan memasukkannya dalam blender. Tak lama kemudian, William segera menuangkan jus yang telah siap itu ke dalam gelas. Ia menuangkan susu kental manis ke dalamnya dan segera mengaduknya.

Dengan penuh semangat ia berjalan menuju kamarnya. "Jus jambu datang," ucap William dengan gembira namun tak ada jawaban apapun dari Sherley. William menghela napas namun akhirnya ia tersenyum.

"Pasti dia sudah tidur," batin William sambil menaruh jus jambu itu di nakas kecil di samping tempat tidurnya. William segera merenggangkan badannya dan bersiap untuk tidur. Namun sepertinya Tuhan masih belum puas mengujinya.

"Siapa yang menyuruhmu untuk tidur?" Tanya Sherley dengan wajah polosnya. William menghentikan kegiatannya. "Aku sudah membuatkan jus jambu untukmu, mau minum?" Tawar William dengan lembut.

Teacher In LOVE [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang