Hari ini tepat hari kesepuluh sejak kepergian William. Sherley berjalan sambil memaksakan seulas senyum menyambut tatapan para murid. Sherley masuk di kelas olimpiade, di sana sudah ada Pak Samuel yang sedang berbicara di depan kelas. Samuel Andreas Wijaya, guru matematika yang sementara menggantikan tugas William.
"Nah, Miss Sherley sudah datang," ucap Samuel sambil mengisyaratkan sang ketua kelas untuk memberi salam.
"Good afternoon Miss," ucap sang murid kompak. "Good afternoon anak-anak tercinta.. Sudah siap untuk belajar?" Tanya Sherley sambil berpura-pura ceria.
"Miss kenapa kok muram gitu?" Celetuk seorang murid. "Bener tuh Miss! Kan kalau muram jadi ga keliatan," ucap Toby.
"Buram itu," sorak seluruh murid sambil memutar bola matanya malas. "Miss tadi lupa olahraga wajah, jadinya gini deh," jawab Sherley asal.
"Olahraga wajah memangnya kaya gimana Miss?" Tanya seorang siswa. "Gampang, tinggal naik-turun alis, melotot-merem, hidung kembang-kempis, bibir monyong-mangap," celetuk Toby dengan bersemangat.
"Nah tuh Toby tahu," balas Sherley sambil tersenyum. "Wah ajarin dong Miss," pinta Lisa. "Iya Miss, kita pengen belajar," dukung teman-temannya.
"Aduh maaf ya, mama teri lagi ga ada tembaga," ujar Sherley lesu. "Tenaga miss," balas semua murid.
"Sudah ayo kita belajar.. Kasian ibu cantik di depan udah ngidam pengen ngajar," potong Samuel. "Wih, emang Miss lagi hamil? Wah Miss harus hati-hati, ngidamnya aja ngajar, jangan-jangan anaknya buku fisika lagi," celetuk seseorang membuat seisi kelas tertawa.
"Ih kalian ini ya, sukanya ngeledek Miss Sherley mulu.. Kasian tuh wajahnya makin masam," omel Samuel membuat para siswa terkekeh. "Ayo Miss kita belajar.. Dari pada anak Miss ileran nantinya," ucap Benaya yang langsung diangguki oleh Sherley.
"Oke mari kita mulai.. Kita akan belajar tentang dinamika partikel.. Ini adalah materi yang sering keluar pada olimpiade, diperlukan analisa soal yang baik untuk mengetahui gaya apa saja yang bekerja pada sebuah benda," jelas Sherley sambil menggambar sebuah kotak dalam bidang datar.
"Gaya normal adalah gaya yang selalu searah dengan arah bidang, sedangkan gaya berat merupakan gaya yang selalu menuju tanah.. Arah gaya akan positif jika searah dengan percepatan.. Jika ada gaya gesek, gaya itu selalu berlawanan dengan percepatan.. Berarti gaya gesek bertanda negatif," jelas Sherley yang diperhatikan dengan seksama oleh para murid.
Sherley menjelaskannya dengan serius. Mencoba menyingkirkan urusan pribadinya, dia harus profesional dalam mengajar. Dan akhirnya ia dapat bernapas lega karena telah berhasil menjelaskan materi itu dengan baik.
Dia segera membagikan lembaran soal kepada para murid. Tak lupa ia tersenyum mencoba menutupi kekelaman hatinya. Sedangkan Samuel hanya mengamati wanita itu dalam diam, dia tahu ada sesuatu yang mengganjal dari tingkah wanita itu. Namun dia tidak tahu apa.
"Sherley, jika kamu sedang tidak sehat sebaiknya kamu beristirahat.. Wajahmu pucat.. Aku cukup mengerti kok tentang materi ini," bisik Samuel sambil menyentuh bahu Sherley yang terlihat rapuh.
"Aku ga apa-apa Pak Samuel.. Hanya sedikit kelelahan, lagian aku ga mungkin membiarkan mereka mengerjakan tugas itu tanpa bimbinganku langsung," balas Sherley sambil terseyum.
"Baiklah," ucap Samuel sambil melangkah menuju siswa yang membutuhkan bantuannya. Sementara Sherley duduk di kursinya sambil mengamati siswa-siswa yang sedang berusaha memecahkan soal-soal yang memerlukan pemikiran tajam itu. Namun pikirannya melayang entah kemana. Dia sudah berusaha, tapi dia tetap tidak bisa melupakan pria itu.
*****
Tok tok tok
"Masuk," ucap William tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya. "Ada apa Mark?" Tanya William.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teacher In LOVE [COMPLETED]
RomansaSeperti fisika dan matematika yang selalu berkaitan dan tidak pernah terpisahkan, aku dan kamu juga akan selalu bersama selamanya. #59 in Romance : 6 Nov 2016
![Teacher In LOVE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/79784988-64-k800046.jpg)