Special Gift

51.9K 1.8K 54
                                        

"Guten morgen.. Miss Sherley is here.. Akhirnya sepatu Miss bisa menginjak sekolah ini lagi," sapa Sherley sambil mengamati para murid yang sedang berbaris rapi di lapangan. Murid-murid itu terkikik melihat tingkah Sherley.

"Miss ingin memberikan kalian beberapa pengajaran tentang usaha. Setiap orang yang ingin berhasil dituntut untuk berusaha sekeras mungkin, itu sebabnya penting bagi kita untuk mengetahui cara meningkatkan usaha. Berdasarkan teori fisika, usaha merupakan perkalian antara gaya dan perpindahan. Gaya merupakan hasil kali dari massa dan percepatan, ini berarti untuk mengeluarkan usaha yang maksimal, kalian harus memaksimalkan berat badan kalian, dan itu artinya pelajar tidak boleh melakukan diet. Diingat ya? Dan kalian juga harus melakukan perpindahan, jangan hanya belajar di ruang lingkup yang sempit, tapi belajarlah dengan berpindah-pindah seperti di puncak monas atau di atas kapal Titanic.. Itu berarti kalian sudah melakukan usaha yang maksimal," ucap Sherley membuat para murid tertawa geli.

"Itu guru atau pelawak sih?" Bisik para murid sambil geleng-geleng kepala mendengar penuturan Sherley. "Sekian amanat Miss hari ini, semoga berat badan kita naik bersama-sama agar usaha yang kita keluarkanpun besar.. Selamat pagi," ucap Sherley yang disambut oleh tepuk tangan dari para murid dan jajaran guru.

William yang mendengarnyapun hanya tersenyum, benar-benar kontras dengan peristiwa saat mereka pertama kali bertemu. Kini William tidak mempedulikan bagaimana keanehan wanita itu, ia hanya mampu melihat kelebihan wanita yang sudah menjadi istrinya itu.

"Aku senang melihat ia sudah ceria seperti dulu," ucap seseorang tiba-tiba. William menoleh dan menatap lelaki itu sedikit sinis. "Hei jangan menatapku seperti itu.. Aku sudah menyesali perbuatanku, William," ucap Darvin.

"Lalu?" Tanya William masih dengan tatapan dinginnya. "Ya aku mau kau memaafkanku," jawab Darvin.

"Kau kira 2 tahun itu waktu yang singkat?! Bayangkan kau memisahkan aku dan Sherley selama itu," ucap William geram. "Aku juga berpisah dari Sylvia selama 2 tahun lebih, Wil.. Setidaknya aku yang menjaga Sherley selama ini," balas Darvin.

"Aku tetap tidak bisa memaafkanmu," ucap William membuat Darvin menghela napas frustasi. "Huh! Kau benar-benar keras kepala seperti Sherley," dengus Darvin kesal.

"Hei Darvin!" Panggil Sherley. Ia langsung memeluk erat pria itu seolah tidak peduli dengan keberadaan William.

"Kenapa kamu tidak datang di acara pernikahanku? Apa kau tidak tahu kalau aku sangat merindukanmu?" Ucap Sherley manja. "Maaf ya, aku sedang berhalangan saat itu.. Tapi aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu kok.. Aku tahu tidak mudah hidup dengan seseorang yang dingin," sindir Darvin membuat Sherley terkikik.

"Terima kasih untuk doanya, itu sangat membantuku," jawab Sherley membuat William geram. William segera menarik Sherley ke dalam ruangannya.

"Aduh sayang, dari dulu sampai sekarang hobimu gak pernah berubah ya, narik-narik orang mulu!" Nanti kalau aku melar gimana?" Oceh Sherley.

"Biarin, salah sendiri punya suami tapi malah akrab sama pria lain," balas William dengan tatapan sengit. Mereka segera melangkah memasuki ruang kerja William. William sudah memutuskan bahwa wanita itu harus satu ruangan dengannya, dan kali ini tidak boleh ada bantahan ataupun menolakan.

"Kau sangat aneh William.. Padahal dulu aku dan Darvin tinggal bersama, pergi bersama, bekerja bersama, piknik bersama, dan..." ucap Sherley yang langsung dipotong oleh William dengan sebuah ciuman.

"Mulai sekarang aku yang akan melakukan semua itu denganmu.. Jadi lupakan tentang pria itu," ucap William. "Kamu benar-benar seram sayang.. Tapi aku senang, dengan begitu wanita lain tidak akan berani mendekatimu," ucap Sherley sambil memeluk pinggang William erat.

Teacher In LOVE [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang