Mencintai?

39.7K 1.8K 15
                                        

"Hei Sherley.. Sudah aku bilang jangan lari-lari," teriak William kewalahan sambil mengejar wanita itu. Sherley terkikik melihat wajah lelah William, siapa suruh pria itu begitu menyebalkan!

"Kau ini kan seorang pria, masa kalah dengan wanita! Dasar payah," teriak Sherley sambil terus berlari. "Kalau aku sampai bisa menangkapmu, kamu harus membayar mahal Sherley," gumam William sambil mengambil ancang-ancang untuk berlari.

Sherley terkikik sambil terus berlari seolah takut pada ancaman William. Dan Williampun mulai berlari, memfokuskan pandangannya pada wanita.

Brukkkk

Tubuh William menabrak tubuh Sherley sehingga Sherley tertimpa oleh badan besarnya. William terpana sambil berusaha menormalkan detak jantungnya. Baru ia sadari wanita di hadapannya itu sangat manis.

"Bapak!! Aku ga nyuruh bapak nabrak-nabrak kaya banteng!!" Teriak Sherley dengan wajah memerah karena malu. Sementara William tersentak kaget dan beranjak bangkit dari posisinya.

"Yang penting aku bisa menangkapmu," jawab William dengan datarnya. "No Sir! Perjanjiannya kau harus menangkapku bukan menubrukku," sahut Sherley.

"Baiklah," ujar William sambil menggendong Sherley layaknya sebuah karung beras. "Swipper jangan mencuri.. Swiper jangan mencuri," ucap Sherley sambil memukul punggung William.

"Sekarang aku sudah menangkapmu Sherley," ujar William. "Kau curang Mr. Skierley," balas Sherley tak terima.

"Dan sebagai bayarannya, kau harus..." ucap William sambil menggantungkan kalimatnya membuat Sherley menyernyit bingung.

Byurrr

William menurunkan Sherley di bagian pantai yang tergenang air laut sehingga wanita itu basah saat ini. "William!!!!" Teriak Sherley kesal.

"Rasakan Sherley!" Balas William puas sambil melarikan diri. "Jangan berpikir bisa lari dariku sir," geram Sherley sambil mengejar William.

Wanita itu terus mencipratkan air pada William sehingga tubuh William hampir basah sepenuhnya. Williampun tak mau kalah, dia juga membalas serangan Sherley.

Mereka bagaikan bulan dan bintang, berbeda namun selalu berdampingan. "Aku akan melakukan apapun juga untuk menyaksikan moment ini sepanjang hidupku," gumam Larissa.

"Kakak terlalu keras ma.. Jika dia tidak bisa mengendalikan perasaannya, maka mereka berdua akan sama-sama tersakiti," sahut David.

"Baru kali ini mama melihat William tertawa seperti itu.. Semoga Sherley bisa melunakkan hatinya," ujar Larissa sambil tertawa melihat kelucuan tingkah kedua makhluk itu.

Kedua insan itu berbaring di atas butiran pasir yang terasa lembut. Mereka tak peduli pada sinar matahari yang menyengat kulit mereka. Mereka begitu bahagia, sambil meresapi sebuah perasaan asing yang mulai melekat pada hati mereka.

"Apa kamu sudah lapar?" Tanya William. "Sangat William.. Apa kau tidak mendengar bunyi perutku sedari tadi?" Balas Sherley mebuat William terkekeh.

"Baiklah.. Ayo kita makan," ucap William sambil mengulurkan tangannya pada Sherley. Sherley menerima uluran tangan itu sambil tersenyum. Dia tidak tahu mengapa dia merasa bahagia berada di dekat pria yang selama ini selalu menyebutnya aneh itu.

Mereka berjalan memberi jejak pada hamparan pasir yang mereka lewati. "Tuhan, beri aku waktu sebentar saja untuk bahagia," batin William.

"Apa ada kepiting rebus di sini?" Tanya Sherley. "Memangnya kenapa? Kamu ingin?" Tanya William.

"Sebenarnya sangat ingin.. Tapi kalau memang tidak ada, ya tidak apa-apa," balas Sherley dengan santainya.

"Aku akan meminta pelayan untuk memasakkannya," ujar William. "Benarkah?" Tanya Sherley dengan mata berbinar. William mengangguk.

Teacher In LOVE [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang