"Bagaimana keadaan Sherley, dokter?" Tanya Larissa saat seorang dokter keluar dengan raut wajah paniknya. "Luka disekujur tubuhnya cukup parah.. Ia membutuhkan tranfusi darah segera, apa ada keluarganya?" Tanya sang dokter dengan penuh harap.
Larissa menggeleng lemah. "Tapi saya bisa mendonorkan darah saya," ungkap Larissa. "Apa golongan darah ibu adalah AB-?" Tanya dokter itu membuat Larissa tertunduk sedih.
"Tidak dok.. Golongan darah saya A," jawab Larrisa sedih. "Tolong hubungi keluarganya segera karena rumah sakit tidak memiliki stock golongan darah langka itu," ucap dokter yang langsung Larissa setujui.
"Saya permisi dulu, saya akan mencoba mencari stock darah di rumah sakit lain," pamit sang dokter sambil melangkah pergi.
"Tuhan kenapa kau selalu menguji pasangan ini?" Batin Larissa sambil menghela napas. "Larissa," panggil seseorang membuat Larissa sontak menoleh.
"Mark.. Bagaimana keadaan William?" Tanya Larissa khawatir. "Ia baik-baik saja.. Hanya ada beberapa bagian tubuhnya yang terluka.. Untuk sementara ia belum boleh banyak bergerak," ucap Mark membuat Larissa menghela napas gusar.
"Maafkan aku," gumam Mark sambil melangkah duduk di kursi. Larissa ikut duduk di samping Mark. "Maaf untuk apa?" Tanya Larissa bingung.
"Maaf karena lalai menjaga anakmu," lirih Mark sambil memijat pelipisnya. "Kemarin Keyco, anak murid William datang kepadaku.. Ia mengatakan kalau Jack yang selama ini menculik Sherley.. Dia mengatakan kalau Jack juga berencana untuk membunuh William," ujar Mark yang didengarkan dengan serius oleh Larissa.
"Aku sudah berusaha melarangnya untuk pergi. Aku sudah mengunci pintu kamarnya, tapi aku tidak menyangka kalau dia tetap bisa keluar," ungkap Mark merasa bersalah. Larissa menyentuh punggung William. "Itu bukan salahmu, Mark.. Cinta memang perlu pengorbanan.. Kau lihatkan? Tadinya William yang ingin menyelamatkan Sherley, namun takdir berkata sebaliknya.. Wanita itu yang malah melindungi William," ucap Larissa.
"Kau benar Larissa.. Tapi apa menurutmu William akan baik-baik saja setelah semua ini terjadi?" Tanya Mark gusar.
"Kita hanya bisa berdoa Mark, semoga kejadian tiga tahun yang lalu tidak terulang lagi," balas Larissa sambil tersenyum kepada Mark berusaha memberi pria itu kekuatan. Mark mengangguk menyetujui ucapan Larissa.
"Oh iya, apa Sherley mempunyai keluarga?" Tanya Larissa. "Tidak.. Ayahnya dan ibunya merupakan korban pembunuhan, dia tinggal seorang diri," jelas Mark.
"Sherley memerlukan tranfusi darah segera," ujar Larissa sambil menghela napas frustasi. "Memang apa golongan darahnya?" Tanya Mark.
"AB-," jawab Larissa. "Sepertinya aku tahu siapa yang bisa menolongnya.. Tapi itu tidak mungkin," ucap Mark.
"Siapa Mark?" Tanya Larissa penasaran. "William.. Dia mempunyai golongan darah AB-," jawab Mark. "Tapi seperti yang aku katakan tadi, kondisi William tidak memungkinkan untuk mendonorkan darah," lanjut Mark.
"Siapa bilang tidak memungkinkan?" Tanya seseorang membuat kedua orang itu terperangah. "William?" Ucap Mark tak percaya melihat keberadaan pria itu di tempat ini.
"Kau tidak boleh banyak bergerak dulu William.. Ayo aku antar kau kembali ke kamar," ucap Jack sambil berusaha menarik William. Namun William segera menghempaskan tangan Mark.
"Aku mohon jangan menghalangi aku lagi Mark," ucap William dingin. "Tapi keadaanmu tidak memungkinkan," balas Mark tetap tidak setuju dengan niat William.
"Apa keadaan Sherley juga memungkinkan untuk menyelamatkanku tadi Mark?" Sindir William membuat Mark terdiam.
"Aku setuju dengan William.. Sebaiknya kita memberi William kesempatan... Apa keadaanmu sudah membaik sayang?" Tanya Larissa sambil mengusap rambut William.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teacher In LOVE [COMPLETED]
RomanceSeperti fisika dan matematika yang selalu berkaitan dan tidak pernah terpisahkan, aku dan kamu juga akan selalu bersama selamanya. #59 in Romance : 6 Nov 2016
![Teacher In LOVE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/79784988-64-k800046.jpg)