Perasaan yang Salah

38.9K 1.9K 18
                                        

Sherley menerjapkan matanya saat merasakan sebuah guncangan sekaligus kehangatan. Dan saat maniknya telah terbuka sempurna, dia sangat amat terpesona dengan pemandangan di hadapannya saat ini.

"Kau suka?" Tanya seseorang membuat Sherley spontan menoleh. Ya itu suara William, pria yang sedang menggendongnya saat ini.

"Ini dimana sir?" Tanya Sherley. "Kau tidak menjawab pertanyaanku Sherley, maka aku juga tidak akan menjawab pertanyaanmu," balas William sambil terus melangkah.

"Ya aku suka! Sekarang jawab pertanyaanku," ujar Sherley sambil memutar kedua bola matanya malas. "Ini pulau Skierley," jawab William singkat.

"Aku tidak pernah mendengar nama pulau semacam itu.. Nama yang aneh!" Gumam Sherley membuat langkah William terhenti.

"Sekali lagi kamu menjelekkan nama keluargaku, akan aku pastikan kau akan menggigil kedinginan setelah ini," ancam William.

"Nama keluargamu? Itu mustahil sir.. Mana mungkin pemerintah menggunakan namamu," balas Sherley menantang.

William dengan kesal menurunkan Sherley dari gendongannya. Membuat kehangatan lenyap daripadanya. William benar, dia menggigil karena udara di tempat itu yang dingin di tambah dinginnya ombak pantai yang menyentuh kakinya. Jadi tadi ia tidak merasa dingin, karena William memeluknya?

"Pulai ini dibeli oleh kakek buyutku pada tahun 1778, dan ia menamai pulau ini sesuai dengan nama keluarga kami," jelas William. "Aku benci sejarah sir William," balas Sherley sambil berpura-pura acuh.

"Aku tidak sedang mengajar pelajaran sejarah miss Sherley! Aku hanya meyakinkan keraguanmu," geram William sambil melangkah meninggalkan Sherley.

"Ya sudah! Lagipula siapa yang peduli?!" Gerutu Sherley sambil duduk di hamparan pasir putih yang indah. Kulitnya yang putih dan halus bagaikan menyatu dengan pasir tersebut.

Namun tak bisa ia pungkiri, dia kedinginan. Sherley terus menatap ke arah air laut yang berlomba-lomba mencapai daratan.

"Lepas dari kandang singa, masuk ke lubang buaya," gerutu Sherley sambil melemparkan cangkang kerang ke arah laut.

Matahari sudah menampakkan semburat oranyenya. Semburat yang menandakan bahwa sebentar lagi ia akan terbenam, meninggalkan Sherley sendiri dengan kegelapan.

"Sungguh aku benci ini!" Gerutu Sherley sambil membenamkan wajahnya di atas lututnya.

"Kau wanita teraneh yang pernah aku jumpai," ucap sebuah suara membuat Sherley sontak mengangkat kepalanya. Tepat di sampingnya, seorang pria berkulit putih dan berambut kecokelatan sedang berdiri sambil menatap jauh ke laut. Matanya yang biru seolah mencerminkan jernihnya air laut.

"Kamu siapa?" Tanya Sherley. Pria itu tersenyum menampilkan deretan giginya yang rapih. "Kenalkan, aku David Julio Skierley," jawab pria itu sambil duduk di samping Sherley.

"Apa kau anggota keluarga dari Sir William?" Tanya Sherley. "Hahaha.. Jangan terlalu formal seperti itu nona.. Aku ini saudaranya William," balas David.

"Kamu? Kamu pasti becanda! Aku rasa kamu jauh lebih baik daripada pria itu," jawab Sherley membuat David tertawa.

"Ya semua orang mengatakan hal yang sama tentang kakakku itu.. Dia terlalu dingin untuk menjadi kakak seorang brandalan seperti aku," balas David.

"Sedang membicarakanku?" Ucap seseorang membuat suasana di sana berubah tegang. "Hai kak.. Aku hanya berbincang sebentar dengan wanita cantik ini," ujar David dengan santainya berbanding terbalik dengan ekspresi kejam yang ditampilkan William saat ini.

"Sherley ikut aku sekarang," ucap William sambil menarik tangan Sherley pergi dari tempat itu. "Kau ini kenapa sih? Sukanya buat orang kesel aja," gerutu Sherley kesal.

Teacher In LOVE [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang