Sudah tak bisa dihitung lagi jumlah luka yang menghiasi tubuh wanita itu. Sherley berusaha tetap diam, tak mengeluarkan ringisan apapun juga. Dia tidak mau lelaki itu memandangnya lemah. Dia tidak mau pria itu merasa menang karena berhasil membuatnya menyerah.
"Sudah puas kau, Jack?!" Geram Sherley dengan tangan yang masih terikat di atas. Jack tersenyum sambil mengeluarkan seringai buasnya.
"Belum Sherley.. Ini bahkan belum dimulai," balas Jack sambil memainkan benda tajam digenggamannya. Entah sudah berapa kali benda itu menyayat kulit Sherley hingga lantai di sekitarnya ternoda oleh darah Sherley.
"Apa maumu sebenarnya Jack?! Kau ingin aku matikan?! Bunuh saja aku sekarang!" Tantang Sherley membuat Jack tertawa.
Jack mendekatkan pisau itu pada leher Sherley, membuat goresan tipis pada kulit yang tadinya mulus itu. Sherley tetap tidak bergeming, rasa sakit yang menghantamnya sangatlah dasyat. Dan rasa sayatan pisau itu sama sekali tidak sebanding.
Jack kembali menjauhkan pisau itu dari Sherley. Senyum kemenangan tak pernah hilang dari wajahnya. "Oh little Angela, malang sekali nasibmu.. Waktu kecil berlimpah kasih sayang, sekarang kau malah terikat di tempat ini dan tak ada satu orangpun yang berniat menyelamatkanmu," sindir Jack membuat perasaan Sherley terluka.
"Kau pikir kematian dapat menyelamatkanmu dari aku, Sherley? Kau salah! Karena sebelum kamu mati, aku akan memberikan kenangan terburuk dalam hidupmu.. Dan kau tidak akan bisa tenang sekalipun kau sudah tiada," ucap Jack dengan tatapan yang mengerikan.
Sherley tersenyum getir mendengar perkataan itu. Sungguh tidak ada sedikitpun rasa takut akan kematian dalam hatinya. Semua orang memang akan pergi dari dunia fana ini. Lagipula hidupnya telah hancur. Tak ada seorangpun yang peduli kepadanya
"Kau takut little Angela?" Tanya Jack sambil mengusap pipi Sherley. Sherley segera menoleh menghindari tangan kotor pria itu. "Aku tidak akan pernah takut dengan psikopat sepertimu!" Jawab Sherley dengan berani.
"Tunggu saja, waktunya tidak lama lagi," ucap Jack sambil mengedipkan sebelah matanya lalu melangkah meninggalkan Sherley di ruangan yang pengap itu.
Sherley menghela napas lelah. Kedua tangannya diikat pada dua buah kayu yang menjulang tinggi. Tubuhnya hampir terangkat, dan itu menyiksanya. Jack tidak mengijinkan dia untuk duduk walaupun sebentar saja.
"Tuhan.. Tolong bawa aku bersamamu," ucapnya lirih. Tanpa ia sadari air mata sudah menggenangi pelupuk matanya.
Sherley menundukkan kepalanya, menatap kakinya yang lebam akibat pukulan Jack. Dia sudah tak mampu lagi berdiri seakan sebentar lagi seluruh tulangnya akan runtuh. Jack sama sekali tidak memberinya makan atau minum, dan itu membuat tubuh Sherley sangat lemah.
"Sherley," ucap seseorang membuat Sherley menoleh. Kehadiran sosok di hadapannya membuat Sherley langsung memalingkan wajahnya.
"Untuk apa kau di sini?!" Bentak Sherley tak mau menatap pria itu. "Maafkan aku," ucap pria itu sambil melangkah mendekati Sherley.
"Maaf tidak akan merubah segalanya Keyco.. Kau tetap adalah orang yang membawaku pada penderitaan yang berujung pada kematian ini," balas Sherley sambil tersenyum miris. Sungguh tidak pernah sedikitpun ia berpikir kalau Keyco akan melakukan hal sejahat ini pada dirinya, padahal selama ini Sherley sangat menyayangi Keyco.
"Aku harus melakukan ini Sherley.. Ini demi kebaikan semua orang," balas Keyco dengan sedih. "Apa maksudmu?" Tanya Sherley.
"Jack mengincarmu sejak kamu masih dalam kandungan.. Ia melenyapkan segala sesuatu yang ada di sekitar kamu, apa kau ingat dengan bi Sarti?" Tanya Keyco yang lansung Sherley angguki.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teacher In LOVE [COMPLETED]
RomansaSeperti fisika dan matematika yang selalu berkaitan dan tidak pernah terpisahkan, aku dan kamu juga akan selalu bersama selamanya. #59 in Romance : 6 Nov 2016
![Teacher In LOVE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/79784988-64-k800046.jpg)