Tiba-tiba sebuah lagu mengalun merdu membuat semua orang yang ada di tempat itu berjoget ria. Sherley mengedarkan pandangannya menatap bahagia setiap orang yang telah mengisi kehidupannya.
"Mau menari bersama?" Tawar William membuat Sherley tersentak. Sherley tak mampu berkedip melihat William. Pria itu sudah mengganti pakaian rumah sakitnya dengan sebuah tuxedo hitam yang membuatnya semakin terlihat tampan.
Sherley mengangguk sambil tersenyum. William segera membantu Sherley berdiri perlahan dari kursi rodanya. "Injak kakiku," perintah William.
"Apa kau yakin?" Tanya Sherley ragu. "Aku tidak pernah becanda nona," sindir William membuat Sherley terkekeh.
Sherley segera menginjak kaki William, membiarkan pria itu memeluknya erat agar ia tidak terjatuh. Mereka bergerak seirama dengan lagu dengan tempo lambat itu.
Sherley tertawa saat berulang kali dahinya menabrak dada bidang William. "Kau hanya perlu membalas pelukanku jika tidak mau dahimu semakin lebar," ucap William sambil tersenyum menang.
Sherley menyandarkan kepalanya pada dada bidang William dan mulai membalas pelukan pria itu. "Rasanya nyaman sekali," gumam Sherley sambil memejamkan matanya.
"Aku mencintaimu Sherley," ucap William sambil mengusap lembut rambut Sherley. "Aku juga mencintaimu William" balas Sherley.
*****
Ribuan bintang menghiasi langit malam yang kehilangan cahayanya. Angin dingin berhembus lembut membelai dedaunan menimbulkan bunyi gemersik yang menenangkan. Namun angin itu tak mampu membuat pasangan manusia itu menggigil karena kehangatan yang saling mereka pancarkan satu sama lain.
"Bintang mana yang paling indah?" Tanya William sambil memeluk Sherley dari belakang. "Tidak ada," jawab Sherley.
"Kenapa? Apa kamu tidak menyukai bintang?" Tanya William. Sherley mengangguk. "Aku kecewa pada semua bintang itu.. Mereka tidak ada saat aku merasa sendiri," jelas Sherley dengan mata berkaca-kaca.
"Tapi bukankah saat ini ada aku? Jadi kamu tidak perlu takut sendirian lagi," hibur William. "Ya kamu benar William.. Aku memang tidak perlu takut lagi, karena aku punya bintang yang lain.. Yaitu kamu.. Bintang yang paling indah di dalam hidupku," ucap Sherley.
"Kamu tau Sherley? Hanya kamu wanita satu-satunya yang membuat aku merasa tenang dan lepas," ucap William. "Benarkah? Bagaimana dengan Kezia?" Tanya Sherley sambil tersenyum miris.
"Aku memang mencintainya dulu, tapi itu hanya masa lalu.. Hatiku adalah milikmu Sherley, sekarang dan sampai selamanya," ucap William tulus.
Tiba-tiba suara biola mengalun lembut mengisi indera pendengaran mereka. "Maukah kamu menari bersamaku lagi?" Tawar William sambil membalikkan badan Sherley.
"Aku akan selalu bersedia Mr. Skierley.. Bahkan sehari penuhpun aku mau, selama aku menari bersamamu," jawab Sherley sambil tersenyum antusias.
William menautkan tangan kanannya dengan milik Sherley. Tangannya yang satu lagi ia gunakan untuk memeluk erat pinggang Sherley, seolah takut wanita itu kembali menghilang dari kehidupannya.
Dengarkanlah wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Suara nyanyian William mengalun merdu diiringi dengan suara gesekkan biola membuat Sherley terpesona. Ia tidak menyangka kalau pria itu memiliki suara seindah itu. Tatapan mata mereka terus terjalin indah, merajut sebuah perasaan menakjubkan bernama cinta.
Hasrat suci kepadamu dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin, mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir
KAMU SEDANG MEMBACA
Teacher In LOVE [COMPLETED]
RomanceSeperti fisika dan matematika yang selalu berkaitan dan tidak pernah terpisahkan, aku dan kamu juga akan selalu bersama selamanya. #59 in Romance : 6 Nov 2016
![Teacher In LOVE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/79784988-64-k800046.jpg)