William mengeluarkan ponselnya dan segera menelepon dokter pribadinya. Setelah itu ia mengambil handuk dan mencoba mengeringkan tubuh wanita itu.
"Who is that girl, Will?" Tanya Kezia dengan tatapan mencemooh. "Don't look at her like that, Kez!" Bentak William membuat Kezia tertawa.
"What happened with you baby? Are you falling in love with that stupid weird ugly girl? I can't believe it!" Ujar Kezia membuat rahang William kembali mengeras. "Go away from my house, Kezia! Don't disturb us!" Gertak William.
Kezia melangkah santai dan mencium pipi William. "It's okay honey, I'll go.. Take care of yourself," ujar Kezia sambil melangkah pergi meninggalkan kamar William.
William menghela napas gusar. Seharusnya ia senang karena cinta pertamanya kembali, namun ternyata hidupnya malah jadi jauh lebih rumit. Tak lama dokterpun datang diikuti dengan beberapa pelayan pribadi William.
"Tolong ganti bajunya," perintah William dingin. William segera melangkah keluar diikuti dengan sang dokter yang merupakan pamannya.
"Aku mencium ada yang sedang jatuh cinta," ucap dokter itu sambil tertawa. "Kalau maksud paman itu adalah aku, paman salah besar," jawab William dingin.
"Ada apa William? Aku hanya menebak saja," balas dokter itu sambil tersenyum. "Paman Ben, gadis itu terlalu sering sakit.. Bisakah kau periksa dia?" Tanya William dengan tatapan serius.
"Tentu, tapi untuk lebih jelasnya kamu harus membawanya ke rumah sakit," jawab Ben sambil tersenyum menatap keponakannya itu. "Aku yakin dia tidak akan mau," gumam William membuat Ben terkekeh.
"Kau pasti bisa membujuknya William," ujar Ben sambil menepuk pundak William. Tak lama kemudian, beberapa pelayan keluar dari kamar yang ditempati Sherley setelah mengganti pakaian wanita itu.
Ben dan William segera masuk ke dalam. Ben segera mengeluarkan peralatannya dan memeriksa kondisi Sherley. "Detak jantung lemah, tekanan darah lemah, suhu 39°C.. Ini sungguh buruk William," ucap Ben sambil geleng-geleng kepala.
"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya William frustasi. "Dia harus istirahat, jangan biarkan dia terlalu lelah untuk sementara waktu," jelas Ben yang langsung diangguki oleh William.
"Baiklah aku mengerti," jawab William. "Dan jangan terlalu sering menyakiti hatinya," ucap Ben sambil mengelus rambut Sherley.
"Apa maksud paman?" Tanya William. "Jangan kira paman tidak tahu kalau kalian tadi habis bertengkar, mata wanita ini bengkak akibat menangisi pria bodoh sepertimu William," canda Ben sambil melangkah pergi meninggalkan William dan Sherley di ruangan itu.
"Ya kau benar paman, aku memang bodoh.. Aku tidak bisa melepaskan wanita yang sudah meninggalkanku dan aku terus menyakiti wanita yang begitu mencintaiku," gumam William sambil terseyum getir.
"Maafkan aku Sherley," ucap William sambil mencium kening Sherley cukup lama.
*****
Sherley melangkah gontai memasuki gerbang sekolah, setelah kejadian itu Sherley memaksa untuk kembali pulang ke rumahnya. Awalnya William menolak ide itu, namun karena Sherley mengancam akan bunuh diri, akhirnya pria itu mengabulkannya.
"Bu Sherley!!" Panggil pak satpam. Sherley menoleh dan langsung tersenyum. "Kok ibu masih datang ke sekolah? Bukannya sudah berhenti?" Tanya pak satpam.
"Saya ga berhenti dari sekolah kok pak, kalau saya berhenti nanti saya makan pakai apa?" Jawab Sherley lesu. "Makan mah pakai nasi atuh bu.. Saya dengar langsung dari pak William, bu," ucap satpam itu.
Mendengar nama itu, hati Sherley kembali sesak. "Jangan dengerin kata pria aneh itu pak! Lagian dia siapa?" Balas Sherley kesal.
"Ehm.. Anu bu, dia kan pemilik sekolah ini," ucap pak satpam sungkan. "Apa?!" Teriak Sherley tak percaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teacher In LOVE [COMPLETED]
RomanceSeperti fisika dan matematika yang selalu berkaitan dan tidak pernah terpisahkan, aku dan kamu juga akan selalu bersama selamanya. #59 in Romance : 6 Nov 2016
![Teacher In LOVE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/79784988-64-k800046.jpg)