Let It Be

33.3K 1.7K 13
                                        

Sherley menerjapkan matanya saat merasakan rasa pusing yang amat sangat pada kepalanya. Dia memijit pelipisnya dan bangkit duduk. Namun entah mengapa tubuhnya terasa begitu lemas sehingga dia kembali jatuh. Ada apa dengannya? Samar-samar matanya menangkap pemandangan seorang pria yang sedang tidur dengan kepala yang menyandar pada pojok tempat tidurnya. Pria itu menggenggam tangannya seolah tak mau melepaskan Sherley, tapi siapa dia? Siapa pria yang rela menjaga Sherley?

"Darvin?" Panggil Sherley ragu. Dia tak tahu harus memanggil pria itu dengan sebutan apa karena wajah pria itu tak dapat terlihat. "Darvin.. Apa itu kau?" Tanya Sherley sambil menyentuh rambut pria itu.

Sosok pria itupun tersedar, dia menengadahkan kepalanya mengarah kepada Sherley. Tatapan mata pria itu membuat Sherley menghangat sekaligus sesak. Dia tidak dapat memungkiri kalau dia merindukan tatapan itu. Dia merindukan mata biru pria itu. Dia merindukan kehangatan yang dipancarkan oleh pria itu. Jantungnya berdegup kencang saat bersama dengan pria itu. Ingin sekali dia memeluk pria itu dan mengatakan kalau dia sangat merindukannya, namun dia tahu dia tidak pantas mengatakan hal itu.

"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Sherley gugup. "Ini rumahku," jawab William dingin. Suara serak khas bangun tidurnya terdengar merdu di telinga Sherley. Hati Sherley berdesir, dia rindu bisa mendengar suara itu lagi. Dia rindu melihat tingkah pria sedingin es kutub itu.

"Kenapa aku bisa ada di sini?" Tanya Sherley sambil berusaha bangkit namun ia kembali meringis saat rasa sakit itu kembali menyergap. "Istirahatlah dulu.. Dari semalam badanmu panas, aku sudah memanggil dokter, katanya kamu terserang tipus.. Kamu harus banyak istirahat," jelas William sambil menahan tangan Sherley.

"Tapi aku harus mengajar," tolak Sherley sambil meringis dan berusaha untuk bangkit. "Kamu bisa cuti untuk hari ini Sherley," tegas William yang ditolak mentah-mentah oleh Sherley.

"Itu bukan urusanmu William!" Ucap Sherley mencoba kuat. Dia tidak bisa menahan keinginannya untuk memeluk pria itu jika jarak mereka sedekat itu. Wanita itu terus berusaha bangkit sambil menggapai apapun yang bisa menahan bobot tubuhnya. Daerah sekelilingnya terasa berputar, kakinya terasa lemas bagaikan tak menapak. "Jangan keras kepala Sherley!" Geram William yang terus Sherley abaikan.

"Aku tidak ingin berada di tempat ini bersamamu," ucap Sherley sengaja menentang William. Dia tidak mau dipandang lemah oleh lelaki seperti William. Sudah cukup penderitaannya, dia tidak mau jatuh lagi pada pria itu. Rasanya begitu sakit saat hati telah memilih namun takdir berkata lain.

Langkah Sherley limbung dan yang ia rasakan hanya rasa nyeri sekujur tubuhnya. "Kau bodoh Sherley! Jika kamu ga mau aku berada di sini, aku akan pergi.. Tapi jangan membahayakan dirimu sendiri!" Bentak William sambil menggendong tubuh Sherley yang tergeletak di lantai.

Sherley merasakan pandangannya berkunang, namun dia tetap memaksakan dirinya untuk terus tersadar. William menggendong wanita itu dengan hati yang begitu hancur. Entah kenapa, hatinya sakit mendengar penolakan dari wanita itu. Ingin sekali dia memeluk wanita itu dan membuatnya merasa nyaman saat berada di dekatnya. Namun ia sadar, semua itu percuma. Wanita itu membencinya.

William kembali membaringkan Sherley ke tempat tidurnya. "Tidurlah.. Aku akan pergi," ucap William sambil menyelimuti Sherley. Setelah itu ia melangkah keluar dari ruangan itu walaupun pada kenyataannya dia tidak mau meninggalkan Sherley sedetikpun. William terlalu khawatir hingga ia tidak tidur semalaman untuk menjaga Sherley. Wanita itu bagaikan candu baginya, dia rela tidak tidur berhari-hari hanya untuk memandangi wajah damai itu.

Sherley tersenyum pilu, entah mengapa dadanya terasa sesak saat pria itu melangkah menjauh darinya. Air mata mulai mengalir tanpa ijin membasahi wajahnya. "Kenapa rasanya begitu sakit William? Kenapa aku tak bisa berhenti mencintaimu?" Gumamnya sambil memegang dadanya.

Teacher In LOVE [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang