23 | Ulangtahun Raka

19K 715 74
                                        

    MEETING telah berakhir,  Raka keluar dari ruangan itu. Dia berhenti sejenak di depan pintu, karena ponselnya berdering tanda ada sebuah pesan masuk.

Mama (Rahma) :

Jam 5 kamu harus ke rumah, Papa mau ngomong sesuatu sama kamu, Raka..

     Raka menghela napas, lalu ia melirik arlojinya yang ternyata sudah menunjukkan pukul 4. Segera Raka menyimpan ponselnya kembali dan berniat menuju rumah Orangtuanya, karena jarak kantor ke rumah Orangtuanya agak jauh.

                       ****

"Maid, tolong ambilkan piring saji." Kata Tiffany kepada Maid yang sedari tadi berdiri di samping Tiffany, menunggu Nona-nya memerintahkan sesuatu.

Saat ini, Tiffany sedang memasak masakan untuk makan malam. Ia sengaja membuat makan malam, untuk malam ini. Kenapa? Karena Tiffany ingin memberi kejutan untuk Raka yang hari ini berulang tahun.

"Ini Nona.." Ujar Maid dengan tangan yang sudah menyodorkan sebuah piring saji berwarna hijau dan berbentuk daun.

Tiffany meraih piring itu dengan pandangan yang tak lepas dari masakannya.

Dengan telaten Tiffany menyalin masakannya ke dalam piring saji dan mulai membuat menu masakan lain sebelum Raka pulang.

                         ****

      Raka membelokkan setir mobil dengan hati-hati agar tidak terkena sesuatu yang tidak diinginkan. Tapi Tuhan saat ini tidak mengabulkan keinginannya. Mobil Raka tiba-tiba terserempet mobil yang di sebelahnya.

"Shitt!" Umpatnya.

Dia memberhentikan mobilnya dan keluar dari mobil dengan wajah yang merah menahan amarah.

Orang yang menyerempet mobil Raka pun keluar. Dan kebetulan orang itu adalah, Dika.

"Lo lagi-lo lagi! Ngapain sih lo, nabrak-nabrak mobil gue segala? Mau balas dendam lo? Hah?" Ucap Raka dengan suara yang keras dan tangannya menunjuk-tunjuk ke diri Dika.

Dika tersenyum sinis, "Kalo iya, kenapa? Lo takut?" Balas Dika.

"Kurang ajar lo!" Umpat Raka lalu ia langsung saja menerjang Dika. Seperti biasa.

Tidak seperti biasanya, kali ini Dika membalas pukulan Raka.

"Apa lo? Lo pikir gue nggak bisa ngalahin lo? Lo pikir lo siapa? Heh? Badan kerempeng, juga!" Cerca Dika.

Dika menepuk-nepuk kedua tangannya agar tangannya itu bersih dari debu.

Sedangkan Raka, lelaki itu sudah terkapar di atas panasnya aspal jalanan. Untung saja tempat mereka berkelahi adalah tempat yang sepi.

Raka mengusap ujung bibirnya yang mengeluarkan darah menggunakan tangan kanannya. Ia berusaha bangkit dan membalas pukulan Dika.

"Lo pengecut! Di depan istri gue lo pura-pura lemah!" Gumam Raka seraya masih berusaha berdiri.

Dan sekarang ia sudah berdiri, siap untuk memukul pipi kanan Dika.

Tapi Dika dengan sigap menahan tangan Raka, dan berkata, "Masih mending gue, pengecut! Sedangkan lo? Lo dengan bodohnya menyia-nyiakan istri yang paling baik di dunia. Lo itu tolol, tau nggak? Lo goblok!.l" Lalu Dika melepaskan tangan Raka dan masuk ke dalam mobilnya sediri dan berlalu.

Brittle (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang