sekolah (2)

9.1K 486 4
                                        

Pesta kecil - kecilan yang dibuat mama sungguh membosankan, hanya perkumpulan ibu - ibu rempong yang kuker suka ngomongin gosip. Aku sebenarnya tidak peduli, tapi karena mereka makan banyak cemilan, jadi aku harus ekstra sabar untuk berkutat didapur. Well.. Aku ini chef handal dirumah.

Tapi bukan itu saja yang membuatku jengkel, hal lainnya adalah Alif daritadi selalu dipuji, yang cantiklah, yang pinter masaklah.. Hello.. Pliss deh liat yang masak siapa.. Hayati kan juga kepengen dipuji T_T

Alif mendekatiku dengan senyum manisnya yang menbuatku mual.

"Eh Liv, tadi aku daftar seleksi osis. Jadi besok kamu yang sekolah ya. Kamu tau kan aku enggak mungkin kuat buat ikutan seleksi, lagian besok waktunya ngumpulin tugas sejarah, tadi aku nggak sempet ngerjain jadi kamu aja ya yang ngerjain,"

"Eh lo kalau nggak sanggup ya nggak usah ikut, kapan sih lo nggak nyusahin gue? Dasar parashit," aku langsung pergi ke kamar tanpa peduli omelan mama yang nanti pasti akan meledak-ledak. Kulemoarkan tubuh mungilku keatas ranjang dan mengambil hp jadul ma love

"Halo?" mulai ada sahutan di sebrang sana.
"Halo ini gue olive tolong lo selesaiin tugas sejarah gue,"
"Oke ta.."
'Tuut tuut tuut..' sebelum suara disebrang sana mulai nyerocos panjang lebar, aku langsung mematikan sambungan. Hitung - hitung hemat pulsa. Dalam hitungan menit kemudian aku sudah masuk kedalam dunia indah bernama mimpi.

****

Koridor sekolah masih sepi, kulirik kanan kiri hanya anak tipe kutu buku yang pagi - pagi udah rajin stay dengan buku - buku tebal dihadapannya.

Tiba - tiba dari belakang ada seseorang yang menepuk bahuku pelan.
"Oyy Liv,"

Aku melirik malas, sudah hafal dengan suara cemprengnya.

"Ish pagi - pagi udah jutek aja neng, ini tugas lo," lanjutnya sembari memberiku sebuah buku bersampul keajaiban dunia.

"Hei girls," seseorang tiba - tiba memelukku erat dari belakang yang langsung ku tendang kakinya.

"Aduh galak amat sih.. Kemaren aja kalem bikin abang melayang,"

Ku tatap tajam matanya, memberi peringatan.

"Rey Sethan, jijik gue.. Kalau mau gombalin situ sama si Octaf yang jones. Nggak mempan lu sama gue," aku langsung melangkah pergi meninggalkan Octaf yang tersipu malu.

"Ah Rey, sini sama Octaf.. Wajah kamu lumayan ganteng sih kayak Justin-kuuhh," mendengar teriakan Octaf, Rey langsung begidik ngeri dan berlari kearahku. Aku hanya tersenyum geli melihat ekspresinya.

"Gila lo, tega amat ninggalin gue sama gerandong.."

~Bersambung~

Makin gj yah:'v makin nggak nge feel sama alurnya:v lama nggak Update soalnya:'v

Dont forget to vote + coment

It's Me (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang