Kentjan (?)

1.9K 100 7
                                        

Bel pulang sekolah berbunyi.

-aku tunggu di gerbang ya- ve
-ya- my love

"Holaa.. Gw duluan yaa" ucap Ve tersenyum manis ke arah para sahabatnya.

"Sukses, braayyy" ucap Jeje melambaikan tangannya pada Ve yang sudah berjalan ke arah parkiran.

"Anak itu kenapa sih? Hari ini aneh banget" Darin menatap para sahabatnya dan mendapatkan gelengan kepala sebagai jawabannya.

"Gw duluan" ucap Naomi menaruh tas ransel di pundaknya. "Yoo.. Hati-hati" ucap Shania dan dijawab anggukan oleh Naomi.

Sesampainya di depan gerbang, mobil keluaran Eropa terbaru berwarna merah sudah terpampang sangat menyala di antara deretan mobil lainnya.

Tak lama kemudian, Naomi mendekati mobil tersebut, membuka pintunya dan duduk di kursi penumpang.

"Hai, Mi"

"Hai, Ve"

"Kita berangkat sekarang ya, Mi" ucap Ve menatap Naomi. Naomi menganggukkan kepalanya tanda setuju.

Ya, Naomi merupakan gebetan Veranda sejak lima.. Tidak.. Saat ini memasuki tahun ke enam.

"Mau beli buku apa? Novel lagi?" Tanya Naomi memecah keheningan. "Kamu tahu aku suka baca novel?" Ve tidak percaya kalau Naomi ternyata selama ini memperhatikannya.

Naomi hanya tersenyum menanggapi.

"Astagaaa.. Senyumnyaaa.. Ya Tuhan.." Ucap Ve dengan wajah merona kembali menghadap depan karena salah tingkah.

"Kamu kenapa, Ve?" tanya Naomi menahan senyum melihat perubahan wajah Ve.

"Eh.. Itu.. Aku.. Hmm.. Gpp kok, Mi" jawab Ve salah tingkah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Aku lapar, Ve" ucap Naomi menatap Ve. "Oh.. Oke.. Kita mau makan dimana?" tanya Ve melirik Naomi.

"Kamu suka makanan Jepang kan? Ke resto Jepang aja gimana?" tanya Naomi. "Ka..kamu tau aku suka makanan Jepang?" tanya Ve tidak percaya dan memelankan jalan mobilnya.

"Kamu emang kagetan gini tah orangnya?" tanya Naomi mengulum senyumnya. "Diperhatiin sama orang yang disayang, gimana ga kaget" gumam Ve pelan namun masih dapat didengar oleh Naomi.

"Ada apa, Ve?" tanya Naomi seolah tidak mendengar. "Gpp, Mi. Kita makan di resto langganan aku aja ya" ucap Ve tersenyum menatap Naomi. Naomi mengangguk mengiyakan.

Sesampainya di resto, mereka memesan makanan dan kembali saling diam.

"Tadi di kantin tumben kamu heboh. Kenapa?" tanya Naomi berusaha mencari bahan pembicaraan.

"Itu.. Karena.. Ehmm.. Itu.." jawab Ve tergagap saat menatap mata Naomi. "Karena chatku?" tanya Naomi dan dijawab anggukan cepat oleh Ve. Naomi tersenyum melihat ekspresi Ve.

"Segitu pentingnya ya chat aku buat kamu?" tanya Naomi lagi dan lagi mendapat anggukan cepat dari Ve.

"Kamu lucu banget sih, Ve. Kenapa ga ngomong? Gugup?"
Lagi... Ve hanya mengangguk cepat.

Saat ini, mereka sedang duduk bersebelahan dengan kursi lesehan di ruang VIP.

"Ada yang mau kamu omongin?" tanya Naomi lagi. Ve diam dan perlahan menggelengkan kepalanya. "Yakin?" tanya Naomi dan mendapat anggukan kepala dari Ve.

"Ngomong dong, Ve. Aku cape ngomong sendiri. Mending aku jalan sama boneka dudut deh daripada jalan sama kamu kalo gini jadinya" ucap Naomi cemberut dan menatap ke depan, memperhatikan air yang mengalir di dinding.

You Complete MeWhere stories live. Discover now