Bel pulang sekolah berbunyi, AomDarin menuju kantor membahas tentang pensi dengan beberapa guru karena Aom merupaka ketua pelaksana sedangkan Darin adalah wakilnya.
Sementara itu BatzNae menunggu AomDarin di pinggir lapangan. Batz menggenggam tangan Nae dengan Nae menaruh kepalanya di pundak Batz.
Mereka berbincang tentang gosip artis, politik negri dan film terbaru.
Tak lama kemudian, AomDarin selesai dan diantar pulang oleh BatzNae.
Batz mengantarkan Aom sementara Nae mengantarkan Darin. Lalu mobil Nae dititipkan di rumah Darin sementara Nae dijemput oleh Batz.
"Kita makan dulu ya" ucap Batz yang sedang menggenggam tangan Nae. "Ga kita beli dulu tiketnya, baru deh makan. Gimana?" usul Nae yang disetujui oleh Batz.
Setelah sampai, Batz mengantri untuk membeli tiket. Kemudian mereka makan di salah satu resto di Mall tersebut.
"Kamu gpp kan pulang malam?" tanya Batz ketika mereka tengah makan. "Gpp. Tadi aku udah bilang sama Papah kalau aku pergi sama kamu" ucap Nae.
"Oh.. Baguslah"
"Emang kenapa? Kita mau kemana sampe malem?" tanya Nae dengan tetap menyuap makanannya.
"Aku nanti mau mengajakmu ke suatu tempat" ucap Batz tersenyum menatap Nae. "Kemana?" tanya Nae dengan wajah berbinar namun hanya dijawab senyuman oleh Batz.
Setelah makan, mereka mulai memasuki bioskop karena film akan segera tayang.
Selama film tayang, genggaman mereka tidak pernah lepas. Kepala Nae juga terus berada di pundak Batz.
Film bergenre romantis tersebut sedang menampilkan adegan ciuman. Batz yang melihatnya lalu mendekatkan wajahnya ke arah Nae.
Mereka berciuman meski adegan tersebut sudah habis.
Lalu Nae melepas ciuman mereka.
"Hahaha inimah kita yang ditonton, b" ucap Nae mengusap bibir Batz. Batz mengangguk dan mencium pucuk kepala Nae.
Usai nonton, Batz mengajak Nae untuk karaoke bersama.
Nae mengikuti kemauan Batz.
Mereka gila-gilaan di dalam ruang karaoke. Mulai dari lagu galau, lagu jatuh cinta, hingga lagu EDM.
Mereka juga sempat berfoto dan membuat video kegilaan mereka.
Batz sangat bahagia karena dapat membuat Nae tertawa lepas bahagia.
"Hahahahha b.. Ini gokil.. Sangat seruuuu" teriak Nae di akhir lagu mereka.
"Hahaha kamu senang, sayang?" tanya Batz merangkul pinggang Nae.
"Sangat senang, b. Makasih ya" ucap Nae mengecup bibir Batz.
Saat hendak melepaskan, Batz menekan tengkuk Nae dan memperdalam ciumannya. Tanpa berpikir panjang, Nae membalas ciuman Batz lalu melepasnya setelah kehabisan napas.
"Huh..hah.. Kamu ini, seneng banget nyium-nyium" ucap Nae mengusap bibir bawah Batz.
"Sama calon istri sendiri gini. Biarin aja" ucap Batz menguap rambut Nae. Nae mengangguk dan mengulurkan tangannya mengajak Batz keluar.
Batz menerima uluran tangan Nae dan berjalan menuju kasir.
Setelah membayar, Batz mengajak Nae ke suatu tempat.
Di tengah perjalanan, Batz memberhentikan mobilnya.
"Kok berhenti?" tanya Nae menatap Batz. "Sebentar" Batz tidak menjawab pertanyaan Nae, melainkan mengambil sesuatu dari jok belakang.
