DARK STONE

1.7K 90 2
                                        

"Bibi, di mana?" panggil ku sembari berjalan di halaman depan rumah

Bibi ku mengalami gangguan kejiwaan, dia sering mehilang dan selalu ditemukan ditempat yang sama, yaitu di atas sebuah batu yang telah ada sejak lama.

"Bibi jangan ke sana lagi yah"

"Ggrrrrrr!!!"

Bibiku selalu menggeram saat ku ajak bicara. Aku sangat khawatir terhadapnya. Ia tak suka makan nasi, roti, atapun sayuran. Dia hanya suka memakan bunga, lumut, dan daun-daun yang berjatuhan di sekitar batu tua itu.

Bahkan dia hanya ingin minum dari air yang menetes di atas batu tersebut. Sehingga aku selalu menyiram batu itu agar bibi tak kehausan. Sulit rasanya menerima keadaan seperti ini, aku sangat tak tega melakukan hal ini.

Tapi mau bagaimana lagi, ini cara satu-satunya yang dapat ku lakukan agar bibi tak agresif. Di rumah hanya ada aku dan bibiku, kedua orangtua ku telah meninggal karena kecelakaan beberapa minggu setelah membeli rumah ini, sedangkan keluarga ku yang lain tak ada yang peduli dan pergi menjauh dari kehidupan kami.

Hal yang sangat aneh baru saja terjadi. Saat itu, ketika hujan yang sangat deras dan petir yang menyambar-nyambar sedang berlangsung, lagi-lagi bibi menghilang.

Aku langsung pergi ke tempat batu tua itu. Aku sangat shock dan tak percaya apa yang telah ku lihat saat ini.

Batu itu bukanlah batu biasa. Tapi batu itu adalah sebuah kepala dari makhluk gemuk dan besar, kulitnya merah dan matanya hanya satu.

Apakah itu dajjal?

Bibi berdiri di sebelah makhluk tersebut, kemudian makhluk itu memakan kepala bibi dan melemparkan tubuh bibi ke arahku.

Aku berlari, dia mengejar dengan sangat cepat. Aku langsung masuk mobil dan pergi dari rumah itu.

Tapi sayang sekali, aku masuk ke dalam sebuah lubang hitam. Aku dijebak, aku jatuh dan sampai ke dasar lubang tersebut. Apa yang ada di sana?

Yah, kumpulan manusia yang di rantai, di siksa bagaikan di neraka, api yang panas terus membakar tubuh ini. Aku tak tahu harus kemana lagi, mata ku mulai keluar satu persatu, tanganku putus, kaki ku patah, usus ku keluar dari anusku, dan otakku mendidih.

Kurasa ini akhir dari hidupku, dijebak oleh makhluk bermata satu.



-AR-

DIE : Future Is Not Real [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang