LOG

1.2K 83 5
                                        

Senja telah tiba, orang-orang mulai menyiapkan makan malam lalu bergegas untuk tidur. Makan malam hari ini adalah daging asap dengan saus kacang kesukaanku. Saat aku akan menyuapkan makanan ke dalam mulutku, tiba-tiba aku mendengar seseorang mengetuk pintu.





Siapa dia yang datang malam-malam begini?





Ternyata hanyalah kakek tua dengan empat boneka kayunya. Aku pun mempersilakan ia masuk dan menawarkannya makan malam bersama ku. Aku merasa iba dengannya, baju compang-camping dan wajah yang kotor terkena debu, sepertinya dia tersesat di tengah kota yang sebesar ini.

Jadi, kubiarkan ia makan untuk mengisi tenaganya lebih dulu.



***




Beberapa saat kemudian kami berbincang-bincang. Kakek tersebut mulai membuka mulut dan menceritakan apa yang sedang terjadi.

Ia berkata bahwa ia tinggal di tempat yang jauh dari pusat kota, di sebuah rumah kecil, ia hanya hidup sebatangkara. Setiap hari ia selalu menebang pohon di hutan tanpa rasa lelah. Kakek tersebut juga menderita penyakit Parenkim otak dan gangguan tidur, yaitu sleep walking.

Karena penyakit itu, terkadang ia sulit mengendalikan dirinya. Ia menggerakan tangannya seolah-olah sedang menebang pohon tanpa ia sadari.

Aku pun menanyakan kemana istri dan anak-anaknya. Dan ia berkata, istri dan anak-anaknya telah meninggal.











"..... Itu semua karena penyakit ini." sambungnya


Hah?? Aku hanya terdiam dan memahami ceritanya. Apakah dugaanku benar? Apakah kalian berpikiran sama seperti yang aku pikirkan?

Kakek tersebut melanjutkan ceritanya.



"Malam itu aku sedang tidur di samping istri dan anak-anakku, keesokan harinya saat aku terbangun, seisi rumah sudah hancur berantakan, dan yang membuatku terkejut adalah saat melihat badan istriku terbelah menjadi dua hingga usus dan jantungnya berceceran, anak-anakku mati dengan kepala yang hancur berantakan, kulit mereka terkelupas seperti habis dikuliti hidup-hidup. Aku tahu penyakit ini sudah lama dari seorang tabib yang lewat di depan rumah kami. Tapi tak pernah sampai separah ini."

"Jadi keluarga kakek habis terbunuh di tangan kakek sendiri?" tanyaku

"Ya benar, setelah kematian mereka, aku masih terus melanjutkan hobiku untuk menebang pohon, lalu kayu dari pohon tersebut ku pahat dan ku satukan menjadi boneka yang menyerupai keluargaku" sambung kakek tersebut

"Kakek ke kota untuk menjual boneka kayu itu?" yang aku

"Tidak, aku ke kota untuk membunuh setiap orang yang kutemui lalu darahnya ku bawa ke hutan, dan kubuatkan boneka kayu yang mirip seperti mereka, dan langkah terakhir ku teteskan darah mereka ke boneka kayu buatanku"

"Hah!!!"

"Yah, mereka hidup dalam boneka ini......." kata kakek tersebut dan meletakkan boneka kayu tersebut di lantai





Lalu....






"BANGUN LAH KALIAN DAN BUNUH DIA UNTUK MENJADI TEMAN KALIAN!!"

Boneka kayu tersebut bangkit dan mengejarku, aku tak kuat berlari lebih jauh lagi. Boneka tersebut loncat ke bahuku......
















































Dan ia menusuk kepalaku dengan pisau.



"Koleksi ku semakin banyak, perang antara boneka hidup dan manusia akan datang...











TAPI TUNGGU DULU!!! Kulihat dari kamera depan ponselmu, boneka yang ada di kamarmu saat ini sedang melirik mu....."





















































"Dia Hidup"


-AR-

DIE : Future Is Not Real [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang