Namaku Agler, usiaku empat tahun. Saat ini aku tinggal di gubuk yang berada di tengah hutan bersama orangtua dan kakek nenekku. Orangtuaku mengatakan bahwa lebih baik aku ikut dengannya daripada harus tinggal menderita bersama kakek dan nenekku.
Dalam lubuk hatiku, aku tak sanggup meninggalkan kakek dan nenekku. Mereka yang selama ini menemaniku di atas kasur ini selama kedua orangtuaku pergi ke hutan.
Kakek dan nenekku lumpuh, hanya mereka yang selalu ada di sampingku. Tapi, sejak hutan di landa kekeringan, tak ada makanan, air dan sebagainya, orangtuaku mengajakku untuk pindah ke tempat lain dan membiarkan kakek dan nenekku mati di tengah hutan yang tandus.
Aku memaksa untuk tetap tinggal, tetapi orangtuaku membantah dan menyeretku pergi dari gubuk tersebut. Aku tak ada pilihan selain ikut bersama kedua orangtuaku.
25 Tahun sudah berlalu, kami sekarang tinggal di kota. Di rumah yang nyaman sejak orangtuaku bekerja keras mencari uang, dua tahun yang lalu ayahku meninggal karena penyakit jantung, dan saat ini aku hanya berempat bersama ibuku yang bekerja sebagai sekretaris di salah satu perusahaan besar, dan kedua anakku.
Saat ini aku telah menempuh pendidikan hingga Sarjana S2. Aku mendirikan sebuah panti asuhan yang tak jauh dari rumah. Aku memiliki dua anak kembar bernama Candy dan Loly, anak perempuan yang sangat lucu, saat ini mereka berdua berusia enam tahun.
Istriku telah meninggal enam bulan yang lalu karena kecelakaan. Saat itulah aku merasakan stress yang luar biasa karena sangat kehilangan orang-orang yang ku cintai.
Delapan tahun sudah berlalu, saat ini aku hanya hidup berdua bersama dengan Candy. Ibuku di pecat dari pekerjaannya tiga tahun yang lalu, ia sangat depresi dan membunuh Loly sebagai tempat pelampiasannya.
Ibuku mengikat kepala Loly dengan tali, dan di ujung tali yang satunya, ia ikatkan dengan sekarung batu yang sangat berat. Ia menjatuhkan karung batu tersebut dari lantai dua, kepala Loly yang tak bisa menahannya akhirnya putus dan tersangkut di pagar pembatas lantai dua.
Ibuku di penjara, lalu dia mati bunuh diri di penjara dengan merebut pistol seorang polisi dan menembakannya ke kepalanya.
Aku berjanji akan membesarkan Candy dengan sepenuh hati. Aku tak ingin dia bersedih, ku bebaskan dia, ku ajak dia keliling dunia, hingga dia memiliki pacar bernama Nathan.
Seorang pemuda berkulit putih dan bermata biru, ia berhasil mengambil hati putriku. Mereka berpacaran selama tiga tahun.
Lima tahun telah berlalu, perusahaanku bangkrut karena telah di tipu oleh bawahanku sendiri, ia mengambil data perusahaan yang sangat penting dan menjualnya keluar negeri, nama perusahanku telah tercemar.
Kini hidupku merasa hancur, harta bendaku di sita untuk membayar tagihan kredit. Ku dapat kabar bahwa Candy sedang mengandung anak dari pemuda bernama Nathan.
Ia melarikan diri dan tidak bertanggungjawab. Putriku, Candy, merasa sangat hancur, hidupnya di penuhi dengan luka, beberapa kali ia ingin menggugurkan kandungannya, tetapi aku berhasil mencegahnya.
Hingga keesokan harinya ku temukan ia mati bunuh diri dengan menusukan pisau ke perutnya sebanyak empat kali.
Saat ini aku hidup sendiri, tak ada yang menemaniku, pikiranku kacau, berkali-kali aku mendengar bisikan seseorang yang menyuruhku bunuh diri. Tetapi aku berhasil menahan diri.
Aku akan tetap kuat, aku akan berusaha untuk hidup hingga masa tuaku.
Saat ini usiaku 70 tahun, tak kusangka aku masih bertahan melewati jalan hidup yang penuh dengan kekecewaan. Sekarang ku rasa waktunya untuk mati, usiaku sudah cukup tua, tak sanggup ku berjalan, apalagi bekerja.
Meminta-minta di pinggir jalan juga tak akan mencukupi kebutuhanku. Dan aku merasakan rintik-rintik hujan mulai turun membasahi bumi ini. Kurasakan jantungku berhenti berdetak, mataku perlahan menutup. Kudengar seseorang berteriak membangunkanku, tetapi itu semua percuma.
Berat atau mudahnya jalan hidup adalah pilihan kalian. Jalan hidup kalian berat karena kalian yang merasa terbebani, tetapi jika kalian ikhlas menjalani segala hal dan tetap yakin dengan diri kalian, jalan hidup kalian akan mudah walau banyak kekecewaan menusuk diri kalian.
-AR-
KAMU SEDANG MEMBACA
DIE : Future Is Not Real [COMPLETED]
Horror"Masa depan tidak lah nyata, hanya ekspetasi orang biasa. Masa depan adalah kematian yang nyata akan terjadi. Mati sekarang atau nanti? Kita pasti akan bertemu...." -Mr. Die Email : adityaramadhan55892@gmail.com Instagram : @adityar05 Line : adite05
![DIE : Future Is Not Real [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/78617438-64-k196677.jpg)