GESTATIONS

612 44 2
                                        

Aku di kamar sendirian, merasakan sakit yang luar biasa. Kurasakan air yang ke luar dari vaginaku, aku berteriak minta tolong tapi tak ada yang mendengarkanku.

Ini semua karena laki-laki yang tidak bertanggungjawab itu, badanku mulai kaku, aku hanya dapat menggeliat dan meronta di atas kasur ini. Darah berceceran dimana-mana, aku rasa aku sudah tak tahan dan akan segera mengakhirinya.

Beberapa lama kemudian, anak ini keluar dari perutku, wajahnya cantik bak bidadari. Ari-ari nya masih menempel dan perutku sobek setelah ku robek dengan pisau di atas meja di samping kasurku.

Aku kehabisan darah, anakku menangis. Lalu orang-orang berdatangan menyelamatkan kami dan saat itulah aku mati.

Dan malam itu, pertama dan terakhir kalinya aku melihat anakku sendiri. Maafkan Ibu nak, harus meninggalkanmu sendirian tanpa orangtua.

Ibu harap kau tidak seperti Ibumu yang hina ini suatu hari nanti.


-AR

DIE : Future Is Not Real [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang