"pah, kenapa papah gak pernah bisa hargain usaha aku? Kenapa pah?"
"kenapa papah gak bisa ngertiin aku? Kenapa pah?"
"semua ini terjadi sejak papah pisah sama mamah"
"papah selalu mikirin diri papah sendiri!"
Tak pernah ku sampaikan semua kalimat itu ke papah, ia tak pernah mendengarkanku, selalu memarahiku, bahkan tak peduli dengan diriku. Papah sudah meninggal seminggu yang lalu, tak satu pun air mata yang menetes dari mataku. Mengapa? Karena ia telah menguras seluruh air mataku selama ia masih hidup.
Papah meninggal karena kecelakaan mobil di sebuah tikungan tajam dan menyebabkan mobilnya masuk ke dalam jurang. Kini aku tak punya siapa-siapa. Mamah telah pergi entah kemana, hanya aku dan tante ku di rumah ini.
Seluruh isi hatiku selalu ku ceritakan padanya, seperti saat papah memarahiku, saat papah tak mempedulikan ku, dan lain sebagainya. Tante ku berkata, kalau papah tak pernah ingin melakukan hal itu. Ia bercerita bahwa papah pernah berkata padanya "aku tak pernah ingin memarahi anakku, aku memarahinya agar ia mengerti, aku pun sedih sesaat dan setelah memarahinya, kalau aku ingin menangis, aku bisa menangis. Aku sangat sedih saat harus memarahinya, aku hanya ingin di mengerti"
Di balik sifat tegasnya, papah adalah orang yang baik, ia melakukan hal itu untuk kebaikan tanpa maksud yang buruk. Tapi mau bagaimana lagi, aku tak bisa menyesali kepergiannya. Andaikan saja saat itu aku tidak memotong kabel remnya, pasti ia masih hidup.
-A.R-
KAMU SEDANG MEMBACA
DIE : Future Is Not Real [COMPLETED]
Horreur"Masa depan tidak lah nyata, hanya ekspetasi orang biasa. Masa depan adalah kematian yang nyata akan terjadi. Mati sekarang atau nanti? Kita pasti akan bertemu...." -Mr. Die Email : adityaramadhan55892@gmail.com Instagram : @adityar05 Line : adite05
![DIE : Future Is Not Real [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/78617438-64-k196677.jpg)