MIRROR

1K 81 1
                                        

Aku senang sekali menatap wajahku di cermin. Bahkan aku sampai tak sanggup berkedip. Aku selalu melihat cermin kemana pun aku pergi karena ia selalu menemaniku. Namun, saat itu.....















Ibu sedang sakit, ia memintaku untuk mengambil buah-buahan agar dapat kami makan. Tapi cuaca sedang tidak bersahabat. Badai yang sangat luarbiasa disertai dengan petir yang menyambar. Ibu terus memintaku untuk mengambil buah-buahan. Aku berusaha menolak, tapi ia mengancamku dengan.....































".....memecahkan kaca milikku."

Aku terpaksa pergi mencari buah-buahan di hutan. Air hujan membasahi tubuhku, bercak lumpur menempel di wajahku, yah, kini aku harus bercermin, apakah aku baik-baik saja? Aku takut karena tak ada yang menemaniku.

Sampai pada akhirnya aku pulang dan membawa dua buah apel dan satu sisir buah pisang. Tapi saat aku sampai, Ibu sudah meninggal. Menurutku, Ibu meninggal karena serangan jantung akibat suara petir yang menggelegar saat itu.

Cermin milikku masih ada di genggamannya saat itu, aku pun selalu menyimpan dan menjaganya sampai suatu saat aku tak sengaja memecahkannya. Mengapa?






















































Karena ku lihat Ibu terjebak di dalam cermin, yah, dan aku terkejut hingga ku jatuhkan cerminnya hingga pecah.

-AR-

DIE : Future Is Not Real [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang