SEE THAT!!

386 43 0
                                        

Aku adalah seorang suster di sebuah rumah sakit yang jaraknya sangat jauh dari kota. Rumah sakit yang sangat terpencil, dan hanya mengobati warga desa serta orang-orang sakit yang sedang menempuh perjalanan jauh.

Siang ini ada seorang kakek, dua anak remaja, dan juga anak kecil sekitar usia 7 tahun yang baru  masuk daftar pasien di rumah sakit ini. Teman-temanku sudah mengurus kakek dan anak berusia 7 tahun tersebut.


Sedangkan untuk dua remaja lainnya akan diurus olehku dan dokter Hendrik. Dua remaja ini sakit demam berdarah sejak minggu lalu, namun baru dapat dibawa sekarang kerumah sakit.


Setelah mengobati mereka semua, aku mendapat kabar buruk yaitu, bahwa aku harus kerja lembur malam ini.


"mbak, Ris. Jadwalnya boleh diganti gak? Jangan aku dong yang lembur, malah cuman bertiga lagi" ujarku dengan penuh harapan


"kayanya kamu berdua aja Feb. Soalnya Nina kan udah resign jadi ya dia gak kerja lagi, cuman kamu sama Voni aja yang lembur"


"tuhhhhh kaannnn, ishhh gimana nih, soalnya Ayahku lagi keluar kota, Ibuku sendiri di rumah"


"maaf ya Feb. Udah terlanjur juga ini jadwal lembur di tanda tanganin sama Dokter"


"iyaudah lah, nanti aku lembur sama Voni"




** 21:49 **

"Feb aku pulang duluan ya" kata mbak Riska sembari menepuk pundakku dari belakang


"ehhh, Voni mana mbak? Kok aku gak ada liat?"



"Voni tadi jam 8 ijin pulang sebentar antar obat demam buat ibunya. Tunggu aja, bentar juga balik"



"yaudah lah, ishh sendiri lagi, hidup ku sendiri terus"



"sabar aja, nanti juga di temenin kok. Ohh iya Feb, nanti jam 2 pagi pasien remaja yang kamu obatin harus kamu cek lagi tuh, dia aku pindahin di samping kamar 19"



"oke mbak, siap"


** 01:33 **

"aduh, Voni gak balik-balik lagi, jadi  lembur sendiri kan"

Mencoba menghilangkan rasa kesepian, aku langsung mengambil berkas untuk melakukan pengecekan pada pasien remaja yang kuobati sebelumnya.




Dilorong kulihat seseorang meringkuk di depan pintu kamar. Setelah ku dekati betapa terkejutnya aku melihat remaja yang tadi siang kuobati, saat ini sedang duduk dan menangis di depan pintu.



"kamu kenapa? Kok duduk di sini? Ke dalam yuk, dingin di luar. Sudah jangan nangis lagi, nanti lukanya sembuh kok, gak akan sakit lagi"



"nggak sakit kak"



"terus kenapa? Ayok masuk" ucapku sembari memegang tangannya dan membawanya masuk ke dalam.


"kakak gak lihat!!! Coba lihat itu!" jawabnya dengan menunjuk ke arah kasur rumah sakit.





























































"ITU AKU DI KASUR SUDAH MATI!!" sambungnya






Jadi siapa yang saat ini aku pegang? Dirinya yang telah mati atau hantu yang telah menyamar dan membunuh remaja itu?







-A.R-
1  9  9  8




"jangan pegang tangan orang sembarangan, kau tidak akan tahu apa yang dia sembunyikan"

DIE : Future Is Not Real [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang