Sekarang aku berusia 7 tahun, saat ini aku baru memasuki bangku sekolah dasar. Banyak barang-barang baru yang Ibu belikan kepadaku, seperti tas sekolah, baju, buku, sepatu, dan lain sebagainya yang serba baru. Aku sangat senang, dan aku menyayangi Ibuku.
Aku dibesarkan seorang diri, aku tak tahu siapa Ayahku. Sejak kecil aku hanya di temani oleh Ibu. Dia selalu mengabulkan apa yang aku inginkan, bahkan disaat ia sakit pun, ia masih tetap beraktifitas seperti dikala ia sehat, aku berharap, Ibuku dapat hidup selamanya.
Beberapa tahun kemudian, Ibuku meninggal. Aku belum berusia genap 10 tahun. Aku tak tahu harus hidup dengan siapa, bahkan kasus kematian Ibuku masih menjadi misteri.
Yang terlintas di benakku hanyalah senyuman Ibu yang manis, aku rindu dengannya. Dan saat ini aku berjanji akan membunuh orang yang telah membunuh Ibuku, dan aku akan membunuh orang itu dengan cara yang lebih kejam.
Berhari-hari aku menunggu hasil yang di dapatkan oleh polisi, tetapi aku tak mengetahui hasil dari kematian Ibuku.
Yang aku ingat terakhir kali saat Ibu masih hidup, aku sedang bermain dengan temanku. Kami membuat pesta teh, kemudian aku yang membuat tehnya.
Ibu bergabung dengan kami, pesta teh semakin meriah, Ibu sangat senang karena menurutnya aku dapat membuat teh.
Setelah itu, aku pergi bermain keluar dengan temanku. Sore hari, aku kembali kerumah dan melihat Ibu tergeletak di dapur dengan wajah yang membiru.
Aku tak bisa melupakan kejadian itu, kemudian polisi datang, ia memberitahukan ku hasil informasi mengenai kematian Ibuku.
Ini lah saat yang kutunggu, aku berjanji akan membunuh orang yang telah membunuh Ibuku.
"apa kau yang bernama Intan?" tanya pak Polisi
"iya benar"
"Ibumu meninggal karena meminum teh beracun, kami tak tahu ia dapatkan dari mana teh itu"
"Ibuku mendapatkan teh tersebut dariku, aku yang membuatkannya saat pesta teh dengan temanku. Aku pikir Ibu tak meminumnya sungguhan, karna aku dan temanku hanya berpura-pura meminumnya. Aku tak tahu Ibu benar-benar meneguk teh yang kubuat"
"memangnya dari bahan apa kau membuatnya?"
"dari teh yang ku temukan di tempat sampah, dan juga kotak kecil seperti kardus yang berisi bubuk berwarna biru dengan gambar binatang peliharaanku"
"apa itu?"
"gambarnya tikus"
"kau memberi racun tikus pada teh itu?" tanya polisi kaget
"iya benar"
"maka kau sendiri yang telah membunuh Ibumu"
Dari situlah aku terkejut, aku mencari siapa pembunuh Ibuku, ternyata orangnya tak lain adalah anaknya sendiri, yaitu aku.
Dan aku berjanji akan bunuh diri dengan cara yang sama seperti saat Ibuku meninggal.
Yah....
Dengan memakan racun tikus, tanpa teh!
-AR
KAMU SEDANG MEMBACA
DIE : Future Is Not Real [COMPLETED]
Horror"Masa depan tidak lah nyata, hanya ekspetasi orang biasa. Masa depan adalah kematian yang nyata akan terjadi. Mati sekarang atau nanti? Kita pasti akan bertemu...." -Mr. Die Email : adityaramadhan55892@gmail.com Instagram : @adityar05 Line : adite05
![DIE : Future Is Not Real [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/78617438-64-k196677.jpg)