Two

2.8K 155 0
                                        

Seperti biasa, Anya berjalan melewati koridor sambil berjalan santai. Menggendong tas warna merah polos yang bertuliskan jansport, dengan penampilan kuncir kuda dan poni ke samping. Anya memasuki ruang kelas yang bertuliskan XI MIA 1, seisi ruangan sedang sibuk mengerjakan pr kimia. Sedangkan Anya hanya tersenyum ringan sambil duduk di kursinya,

" Aris," Anya memanggil Aris lembut,

" najis lo Nya, kalo ada maunya aja baru dibaikin," Viola berkomentar sambil memegang pulpen,

" Vio please, no bacot oke! Kerjain aja tugas lo," Anya hanya tersenyum kecil sambil melambaikan tanganya menuju kursi Aris.

" Aris pr gue udah kelar kan? " Anya bertanya sambil berdiri dan tersenyum manis di depan Aris,

" hmm, udah kok Nya," Aris membuka tasnya dan mencari bukunya,

Mata Anya sudah berbinar, dan sudah memasang senyum lebarnya,
" Anya, kayaknya bukunya ketinggalan dirumah deh," Aris berucap pelan, ekspresi Anya berubah seketika. Dadanya mulai berdegub kencang.

Anya menobatkan bu Tian sebagai guru paling kiler diantara yang terkiler. Dan dia adalah guru kimia, bu Tian tidak pernah terima alasan semua murid jika ke toilet atau ke UKS. Bahkan saat Anya ke 'toilet' dalam waktu yang lama, bu Tian langsung mencari Anya, dan menemukan di kantin. Membuat bu Tian langsung menjemur Anya saat jam istirahat. Dan karena itu pula bu Tian sangat mengenal Anya.

"Aris kok bisa ketinggalan sih? Lo telfon pembantu lo kek, atau siapa gitu yang dirumah lo," Anya mulai panik dan mendesak Aris,

" enggak bisa Nya, bokap sama nyokap gue lagi diluar kota, pembantu gue pulang kampung. Jadi cuma ada ade gue yang kelas 5 sd, dan dia juga gak tau sekolah ini," Anya menepuk Jidatnya, kali ini dia benar-benar panik,

" mana Alamat lo? Ntar gue ke rumah lo," Aris langsung menulis alamatnya di lembar kertas kecil dan memberikan pada Anya,

Anya langsung menghampiri kedua sahabatnya,

" lo kenapa Nya?" Ica menatap Anya,

" si Aris kampret banget tau gak? Masa bukunya ketinggalan," Anya menampakan wajah kesalnya,

" trus lo mau manjat pager lagi? " Viola berhenti menulis dan ikut menatap Anya,

" bahkan kimia di jam pelajaran ketiga dan keempat. Emang bakal keburu?" Ica bertanya sambil memasang wajah ragu,

Anya hanya mengangguk mantap. Anya memang suka menantang 'maut',

" santai aja, lagian jam pelajaran pertama kedua kan pak Hadi, gak bakal dia marah. Tapi kalian bilangnya gue ke UKS ya," Anya menjawab santai, padahal ia sebenarnya juga takut.

Kedua temanya pun langsung menuju pos satpam digerbang, melakukan 'modus' yang biasa sering mereka lakukan yaitu mengajak ngobrol dan mengalihkan perhatian satpam dari pagar. Sementara Anya berjalan mengendap menuju pada samping, perlahan ia memanjat pagar, sebelum memanjat pagar, Anya melepar kedua sepatunya.

" hei, kamu mau kabur ya?" seorang guru tata usaha memergokinya saat Anya sudah ada dipuncak tembok,

"turun kamu cepetan," Anya hanya tersenyum malu sambil turun dari pagar, Anya mengikuti langkah guru tata usaha tersebut. Memasuki ruang BK, Anya duduk di salah satu kursi yang tersedia. Anya kaget setengah mati saat melihat Darren yang sudah babak belur tiba-tiba duduk di sampingnya, diikuti dengan Bu Wati selaku guru BK mereka,

" kalian ini langganan banget ya masuk ruangan ini," Bu Wati berdiri diantara mereka,

" saya baru sekali bikin masalah bu," Anya berucap sambil menatap Bu Wati,

Darren Dan Anya (sebagian di private )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang