Twenty One

1.8K 108 14
                                        

" kamu akhir-akhir ini sibuk banget ya Ren?" ucap Anya sambil melirik Darren yang langsung berhenti mengunyah makanan buatan Anya.

" apa aku yang kurang pengertian?" tanya Anya dengan nada lemah.

" maaf ya," ucap Darren yang membuat Anya mengerutkan keningnya.

" kamu udah ngomog gitu hampir 10 kali Ren."

Darren menatap Anya, rasa penyelasannya mulai menulusup didada Darren.

" kamu bosen sama aku? Kenapa kita gak putus aja?" pertanyaan Anya membuat Darren menoleh dan menatap tajam pada Anya.

" sampe kapanpun aku gak bakal putusin kamu Nya!" ucap Darren tegas.

" kenapa? Setiap aku ngomong kaya gitu kamu panik. Kalo emang udah gak cocok dan bosen sama aku, kamu tinggal putusin aku," ucap Anya tegas, dadanya naik turun.

" Nya, aku minta maaf karena sekarang aku jarang banget ada waktu buat kamu, tapi aku cinta sama kamu Nya," Darren berusaha meyakinkan Anya, tapi Anya sudah terlanjur kecewa dengan Darren.

Sudah 4 kali Darren mengingkari janjinya kepada Anya. Anya sering menunggu hingga 2 jam di cafe, tapi Darren tak pernah datang.

" Ren, aku selalu berjuang buat kita, tapi gabakal ada artinya kalo aku doang yang berjuang," ucap Anya yang membuat Darren kehabisan kata.

Darren hendak menghampiri Anya dan ingin memeluknya, tapi Anya menepis tangan Darren dan segera pergi dari halaman belakang sekolah.

Darren masih diam ditempatnya, ini memang salahnya, salahnya karena sudah menyia-nyiakan Anya.

Waktu sangat cepat berlalu, Anya hanya menghela nafasnya sambil memasukan seluruh bukunya kedalam tasnya, sedangkan Ica dan Viola sudah pulang terlebih dahulu. Anya berjalan melewati koridor, matanya melihat Angel yang sedang merokok di halaman yang sepi.

Anya yang datang langsung mengambil rokok Angel dan membuangnya.

" anjing lo! " teriak Angel tidak terima.

" kenapasih lo selalu ganggu gue? Lo itu cuma bikin tambah kacau hidup gue!" teriak Angel sekali lagi.

" gue cuma gak mau badan lo rusak Ngel," seru Anya sambil duduk disamping Angel.

" udah terlamabat Nya."

" Ngel, gue minta maaf atas segala kesalahan gue ya, maaf kalo lo gak suka hubungan gue sama Darren," ucap Anya pelan sambil menatap Angel.

Angel melirik Anya, ada rasa iba saat Anya berucap parau.

" kenapa lagi Darren? Suara lo kaya orang nahan tangis gitu," ucap Angel yang membuat Anya menoleh padanya.

" gue gak tau Ngel, kalo tau kaya gini gue gak bakal terima Darren dari awal."

Anya menunduk sambil memainkan kedua tangannya.

" nanti malem lo ke club kan?" tanya Anya yang membuat Angel langsung mengkerutkan keningnya.

" kenapa? Kalo lo mau ikut gue gak bakal izinin."

Anya menatap Angel dengan tatapan memohon.

" plis Ngel, gue cuma pengen mastiin sesuatu," ucap Anya dengan ada memohon.

" Nya, dunia malem itu bukan tempat lo," ucap Angel yang berusaha menolak kemauan Anya.

" Ngel, please ya."

" ini pasti ada hubungannya kan sama Darren?" tanya Angel nenyelidik, Anya mengangguk.

Angel menghela nafasnya,
" oke."

" Ren, kali ini lo bener-bener keterlaluan," ucap Miko sambil menatap Darren.

" Mik, jangan mojokin gue kaya gini. Dalam waktu seminggu lagi gue bakal putusin Anya dan balik lagi sama Lisa," ucapan Darren membuat Aldo menatap tajam Darren.

" bangsat lo ya. Lo putusin Anya sekarang! Atau gue bongkar semuanya."

Darren menghela nafas beratnya, matanya menatap Aldo dengan tatapan memohon.

" Do, ini urusan gue. Kalian gak berhak menilai Lisa dan ngejelek-jelekin dia, Lisa tu berarti buat gue."

Miko memasang senyum meremehkannya,
" lo punya otak gak sih?! Lo pacaran sama Lisa cuma bawa pengaruh buruk buat diri lo! Setiap malem hobi lo cuma clubbing gak jelas, pulang juga mulut bau alkohol. Jangan-jangan lo juga sempet ke hotel lagi sama dia, cewe kaya gitu sama om om aja mau."

Buk

Buk

Darren memukul pipi Miko hingga Miko terjatuh dari kursinya.

" gue udah bilang jangan pernah ngehina dia Anjing!"

Darren merapikan bajunya dan langsung meninggalkan rumah Aldo.

Pikirannya dan hatinya sangat berbeda. Jika hatinya ingin Anya tapi pikirannya ingin Lisa. Bahkan ini sudah ke lima kalinya Darren menghabiskan rokoknya, matanya menatap keramaian yang diiring musik yang keras. Club Five Stars yang selalu Darren dan Lisa kunjungi, Darren menunggu kedatangan Lisa sambil menghisap putung rokoknya, sesekali matanya melirik jam kulit ditangannya yang sudah menujukan pukul 23.38 menit.

" hai Ren," suara Lisa menginterupsi Darren yang sedang bengong.

" ke dance floor yuk, aku lagi bete hari ini."

Darren mengangguk lalu berdiri dari tempatnya dan mengikuti langkah Lisa. Darren terus bergoyang mengikuti alunan musik, posisi Lisa juga daritadi memeluk Darren.

" udahan yuk, udah jam satu malem," teriak Darren dikeramaian.

Lisa mengangguk, Darren menarik Lisa keluar Club. Sedangkan Anya yang baru datang melihat Darren keluar, dengan cepat mengikutinya.

Anya
Ren kamu dimana? Abra nyariin kamu.

Tulis Anya dalam pesannya, padahal faktanya Abra tak pernah mencari Darren.

Darren
Kamu bilang Abra besok aja ketemuannya, aku mau tidur

Anya melirik ponselnya, hatinya benar benar sakit.

Anya
Tapi malem ini kamu gak ke club kan?

Darren
Enggak sayang,aku lagi dikamar.

Anya menatap nanar balasan pesan Darren.

" kamu kapan putusin Anya?"tanya Lisa sambil duduk di kursi yang tersedia diluar club.

" aku cape jadi selingkuhan kamu," ucal Lisa sambil menaruh kepalanya di pundak Darren.

" kasih aku waktu satu minggu," jawab Darren ragu.

" kalo gak sayang kenapa masih dipertahanin, kamu gak sayang Anya kan?"

Darren diam mendengar pertanyaan Lisa, kemudian Darren mengangguk. Air mata Anya benar-benar sudah meluncur, dadanya benar-benar sesak. Anya menghampiri Darren dan Lisa, Darren terlihat kaget dan gugup.

"Ren."

Plak

"lo brengsek, seharusnya dari awal gue gak terima lo, seharusnya dari awal gue dengerin Abra, seharusnya...- hiks hiks," Anya menangis, dadanya benar benar sesak.

" Nya."

Darren berusaha memegang lengan Anya, tapi dengan cepat Anya menepisnya.

" jangan sentuh gue. Kita putus! Sekarang lo seneng kan Lis? Lo gak perlu lagi jadi selingkuhan. Dan lo Ren, gue gak mau liat muka lo lagi, kalo ketemu jangan pernah liat gue, anggap aja seperti orang asing yang gak pernah kenal."

Anya mengusap wajahnya kasar. Darren diam ditempatnya, Anya nya telah pergi, hati Darren sakit melihat air mata Anya yang membasahi pipinya.



Darren Dan Anya (sebagian di private )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang