Awalnya Anya ingin seperti hujan, walaupun sudah jatuh berkali-kali hujan akan tetap datang membasahi bumi. Kata orang jika kamu jatuh cinta, kamu juga harus siap tersakiti, tapi jika sesakit ini lebih baik Anya tidak mengenal cinta.
" Nya, kenapa dari awal pelajaran sampe sekarang muka lo selalu murung?" Ica bertanya pelan, hatinya sedih melihat mata Anya yang terlihat sembab dan tidak berdaya.
" gak papa Ca, efek nonton drama," Anya mengulas senyumnya.
Senyum yang sekarang Anya pancarkan hanyalah cover untuk hatinya yang tidak baik baik saja.
" ada masalah ya sama Darren?"
Anya menggeleng dan memilih tersenyum kecil.
Sekarang Darren ada di rooftop sekolah, bahkan bibirnya tak bisa berhenti menghisap rokoknya. Hatinya kosong, benar-benar kosong. Ponselnya sedari tadi berbunyi, tapi Darren memilih mengacuhkannya dan tetap menatap awan. Pipinya memar karena pukulan Miko tadi malam.
Ica
Ren, lo ada masalah sama Anya? Matanya sembab, badannya sedikit panas. Sekarang dia di UKS.
Darren langsung buru buru turun dari rooftop dan menuju UKS. Jika tau hatinya akan terluka seperti ini, Darren akan menarik semua kata katanya dan akan memilih melanjutkan hubungannya dengan Anya.
Matanya mengintip dari jendela, Anya terlihat menangis, bahkan pipinya sudah basah dengan dengan air matanya.
Clek
Anya yang reflek langsung mengusap air matanya kasar, matanya melirik sinis Darren.
" Nya, gue minta maaf Nya."
" gue udah bilang tadi malem, gue gak mau kenal lo lagi!"
" tapi gue khawatir Nya!"
Anya berdiri dari ranjangnya, lalu mendekati Darren. Matanya menatap tajam Darren.
" sekarang mau sandiwara kaya gimana lagi? Lo mau bilang kalo lo cinta sama gue padahal itu cuma omong kosong! Lo mau bilang lo takut kehilangan gue padahal itu juga omong kosong! Sekarang lo bebas Ren, bebas sama Lisa dan masa lalu yang gak pernah bisa lo lupain!"
Anya berjalan tapi badannya terlalu lemah hingga hampir jatuh, tapi dengan sigap Darren menangkapnya.
" Lepasin," Anya menepis kasar tangan Darren, sedangkan Darren hanya pasrah dan melepaskan tangannya dari pundak Anya.
Jam pelajaran hari ini sudah selesai, Anya memasukan semua bukunya.
" Nya, hari ini ada remedial dari bu Tian," ucap Viola sambil menatap Anya.
Anya hanya mengangguk.
" tapi Nya, yang dipanggil lo sama Cakra doang."
Anya kembali mengingat saat ulangan kimia seminggu yang lalu. Saat Anya tidak belajar sama sekali, dan Cakra dengan baik hati memberi semua jawabannya pada Anya. Jika kalian bertanya kenapa Anya tidak menyontek pada Ica dan Viola, itu karena Ica dan Viola duduknya jauh dari Anya.
" Cakra, gue minta maaf ya. Gara gara gue lo dihukum" ucap Anya dengan wajah menyesalnya.
" hmm."
Anya mencebikan pipinya, ini adalah resiko ngomong sama cowok es macam Cakra.
" Cakra!"
"hm."
" ya tuhan, kapan sih lo jawabnya panjang kali lebar. Jawaban lo cuma hmm doang daritadi, plis deh Cakra, gue lagi bosen dan gue pengen ngobrol."
Cakra tertawa melihat tingkah bawel Anya.
" gue harus jawab apa?" tanya Cakra.
" jangan jawab doang, lo juga harus tanya balik!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Darren Dan Anya (sebagian di private )
Teen FictionDarren anak populer dan pembuat onar, kerjaanya cuma cari masalah setiap ada kesempatan, dengan puluhan mantan dari kalangan atas. Anya, cewe polos, ramah, pecicilan dan konyol. Hampir semua guru mengenalnya, karena tingkah konyol yang selalu dia bu...
