Twenty Three

2.6K 111 15
                                        

" kalo bukan karena Angel gue gak mau nurutin kemauan lo," omel Anya sambil memasuki mobil Riyan.

Anya menggunakan gaun putih selutut dengan polesan sedikit make up, rambutnya diabiarkan terurai.

" Darren pasti nyesel putusin lo," ucap Riyan sambil menyalakan mesin mobilnya.

"hah?!"

Riyan hanya menggelengkan kepalanya sambil sedikit tertawa.

" sebenernya alasan lo mau jadi temen gue apa?" Anya bertanya sambil memutar lagu di dalam mobil Riyan.

" jadi gue punya rencana. Lo benci Darren gue juga benci Darren. Gue mau kita balas dendam sama Darren."

Anya menatap Riyan tidak percaya, bagaimana bisa dulu Darren bersahabat dengan cowok sejahat Riyan?

" bukannya lo sahabatnya Darren dulu? Tapi kenapa lo sejahat ini sama Darren?" Anya menatap Riyan intens.

Rahang Riyan mengeras, Riyan tidak ingin mengingat masalalunya dengan Darren, Riyan tidak ingin mengingat betapa dekatnya dia dengan Darren dulu.

" lo gak tau apa apa tentang kehidupan gue dan sibrengsek itu."

" tapi kali ini gue gak mau pake cara kotor itu. Gue gak sejahat lo," Anya masih menatap Riyan tenang.

Riyan tersenyum licik, Anya memang benar-benar polos.

" lo yakin? Lo gak tau kan apa yang selama ini Darren lakuin dibelakang lo?" tanya Riyan yang membuat Anya langsung memasang wajah penasaran.

Riyan memnyalakan rekaman suara diponselnya.

' gue pacaran sama Angel karena Angel mirip banget sama Lisa. Bahkan gue rela jadi selingkuhan Angel karena Angel bener-bener mirip Lisa padahal gue sama sekali gak cinta sama dia. Dan Anya, dia juga salah satu pelarian gue, awalnya gue penasaran banget sama dia, hehehe'

Terdengar suara mabuk Darren.

'Anya itu terlalu polos, bahkan saat gue ingkar janji dan gue bilang gue nganter nyokap, dia dengan bodohnya langsung percaya padahal gue kelabing sama Lisa.'

Riyan mematikan rekamannya, airmata Anya benar benar tumpah membasahi pipinya. Sedangkan Riyan menatap iba Anya.

" kita lakuin rencana lo," ucap Anya sambil menghapus airmatanya kasar. Sedangkan Riyan tersenyum kemenangan, bahkan Anya belum mendengarkan rekamannya sampai habis.

Anya dan Riyan berjalan beriringan kedalam ballroom hotel mewah, Lisa terlihat cantik dengan gaun ungu yang menempel pada tubuhnya, Riyan sengaja memegang kuat pundak Anya, Anya memasang wajah tenang dan senyum manisnya.

" Nya, jangan pernah lemah didepan Darren," bisik Riyan dan hanya diberi anggukan oleh Anya.

Darren baru saja masuk kedalam pesta ulang tahun Lisa, tapi matanya langsung tertuju pada Riyan yang dengan erat merangkul pundak Anya.

" halo sayang," ucap Lisa dan ingin mengecup pipi Darren, tapi dengan cepat Darren menepisnya dan menghampiri Riyan dan Anya.

" jadi sekarang sama Riyan?" tanya Darren sinis, membuat semua tamu Lisa langsung menoleh padanya.

Anya diam seakan-akan Darren hanya angin lalu.

"eits, santai bro. Gue sama Anya cuma temenan," Riyan tersenyum licik sambil melepas rangkulannya.

Anya hendak melangkahkan kakinya, tapi dengan cepat Darren membawa Anya ke arah toilet dan memojokannya ke tembok.

"jauhin Riyan!"

" ini bukan urusan lo, permisi!" ucap Anya tegas, tapi Darren mengabaikannya.

" gue gak mau mantan pacar gue disentuh sama Riyan," ucap Darren sambil menatap tajam Anya.

" lo urusin Lisa! Stop ngatur gue dan ikut campur urusan gue!"

Anya hendak pergi, tapi Darren menahannya dan mencium bibirnya, Anya berontak, tapi tenaganya tak sebanding dengan Darren. Darren mencium bibir Anya.

Darren melepas ciumannya, Anya menatap Darren benci.

Plak

Tamparan dari Anya membuat Darren langsung diam.

" jangan pernah samain gue kaya Angel, Lisa atau mantan lo yang lain yang bisa lo cium seenaknya."

Anya melangkahkan kakinya dari toilet tersebut. Riyan yang sedang asyik mengobrol kaget melihat rambut Anya yang sedikit brantakan dan make upnya yang sedikit luntur. Tanpa pikir panjan Riyan langsung membawa Anya pulang.

" kalo mau nangis, nangis aja. Biar pundak gue ada gunanya."

Anya masih menangis sesunggukan dan tetap menyandarkan kepalanya ditempat duduknya.

" Yan, ceritain sama gue tentang masa lalu dan Darren, ceritain yang sejujur jujurnya, kalo lo ceritain semuanya gue bakal bantu lo balas dendam sama Darren."

Riyan menepikan mobilnya, dia berhenti sambil menghela nafas beratnya. Lalu matanya menatap Anya yang sudah memandangnya.

" gue punya kakak yang bener-bener gue sayang Nya. Dia kakak gue satu satunya. Dia umurnya diatas kita satu tahun Nya. Gue, Darren dan dia satu geng. Dia emang brandal Nya, sama kayak gue dan Darren. Hampir tiap hari kita tawuran, tiap hari juga kita ngerokok, kita ngelakuin itu dengan happy, kita ngelakuin itu untuk solidaritas dan kesenangan. Sampai suatu ketika pas ada tawuran sama SMP lain, dia meninggal, dan gue liat dengan mata kepala gue sendiri Darren ninggalin kakak gue pas dia ketusuk pisau Nya, dan pecundangnya gue, gue gak bisa ngapa-ngapain karena kakak gue ngeliat gue dan ngelarang gue buat mendekat. Itu salah satu alasan gue rebut Lisa dari Darren, karena gue tau Darren cinta mati ama Lisa."

Riyan tiba-tiba memeluk Anya, menumpahkan segala air matanya dipundak Anya, sedangkan Anya, dia sedikit kaku untuk mengelus punggung Riyan untuk menenangkannya.

" tapi Yan, kenapa lo putusin Lisa?  padahal dengan cara lo tetep pacaran sama Lisa itu bakal buat Darren sakit."

Riyan menggelengkan kepalanya kuat.

" dari dulu sampe sekarang Darren bego kalo masalah hati. Gue sengaja putusin Lisa karena Darren udah gak cinta sama Lisa."

Anya mengerutkan keningnya, pembicaraan Riyan membuat Anya bingung.

" gausah masang muka mikir," ucap Riyan sambil mengelus dahi Anya.

Darren menelan dua gelas vodka nya, kepalanya benar-benar dipenuhi oleh Anya.

" gue udah pernah bilang, lo bakalan nyesel Darren," Miko ikut mengambil vodkanya.

Darren mengabaikan ucapan Miko dan terus meminta Vodka pada bartender.

" udah Ren, badan lo kalo kayak gini mulu, kalo badan lo rusak gimana bisa perjuangin Anya."

Darren langsung menaruh kembali gelas Vodkanya, efek Anya benar benar membuatnya gila.

" Ren itu bukannya Anya sama Angel, ngapain Anya ketempat kaya gini?" ucapan Miko membuat Darren langsung menoleh.

Anya terlihat menggunakan rok selutut warna hitan dan jaket putih. Baju Anya terbilang masih sopan dibandingkan wanita wanita yang sedang berjoget. Darren masih mengawasinya dari kejauhan, Angel terlihat mengajak Anya duduk, Darren tertawa saat melihat Anya memesan lemon juice, Anya terlihat menggemaskan.

Darren Dan Anya (sebagian di private )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang