5# First Date

226 14 1
                                    

KiwKiw:v

Minggu, 16 Oktober 2016
Pukul 07.45 WIB

Aku melihat Pantulan diriku dalam Cermin sekali lagi. Hmm... Cantik dan Rapih. Celana Levis Biru Dongker semata kaki, Kaos Putih seperempat lengan, dengan Cardigan Biru Dongker panjang Mengingat Cuaca Nya dingin Hari Ini Dan.. Flatshoes Putih dengan Pita Biru dongkernya terlihat manis di kaki. Aku sudah siap. 10 menit lagi jam 8. Aku mengambil tas kecilku dan pamit Untuk Pergi.

****

Aku Duduk dibangku Taman Komplek. Aldi belom dateng. Padahal waktu sudah lewat lima menit. Apakah Reynaldi membohongi ku? Ahh awas anak Itu. Tapi Aku harus usaha. Ini pertama kalinya aku jalan sama Reynaldi. Kita tak pernah bermain atau jalan2 bersama. Padahal Persahabatan kita selama 3 bulan. Jadi aku gak mau menyia2kan semua ini.

Pukul 08.15 WIB

Kenapa itu anak belom nongol juga? Aduhhh Gelisah Deh, gimana kalo dia beneran ga dateng? Ohh jan sampe kek.. Panik Panik... Karna Sedari tadi Reynaldi ku telfon gak aktif.

"WOY!!!"

Aku Terlonjak Kaget Ke Depan. Jantung serasa mau copot. Sial, itu Reynaldi. Ngapain coba pake ngagetin segala. Orang lagi panik juga.

"Aaa!!! Galucu!!!". Pekikku saat dia tertawa lepas.

"Hahahaha Muka Lo Aneh Banget Kaya Gitu!! Hahaha!!"

"Bodo!! Udh dateng telat, malah ngagetin lagi!!!"

"Lahh? Telat? Sori Neng, gua udh disini 5 menit sebelum lu dateng.. gua sengaja ngumpet pas liat lo dari jauh"

"Whatt??!! Trus Ngapain Lu malah ngumpet selama itu dan ngagetin guaa!??"

"Yaelah mang napa, uji jantung"

"BODOOOO!!!!"

"Udh2 Ayo Pergi Takutnya Ujan" aku mengikuti Aldi. Lalu masuk ke mobil Pribadi Miliknya. Dan Mobil melaju kencang Membelah Keramaian Kota.

Empat Jam Perjalanan Telah terlewati. Ternyata Aldi Mengajakku Ke Bandung, Huffttt Untung aku bawa perlengkapan Yang dibutuhkan.. dia ga ngssih tau sih kalo mau jalan sejauh ini. Mobil memasuki areal Rumah Berasitektur jawa. Bentuk nya seperti rumah panggung besar dengan pelitur Kayu Coklat. Aku turun dari mobil. Ku Hirup Udara Segar Sejenak. Daerah Di rumah ini dekat dengan Pegunungan. Jadi Udara nya terasa dingin dan sejuk.

"Udaranya Seger ya?"tanya Reynaldi. Aku mengangguk.

"Udah, Yo Masuk" ajaknya. Aku hanya menurut.

Aku Menginjakkan Kaki di tangga Teras Rumah Yang terbuat dari kayu. Ada sedikit suara berdecit kayu. Mungkin Rumah Ini sudah lama Berdiri. Aku mendongak ke atas melihat papan tulisan di atas pintu Besar..

"PANTI ASUHAN KASIH IBU"

"Panti Asuhan? Ngapain Aldi ngajak gua kesini?" Gumamku dalam hati. Aldi Memencet bel Pintu. Lalu Pintu Terbuka Dan Nampaklah sosok wanita  berumur 40 an. Wanita Itu Terkejut Melihat kedatangan Aldi.

"Aldiii!!!?? Aduhh...Kamu udh lama ga kesini...!! Kenapa jadi jarang dateeng??" Wanita itu girang dan memeluk Aldi sejenak. Setelah melepaskan pelukannya wanita itu menoleh padaku.

"Ini Pacar Kamu?" Pertanyaan wanita Itu membuat aku kaget. Aku Menggeleng lalu tersenyum.

"Eh, Bukan bu ini sahabat saya" Timpal Aldi.

"Ohh... gitu yaudah kalo gitu ayo masuk anak2 udh pada kangen sama kamu tuh"

"Anak-anak?" Batinku.

Wanita Itu membuka Pintu Besarnya lebar2 dan mempersilahkan Aldi Dan aku untuk masuk lalu wanita itu masuk Ke Ruangan Lain.

Panti Asuhan Ini Cukup Besar. Arsitektur dan Gayanya Seperti Era 60 an. Ditengah ruangan ada Dua Sopa Panjang. Yang satu terbuat dari busa yang satu lagi dari anyaman rotan. Lalu ada satu kursi besar untuk satu orang. Diantara kedua sofa ada meja Kayu dengan Kaca Diatasnya.

My PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang