"aku tau, Pelangi Tidak akan menjadi indah jika hanya Satu Warna, Ia akan menjadi indah karna warnanya yang berbeda-beda. Begitu juga dengan persahabatan, mereka tak akan jadi indah jika tidak ada yang berbeda"
"Kini aku tau, Hal yang menyakitkan adalah saat Kita Diabaikan oleh orang yang kita sayang karna dia lebih asik sama Cewe lain"
***
Chaca menyusuri lorong sekolah berjalan pelan kearah kantin. Lalu ia mengambil Cermin kecil dari sakunya dan berkaca untuk beberapa saat."Untung gak keliatan" Chaca menghembuskan nafas lega. Untungnya bekas air matanya tadi tak terlihat.
Deg.
Mendadak ia membeku Melihat pemandangan yang ada didepannya. Terlihat Aldi sedang menggendong Yana ala bridal style ke Arah UKS. Dan liat itu! Jaket Aldi Melekat di Tubuh yana. Jaket yang selama ini selalu melekat di pundaknya tiap Aldi dan Chaca kencan.
Ia Pun Segera berlari mengejar Aldi dan yana. Saat Ia tiba di Ambang pintu uks, ia melihat aldi melepaskan Jaketnya Dan mengelus-elus kepala Yana.
"Metta, Tolongin Temen gua ya Met.. Please" Ucap Aldi Kepada Metta Ketua PMR di sekolahnya.
"Yana Maafin gua yan, maafin gua yaa"
"Maaf yaann maaf"
"Gua gak sengaja yaan.. Please maafin guaa"
"Maaf yaann..."
Aldi Terus Saja mengemis maaf pada yana tanpa henti. Hmm... apakah aldi jatuh cinta sama yana? Karna akhir2 ini mereka selalu bertemu meskipun harus bertengkar dulu.
"Reyy" Panggilku pelan.
"Eh Cha sini" aku menghampirinya perlahan.
"Yana Kenapa Rey?
"Duhh gua.. Gua.. Ish nanti deh gua ceritain gua masih kasian sama Ni bocah, Oh iya Cha lu bisa Tolongin bayar Bakso sama gantiin gelasnya Ibu kantin ga? Gua buru2 tadi ga sempet bayar" Aku mengangguk tanpa kata. Aldi menyerahkan beberapa lembar uang dan aku menerimanya lalu Pergi ke kantin.
"Kini aku tau, Hal yang menyakitkan adalah saat Kita Diabaikan oleh orang yang kita sayang karna dia lebih asik sama Cewe lain" Batinku yang tanpa sadar menitikkan air mata.
"Bu, Ini.. saya mau bayar Smua makanan sama Ganti Rugi Gelasnya ya bu.. dan saya atas nama Reynaldi minta maaf atas kejadian tadi dan udah ngerepotin ibu" Ucapku begitu bertemu dengan ibu kantin.
"Ooh... gak apa-apa kok naak.. iyaa nakk gapapa ko ibu maafin.. oh iya nak itu buku temen kamu ketinggalan diatas meja"
Aku mengangguk dan mendekati meja kantin yang tadi kita pake makan. Kulihat novel yang tadi di tawarin sama aldi.
Kulihat Novel Itu Dan kuelus Sampulnya.
'My Little Queen'
"Hmm.. Judulnya menarik" batinku.
Di Coversnya Terdapat Gambar Seorang lelaki dan seorang perempuan Yang Berhadapan disorot dari samping Kiri Mereka, Si Lelaki Membawa Koper Besar ditangan kanannya sedangkan Si Cewek Memegang Payung Merah. Keduanya tengah berdiri Ditengah Hujan Terlindungin Oleh Payung merah Itu. Ohh iya! Aku mulai mengerti. digambarnya Seolah-olah si cowok Baru saja pergi dalam waktu yang lama dan Mereka Dipertemukan kembali Di bawah naungan Payung Merah Seakan Mereka telah bertemu Cinta mereka kembali.
Chaca lihat Sinopsisnya.
"Dia, gadis kecil itu. Dia datang kehidupku. Menghapus langit kelabu dalam hidupku Dan menggantinya dengan pelangi. Dia,Gadis kecil itu Berlari dengan riangnya menghampiriku. Sambil membawakan Kue Coklat. Dengan senyuman yang tak pernah hilang dari wajahnya ia Menggenggam erat tanganku Dan mengajakku bergembira seharian. Aku tau kalau dia berbeda. sungguh berbeda. Tak pernah kulihat wajah seceria itu dalam hidupku. Dan aku tau, Pelangi Tidak akan menjadi indah jika hanya Satu Warna, Ia akan menjadi indah karna warna nya yang berbeda-beda"
"Tapi Semuanya berubah.. ketika dengan perlahan aku Berjalan menjauh darinya hingga akhirnya ia tak terlihat lagi. Dan aku tak pernah bertemu dengannya lagi hingga kini. Tak pernah. Aku bahkan berharap kali ini Tuhan sedang bercanda, kita hanya sedang dipisahkan sementara, agar suatu hari nanti aku kembali tanpa ingin pergi lagi kemana-mana. Gadis itu. Dia adalah alasan di balik setiap waktu yang kurasakan menjadi sangat sepi. Sungguh, aku berharap bisa menyudahi semua ini.
Berapa banyak waktu lagi yang harus aku lewati untuk merindukan kamu yang Tak pernah terlihat lagi?"
-Arkan Athala
Deg."Tunggu, kenapa kisahnya sangat mirip dengan kisahku dengan Fatih? Apakah Ini fat..?? Ah sudahlah, Namanya Arkan. Bukan Fatih. Gamungkin itu juga" Gumam Chaca.
Chaca melihat Tanggal Terbitnya.
Surabaya, 19 September 2016.
"Hmm masih seminggu yang lalu" batinnya.
"Andaikan itu beneran Fatih, Pasti Gua Bakaal...."
KRIIING!!!!
"Eh..?" Bel Skolah membuyarkan lamunan Chaca Seketika. Ia pun segera Membawa novel itu bersamanya dan Berjalan menuju ke kelas. Disepanjang jalan ia terus saja Memikirkan hal yang sama..
"Siapa Penulis Itu Sebenarnya?"
TBC
****
Sesungguhnya Vote and Comment dari kalian adalah Moodboster saya:V so, please tap the star!😊❤

KAMU SEDANG MEMBACA
My Prince
Teen Fiction"Lo tau gak? Gua Suka Sama Sahabat Cowok Gua, aneh ga? dia anak baru yang Dingin, Jutek, dan Dia gamau Ngomong sama siapapun selain sama gua. Dan Gua Tau Dia Suka juga sama gua. Gua tau. Tapi Itu Ga Lama, Semenjak Ada Dia... Semuanya Berubah." -R- "...