"Suara Yang tadinya terdengar merdu di telinga kini menjadi terdengar menusuk setelah Begitu banyak kebohongan yang ku dengar dari mulutnya sendiri"
"Kini, Suara Pria Yang masih memenangkan Rindu ini Malah Membangkitkan Ribuan rasa sakit dihati"
"Aahh…bicara hati, siapa yang bisa mengatur apa yang ia sukai, bukankah dia selalu berjalan semaunya sendiri?"
**********
"Chaa, gua Ada novel bagus nih buat lo, Novel Original ege dari Surabaya, Gua baru Beli kmaren Di Gramed" Ucap Aldi meletakan Sebuah novel Bercover Hijau Yang cukup tebal didepanku yang sedang memakan Bakso Masno.
"Duuuhh... mager ah baca novel mulu Kerjaan gua gaada yang kepegang" jawabku mendengus malas.
"Yaelah Paling lu keseringan asik sama Pacar Brengsek lo itu makanya gaada kerjaan yang kepegang" Sindir Aldi.
Plettak!!
"Aduhh Sakit Anjing"
"Peakkk lu, lu kan tau sendiri gua jalan sama dia baru sekali. Asik sama dia dari mana kan Gara2 lu keseringan ngasih gua Novel makanya gua jadi ga megang kerjaan gua si goblok" Ocehku setelah memukulnya pake sendok Bakso.
"Udah ah jangan bicarakan manusia itu. Saya benci mendengar namanya"
Dan Chaca Pun Tidak bisa membohongi perkataannya kalau dia memang beneran Membenci Andika.
Entah kenapa aku merasa malas dan benci tiap kali Aku mendengar Namanya ataupun suaranya. Suara Yang tadinya terdengar merdu di telinga kini menjadi terdengar menusuk setelah Begitu banyak kebohongan yang ku dengar dari mulutnya sendiri.
Kini, Suara Pria Yang masih memenangkan Rindu di hati ini Malah Membangkitkan Ribuan rasa sakit dihati.
Aahh…bicara hati, siapa yang bisa mengatur apa yang ia sukai, bukankah dia selalu berjalan semaunya sendiri?
"Woyyy! Cha, bengong aje lu kena guna2 ye? Dari tadi gua ngomong kaga diladenin"
Kesal, Chaca Menyuap Paksa Bakso yang masih panas dan pedas miliknya kedalam mulut Aldi.
"Makan tuh baso!!
"Anying panas bego Lu kata mulut gua dari Besi tembaga apa?" Omel Aldi kepanasan dengan Bakso yang ada dimulutnya.
"Ngomong mulu sih lu.."
"Hahaha Lo ngapa Tong?" Ucap Yana yang mengagetkan aldi.
"Njir ngagetin aja lu.. nahh Gitu dong lama amat si gua udah kepedesan nih" cerocos Chaca Mengambil Jus semangka dari tangan Yana.
"Ramee Anjayy Mana gua tadi disamping Para cabe lagi yang bau parfumnya nusuk banget kaya Minyak Nyongnyong" seketika Chaca tertawa namun reynaldi masih menatapnya datar.
"Cha, lo tau gak? Kmaren gua dimarahin sama pak bambang Anjir dan Gua Gak Sengaja Mau nyambit si bangor ktua kelas kita eh malah kena pala nya pak bambang. Anjir sial batt gua pas itu"
"Lah kok gua gak tau si?"
"Iyaa soalnya kjadiannya kemaren pas lagi Balik sekolah, lu udah pulang.. yang liat Cuma si Tongtong noh" Yana Menunjuk reynaldi dengan Dagunya.
Memang Yana selalu memanggil Aldi dengan sebutan Tongtong. Mreka berdua gak pernah ada akurnya.
Chaca terlihat sedang berfikir lalu tiba-tiba tersenyum. Entah kenapa ada rasa sakit dihatinya mendengar itu. Kaya Ada Pait-paitnya gitu lohhh.
"Gue ke Toilet dulu ya, lu berdua disini Aja.. kalo gua kelamaan lu berdua samperin gua ke Toilet aja gua ga kmana-kmana ko" Ucap Chaca pamit. Sebenernya Tujuannya ke toilet adalah
0,1% Buang air
99,9% Mau Nangis."Oh iya Btw makasih ya Tong lu mau nemenin gua kemaren Minta Maaf sama pak Bambang, kalo gaada lu.. pasti Gua bakal Malu banget diomelin di ruang guru sendirian. Thanks ya" ucap Yana Lagi.
"Telat lu ngomongnya" jawab Reynaldi datar.
"Yehhh Maap kmaren kan gua buru-buru udah mau Maghrib" Yana mengerucutkan bibirnya.
"Intinya gua mau terima kasih soal kemaren. Emang dah lu Baek banget Bagai malaikat Tanpa sayap" Omong nya lagi dengan mata berbinar-binar lalu Terkekeh.
"Dasar Ratu Drama! Makan tuh sambel!!" Aldi langsung memasukkan kuah bakso Milik Chaca Yang Pedesnya Naujubillah Bikin mencret+Diare+Sembelit+Maagh kronis Itu. Ia sengaja menjaili yana dengan Kuah sambel karna ia tau yana itu gak kuat pedes.
Sedangkan Yana Seketika menjerit memegang Mulutnya yang kepedesan.
Uhuk!!
"Aaaaaa!!!! Aaaaaaa pedes bangeettt masuk iduuuung Aldi mahh jahat bangeeeetttt hikkss.. Aldi periiiihhhh Hikss"
Yana langsung menangis Sejadi-jadinya Mata dan Hidungnya pun langsung Memerah seketika dan kelopak matanya membiru. Saking Gelagapannya dia pun berdiri Dari duduknya Namun..
Brukk!!
Prang!!
Yana Menyenggol Gelas jus milik Chaca dan isinya langsung tumpah ke baju yana lalu jatuh kelantai bersamaan dengan tubuh yana.
"Yana!!"
Aldi yang kaget Langsung menghampiri yana. Ia panik bukan main tak menyangka Bahwa Keisengannya Sudah melewati batas. Ia Langsung kaget melihat reaksi yana separah ini, melihat Matanya Dan yana yang langsung terjatuh Hingga seperti ini seketika kebenciannya berubah menjadi rasa bersalah pada Yana.
"Yan, Yan, Bangun Yan, Yana Maapin gua yann gua gatau kalo lu bakal kaya gini" Ucapnya sambil membersihkan Seragam yana dari Jus Semangka Chaca Dengan tisu.
"Hikks Sono Lu, Sono gua Gedek Sama lu! Jahat lu!! Sono.. Hikss Perih Reyy.. Hikss Sakit" Rengek Yana mendorong Tubuh Aldi Namun air matanya masih mengalir bebas dipipinya.
"Yana, Please maafin gua yan.. Iyaiya gua tanggung jawab ko.. tahan yaa please lu nurut sama gua kali ini yan"
Aldi Pun melepaskan jaket Hodee yang dipakainya dan dikenakan di Tubuh Yana setelah membersihkan Jus Semangkanya sedangkan yana Masih nangis Tersedu-sedu.
"Yann maafin gua yan, maafin gua"
Aldi melihat mata yana mulai membengkak karna tak berhenti-hentinya menangis dan tubuhnya yang mengigil kedinginan karna Jus Semangka tadi Membuat Aldi Merasa sangat bersalah.
Kalo Orangnya udah Kacau kaya gini ama gua mah gajadi benci Dah. Batin Aldi
Ia Pun Langsung menggendong Yana ala Bridal Style Dan Membawanya Ke UKS.
Deg
Deg
Deg
Yana Menatap Aldi dan tangisannya Terhenti seketika.
"Yana Maafin gua yan plis gua minta maaf yan.. Maaf Yan Maafin guaa" Aldi memasang wajah yang benar-benar bersalah membuat yana tersenyum tipis.
"Ternyata dibalik sifatnya yang menyebalkan dan Kejam Terdapat Kehangatan Dalam dirinya yang luar Biasa" Gumam yana Dalam Hati.
TBC
****

KAMU SEDANG MEMBACA
My Prince
Teen Fiction"Lo tau gak? Gua Suka Sama Sahabat Cowok Gua, aneh ga? dia anak baru yang Dingin, Jutek, dan Dia gamau Ngomong sama siapapun selain sama gua. Dan Gua Tau Dia Suka juga sama gua. Gua tau. Tapi Itu Ga Lama, Semenjak Ada Dia... Semuanya Berubah." -R- "...