4# Nostalgia

236 14 0
                                        

Khanza Pov :

"Ehh Lu kenapa bengong Aje? Kesambet lu..!"

Seketika Lamunanku Buyar. Aku menoleh ke arahnya. "Hm.. Gapapa" aku tersenyum.

"Gak Biasanya Lo kaya Gini.. Lo kan biasanya Loncat sana sini, lari sana sini, omong ini, omong itu, kenapa hari ini lu begitu?".

Aku menatapnya. Entah Mengapa sekarang ia begitu terbuka denganku. Bahkan ia tak pernah bicara sebanyak ini ataupun peduli pada orang lain selain aku. Padahal temannya kini bukan hanya aku.

Ia bahkan peduli, dan ketika ia sedang ngobrol denganku Hampir Tak Pernah Membaca buku. Ia menghormatiku. Ia memperhatikan apa yang aku katakan.

Meskipun sifat dingin, cuek, dan juteknya tak hilang. Biasanya aku yang bawel ke dia dan dia hanya membalasnya singkat ga nanya balik atau cerita apa gitu.. tapi hari ini dia yang mulai percakapan, dia yang bawel, dia yang peduli padaku. Aku mulai mengerti.

"Tidak semua orang pendiam selalu cuek dan dingin. Mereka Punya Rasa Hangat dan peduli tersendiri terhadap orang2 yang menurutnya spesial" Batinku.

Aku bisa merasakan ia membedakanku dari yang lain. Semenjak aku bersahabat dengannya ia sekarang mulai bawel, ngomong mulu, kocak, Sableng, kadang dia yang pengen cerita, dia yang ajak ngomong.

Dan kalian tau? Aku menikmatinya. Pertama kalinya aku punya sahabat cowok setelah bertahun2 lalu aku kehilangan Bestie Cowok Gue. Pikiranku Melayang ke 10 Tahun Yang Lalu~~~

"Patih, Patih Maen Sepedanya Lama banget..!! Kaya aku dong.. cepeet..."

"Ahh aku gamau nanti jatoh sakit"

"Engga sii... aku gajatoh nih.. Aku Duluan Yaa Mau balapan ama motor".

Aku Meninggalkan Fatih dengan sepeda kecilnya sendirian.

"Aaaaaaa!!!"

"BRUKKK!!!"

Aku Terjatuh Ke Dalam Selokan Besar Dipinggir Jalan, Masuk Bersamaan dengan sepedaku. Motor besar itu kabur setelah membuatku oleng hingga jatuh ke sini.

Tubuhku Penuh Dengan
Air Selokan Kotor.

"Awwhh" kurasakan rasa perih di pinggir dahiku.

DARAH!! Dahiku Berdarah!!

Kulihat Orang2 Mulai menghampiriku heboh.

Aku menangis kencang..

Kulihat Orang2 Mengompres Luka Berdarahku Dengan air dingin.

Tak lama kulihat Fatih..

Naik Sepeda. Dan menghampiriku.

Lalu ia kaget melihatku yang kacau dan menangis..

"Cacaa..!! Caca kenapa ko bedarah palanya... Jatoh Yaa...? Kamu sih... bandel... Jatoh Kan..."

Tangisku makin menjadi..

"Aaaaaaaa Patiiih.... Sakiiiit..... Tolooong.." Rengekku.

Orang2 masih mengompresku. Akhirnya aku disuruh Pulang ditemani Fatih. Aku masih menangis selama perjalanan.

"Udaah jangan nangis.. entar aku sedih tau..."

Aku terisak. Dan akhirnya tangisku mulai hilang perlahan. Ia menggenggam tanganku sambil tersenyum~

~~~

"Masa Maen Mamah Papah berdua doang si... Temen kamu mana...??".

"Ihhh Caca.. gapapa.. temen-temen aku pada bobo siang... gaboleh maen sama mamanya... nanti aku diomelin..."

My PrinceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang