30# Resmi Dong

57 4 1
                                    

"Di...dika?"

"Hai"

Pika Terpaku melihat pemandangan yang ada di depannya. Dika Terlihat sedang Tersenyum sambil menggenggam sebuket bunga mawar  di tangan kanannya dan beberapa balon berbentuk love di tangan kirinya.

Chaca melihat sekelilingnya. Di sekeliling Rooftop di Pasang Balon-balon yang sama seperti di genggaman Andika. Terlihat beberapa Teman Basket Andika di Tepi sisi kanan rooftop sedang menggenggam balon huruf bertuliskan 'I LOVE YOU' sambil cengar-cengir menatap Melihat Chaca.

Chaca menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia tak tau harus berkata apa. Baru saja dia dibuat menangis dibawah, lalu tiba-tiba diberi kejutan seperti ini.

Wait, Tadi dibawah kan Andika Bilangnya Mau jadian sama Dinda, mungkin aja dia cuman mau nunjukin ke gua segala persiapan buat nembak Dinda. Batin Chaca. Membuat rasa senangnya hilang entah kemana.

pemikiran Chaca hilang begitu menyadari andika sudah ada di depannya Dengan Senyuman Maut Khas Dika. Membuat darah mengalir  deras di tubuh Iaenggapai tangan Chaca.

"Maaf Yaa Soal pertengkaran tadi, sebenernya itu cuma planning aku aja buat ngasih kejutan buat kamu" tutur Andika Perlahan.

"Ini buat Dinda kan?" Tanya Chaca memasang wajah Jutek. Sedangkan Dika Terkikik Geli.

"Enggak cha ini buat kamu" kata Dika.

"Buat aku? Beneran?" Tanya chaca lagi untuk meyakinkan diri.

"Beneran Chaca.. Yang Soal Dinda tuh cuma bagian dari rencana kejutan ini" ucap Dika Bersungguh-sungguh. Membuat Chaca mengangguk perlahan. Lalu dika tertawa geli.

"Kamu kayaknya takut banget ya kalo sampe aku jadian sama Dinda?" Pertanyaan dika itu sama saja dengan Pernyataan di telinga Chaca. Membuat Pipi Chaca bersemu merah dan matanya memanas.

"Ihhh!! Ga lucu banget tau gaaa.. elaaahh lu mahh gua kan malu jadinya!! Kezell batt gua, benci banget gua sama lu benci!!" rengek Chaca sambil memukul-mukul pundak dika untuk menahan air mata dengan emosinya. Membuat Dika Mengaduh kesakitan. Tapi pada akhirnya air matanya keluar juga.

Ia benci sekali dipermainkan oleh Andika Tapi ia Sangat Lega begitu mengetahui kenyataan bahwa Andika Tidak mengkhianatinya seperti yang ia duga. Membuat Chaca Merasa Tenang.

"Tapi Lu Mau Kan Jadi Pacar gua?" Ucapan Dika Langsung menghentikan pukulan Chaca. Chaca terpaku sambil menahan malunya. Lalu tiba-tiba menghela nafas dan membuat wajah datar kembali.

"Nggak."

Ucapan Chaca Seketika mengejutkan Andika. Ia bingung jika tiba-tiba Chaca menolaknya setelah semua rencana yang sudah ia buat. Tapi ia berusaha berpikir jernih. Ia harus berkepala dingin dalam menghadapi chaca. Dika tersenyum.

"Yakin?" Tanya Dika mengangkat Alisnya.

"Padahal Aku udah Niat mau berubah jadi cowok setia loh kalo kamu mau nrima aku" Lanjut Dika lagi.

"nggak."

"Beneran??"

"Maaf yaa..."

Kata-kata Chaca terdengar jelas bahwa gadis itu menolaknya. Membuat badannya lesu seketika. Senyumannya memudar. Ia menunduk kebawah.

"Eh,"

"Yaudah deh gua mau" Tutur Chaca sambil mengulum senyumnya. Langsung membuat dika mendongak menatap chaca bingung.

"Mau apa?" Tanyanya Dika membuat Chaca frustrasi.

Ni Cowok ganteng-ganteng gak peka banget dah. Batin Chaca

My PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang