Jam raksasa kahyangan sudah menunjukkan jam 10 malam. Jam itu dulunya di bangun pada masa pemerintahan ratu Carolina, nenek putri isabella.
Malam ini adalah malam besar bagi mimi dan istana kahyangan. Karena malam ini akan di adakan pesta dansa dan ratu clarion mengundang seluruh rakyat kahyangan, baik yang berdarah biru maupun berdarah merah.
Pesta dansa ini juga di adakan untuk merayakan hari wujud putri isabella yang akan diadakan 7 hari lagi. Selama itu akan terus di adakan pesta dansa, dan juga makanan gratis tentunya.
Sudah jam 09:30, tamu tamu terus berdatangan. Tapi putri isabella masih bersolek. Ratu clarion memasuki aula dansa.
"Selamat malam rakyatku" Ratu clarion mendapat sambutan meriah dari para rakyatnya. "Terimakasih sebesar besar nya pada tamu yang sudah menghadiri pesta dansa ini. Semoga kalian menikmatinya"
Tak sedikit juga dari kalangan bangsawan yang datang. Bahkan ada beberapa kerajaan dari bumi yang datang dari bumi hanya untuk menghadiri pesta dansa hari jadi putri isabella.
Ada beberapa pangeran yang datang dan berbincang kecil dengan ratu clarion.
Beberapa saat kemudian, seluruh mata tamu tertuju pada seorang gadis mungil manjhaa yang turun dari tangga. Tiba tiba seisi aula dansa menjadi hening.
Tak ada satu pun yang dapat berkata, kecantikan alami yang di pancarkan putri isabella membuat semua tamu membisu.
Mimi berjalan dengan hati hati menuruni tangga karena ia tak pernah menggunakan sepatu hak tinggi. Ia juga mengenakan gaun berwarna biru cerah berhias daimen daimen.
Rambutnya di kepang berwarna pirang membuatnya terlihat lebih anggun dan elegan. Bibirnya yang tipis dan mungil berwarna natural membuatnya lebih manis.
Semua pangeran menatap mimi kagum. Begitupun dengan Zyan. Ia berdiri tepat di samping tangga menunggu mimi turun.
Tepat ketika mimi sampai di aula dansa, zyan langsung mengulurkan tangannya.
"Mau kah kau berdansa dengan ku, putri isabella?" Tanyanya penuh wibawa.
Mimi hanya meraih tangan zyan dengan tangan lembutnya. Ia kembali memperlihatkan senyum manjhaa nya membuat pipi nya merona tak karuan.
Mereka berdua mulai berjalan ketengah aula dansa.
"Zyan... Aku tak tahu berdansa" Bisik mimi di telinga zyan membuat para tamu berpikir mimi mencium pipi zyan.
"Kau akan tahu" Zyan tersenyum pada mimi, mimi kini membalasnya dengan senyuman.
Mereka mulai berdansa di iringi alunan musik yang mellow. Mimi terus menatap zyan, sedangkan zyan terus memegangi pinggul mungil mimi.
Mereka berdua berdansa di tengah aula, membuat tamu berdecak kagum.
Mereka pun selesai begitu juga musik mellow nya.
"Mari kita mulai pesta dansa nya!" Ucap ratu clarion. Musik yang tadinya mellow kini berganti menjadi musik yang fun dan bertempo cepat.
Di tengah kerumunan pedansa. Seseorang menarik tangan mimi. Itu zyan.
"Kemana kita akan pergi?" Mimi bingung dengan sikap Zyan.
"Ikut saja"
***
Mereka pun sampai di sebuah taman. Taman yang sangat indah dan belum pernah di lihat oleh mimi sebelumnya.
"Taman apa ini? "
"Ini adalah tempat rahasia yang aku temukan ketika masih kecil. Hanya kau yang pernah ku ajak kesini"
Zyan memperhatikan wajah mungil mimi yang sedang melihat lihat indahnya taman ini.
Taman ini memiliki dinding tinggi, lebih mirip sebuah rumah yang ditinggalkan. Dindingnya dihiasi oleh lumut lumut berwarna hijau kekuningan.
Rumputnya tinggi dan terdapat satu ayunan. Meski sudah malam, tapi disini di terangi oleh ribuan kunang kunang.
Mimi terus memandangi ayunan itu.
"Ayo.... Duduklah" Zyan menarik tangan mimi dan mendudukkan nya di ayunan itu.
Mimi pun duduk dan dengan perlahan Zyan mengayunkan ayunan itu. Mimi sangat menikmatinya.
"Putri, ada yang ingin aku ucapkan" Zyan menghadap mimi dengan raut wajah serius.
"katakanlah" Mimi mencoba bersikap biasa meski Sebenarnya ia gugup.
"Uh... Umm... Begini.... Kita memang baru kenal.. Tapi... "
"Tapi apa?" Kini mimi lebih serius.
"Tapi... Aku merasakan sesuatu didalam hatiku"
Mimi menjadi semakin bingung.
"Cinta... Aku mencintaimu tuan putri"
Wajah mimi menjadi merah. Dan ia menjadi salah tingkah. Mimi pun menyempatkan diri untuk ngupil.
Mimi menghela nafas berat. "Hhh... "
"Begini.... Bukannya aku tak suka padamu, tapi... Aku hanya masih ingin bebas. Tanpa ada yang mengaturku. Maaf aku.... Aku tak bisa" Mimi merasa sangat bersalah.
Zyan terlihat sangat kecewa, namun ia masih bisa tersenyum pada mimi.
"Baiklah, maaf telah lancang tuan putri. Aku mengerti kalo perasaan memang tak bisa di paksakan. Tapi... Biarkan lah aku menjadi sahabatmu, aku akan terus menjagamu dan melindungimu" Zyan membuat mimi tersenyum dengan ketulusan hatinya.
"Iya, pasti. Mulai sekarang panggil aku mimi, dan kita akan berbagi semuanya" Mimi mengacungkan jari kelingking mungilnya.
"Sahabat?"
Zyan meraih kelingking mimi dengan kelingkingnya. "Sahabat, selamanya"
Mereka berdua pun tertawa bersama. Lalu kembali ke aula dansa.
To be continued...
***
Yay! Ini author... Akirnya selsai juga part ini. Btw maap kalok kurang romantis ya. Kasian ya jyan kena tolak ama mimi :v gak apapa deh kan udah diterima jadi sahabat mimi /plak/ /itusihbeda/ :v
Oiya makasih buat yang udah baca vote dan comment ya ini votnya udah lumayan banyak :'v
Ok buwat yg ada ide saran buat lanjutan ceritanya, manggis di taro di komen ya!
Ini juga anu mao minta tolong yg baca ni cerita, cover nya aku ikutin cover contest nya si kakoreovanila
Minta tolong di vote ya plis *maksa /plak/ /plak/ /plak/ eh sakit tau :'v
Salam saphaa manjhaa...😘
KAMU SEDANG MEMBACA
Mimi Peri Rafunzele [TAMAT]
FanfictionJauh dari kehidupan yang naif di bumi, di atas nya, di dimensi yang berbeda, sebuah dunia yang lebih indah dari bumi, negeri kahyangan. Hiduplah seorang peri mungil nan majhaa, dia adalah Isabella arumi rafunzel, ia kerap di sapa mimi. Gadis yang hi...
![Mimi Peri Rafunzele [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/88953305-64-k799560.jpg)