"Jadi.. Kau Isabella...ya?"
"I... Iya" Jawab Mimi malu.
"Ahehehehe.. Kau sama malunya dengan ibumu dulu. Oiya aku turut berduka cita atas apa yang menimpa ibumu, bella" Mimi langsung melihat kearah wanita itu.
Wanita itu menggunakan daster berwarna pelangi dengan Jilbab syar'i, hanya pejabat pejabat kerajaan mermed yang menggunakan nya.
"Kenalkan, aku mamah dede, panggil saja mamah. Aku disini sebagai penasehat ratu ariel" Ucap mamah.
"Baiklah, mamah. Akyuh datang dari jauh kesini untuk berguru padamu. Zyan bilang akyuh bisa mengendalikan kekuatan keperawanan abadi ku disini"
"Oh anak tamvan itu ya... Aku mengenalnya, baiklah latihan dimulai besok pada saat tengah malam, sekarang abdelwati akan mengantarmu ke kamarmu"
Secara tiba tiba, abdelwati menongolkan diri di belakang ku lalu membawaku ke kamar. Kamar yang lumayan megah, dengan dinding berlumut serta perabotan berlumut. Bahkan ada sebuah lukisan lumut yang besar di depan kasur.
Jendelanya langsung mengarah ke kota mermed, aku bisa melihat para mermed beraktifitas. Ada yang menjual kerang dan rumput laut, ada yang menaiki lumba lumba, bahkan ada yang berjoged joged.
Mimi merebahkan tubuh mungilnya di atas kasur. Ia mendesah keenakan. "Hhhh... Hh.... Hhhhh..."
Hingga seseorang mengetuk pintu Mimi. "Tok... Tok... Tok.. " Mimi segera menghentikan desahan manjhaanya lalu membuka pintu.
Ternyata Mamah yang sedang membawa sebuah gulungan. "Ini. Formulir pendaftaran SEPRAYUNG"
"Mendayung? "
"Aheehehehe Semprayung bodoh. Ini adalah 'sekolah keperawanan duyung' sekolah ini dibuat untuk menampung duyung dengan keperawanan berlapis. Seperti kamu" Mamah membuka gulungannya.
"Tapi... Aku bukan duyung"
"Tidak... Selama kau masih punya ekor, kau duyung. Dan untuk keselamatanmu, kau sekarang bernama Victoria Secret. Ahehehe"
"Hhh... Baeklah" Ujar Mimi.
Setelah mengisi formulir pendaftaran dengan nama Victoria Secret, mimi pun kembali merebahkan tubuh mungilnya di kasur.
"Victoria Secret? Ibunda, sekarang akyuh bernama Victoria Secret..."
***
Keesokan harinya, mimi bersiap siap, baju seragamnya telah ia pakai. Baju berwarna pelangi dengan gambar duyung berkeprawanan abadi di bagian punggungnya.
"Akyuh siap... " Mimi mengangkat tasnya yang ringan dengan kekuatan manjhaanya. Mimi membuat model rambut Kephang kephang manjhaa. Ia juga memakai bando berwarna emas membuat mimi tampil elegan, anggun, shantiq, namun simpel.
Sebagai bentuk penyamaran, Mimi menggunakan tai lalat palsu berwarna kulit di pipinya dan dahinya. Mimi juga harus mengubah gaya dan sikapnya yang jutek manjhaa, juga aksen dan logatnya yang harus sesuai dengan anak anak Kekinian di negeri mermed.
"Mimi.." Panggil mamah. Mimi menoleh.
"Cepatlah, kau akan terlambat nanti. Abdelwati menunggumu di luar"
"Baiklah mamah, akyuh pergi" Mimi pun pergi meninggalkan bau harum khas keperawanan abadi berlapis daimen daimen.
"Ayo Mim.. Eh Victoria, naeklah" Ucap abdelwati mempersilahkan mimi naik keatas sebuah kereta kencana berwarna pelangi bersisik ikan yang ditarik 12 ekor kuda laut yang mungil mungil manjhaa.
"Ah.. Abdelwati bisa sajahh" Mimi tersipu malu mendengar panggilan yang digunakan abdelwati padanya.
Jugi-jagi-jugi-jagi-jug... Kereta Berangkat jugi-jagi-jugi-jagi-jug mimi pun bahagia. Tanpa sengaja... Mimi tersandung, kepalanya pun benjol sebelah.
Abdelwati bukannya tertawa tapi justru memberikan pertolongan kesatu. Hingga kepala mimi terlihat benjol manjhaa.
***
Deng... Dong... Deng...dong
Mimi datang tepat pada saat lonceng berbunyi, semua mermed yang baru berdatangan langsung bergosip ria akan kehadiran putri berkeprawanan abadi itu.
"Eh eh, liat deh ada murid baru"
"iya nih, aku bahkan nggak perna lihat dia disini"
"Jutek amet sih"
Mimi dengan juteknya tak memperhatikan mereka semua, Mimi langsung masuk kedalam sekolah itu. Karena terburu buru Mimi tak sengaja menabrak seseorang.
"Aduhh" Eramnya. Buku buku nya terjatuh. "Eh kamu tuh, kalo jalan liat liat dong!" Hardik Mimi. "Kamu tuh yang jalan gak liat liat tuh! Buku aku jatuh semua" Balasnya. "TERSERAH! " Mimi segera pergi pergi dengan kejutekannya.
"Mungil mungil jutek sih, eh kenalin aku Aliendo" Aliendo menhampiri Mimi. "Victoria Secret" Mimi dengan juteknya meninggalkan aliendo.
To be continued...
***
Hai!! Ni ma author, maap baru update lagi, soalnya lagi gak ada ide :v Tapi gapapa deh lagian wa udah dapet ide /bicara apasi/ /digampar rider/ :'v
Jangan lupa vote ma comment yak!! :) sampejumpa dikapter Selanjutnya.
SALAM SAPHAA MANJHAA...
KAMU SEDANG MEMBACA
Mimi Peri Rafunzele [TAMAT]
FanfictionJauh dari kehidupan yang naif di bumi, di atas nya, di dimensi yang berbeda, sebuah dunia yang lebih indah dari bumi, negeri kahyangan. Hiduplah seorang peri mungil nan majhaa, dia adalah Isabella arumi rafunzel, ia kerap di sapa mimi. Gadis yang hi...
![Mimi Peri Rafunzele [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/88953305-64-k799560.jpg)