"Mimi!!! "
Sontak mimi kaget akan keberadaan makhluk asing yang baru disadarinya. Seorang pria tamvan pun keluar dari balik bayangan.
"Zyan? " tanya mimi ketika zyan datang menghampiri nya. "Anizyah!! Dia yang melakukan semua ini!! Arrggg" Zyan berdecak kesal.
"Akyuh sudah tau, tapi... Sudah terlambat, kita tak dapat lagi menyelamatkan instana, dan... " Mimi langsung menangis deras, mengeluarkan air mata shantiq nan manjhaa.
"Oh.. Mimi... Aku turut berduka..." Zyan membasuh pundak mimi. Ia tentu tau apa yang membuat Mimi menangis. Ibunya...
***
etelah beberapa hari terkurung dalam sel penjara bawah tanah, mereka pun mulai berusaha. Tiap harinya mimi melakukan meditasi, sedangkan zyan berlatih tiap hari.
Hingga semua usaha mereka melahirkan hasil. "Zyan, menjauh dari pintu" Zyan pun segera menuju kebelakang Mimi.
Mimi memposisikan tangannya di depan dadanya. Lalu sebuah kilatan berwarna biru muncul, satu demi satu kilatan hingga menciptakan sebuah bola listrik yang besar.
Zyan hanya berdecak kagum pada mimi. "KEKUATAN CHOCOL TANDER!!!!!! " Mimi melepaskan petir itu pada pintu platinum, seketika pintu itu hancur lebur.
"Woah, kita berhasil!!" Mimi meloncat manjhaa kegirangan. Zyan hanya tersenyum.
"ok, dengar baik baik Mimi, aku akan mengalihkan perhatian Anizyah dan para prajurit. Dan kau pergi ke luar mencari bantuan. Ok"
"Tapi bagaimana dengan mu?" Mimi khawatir. "Jangan pedulikan aku, pergilah ke kerajaan mermed, disana kau akan bertemu Mamah dede, dulu ratu clarion belajar mengendalikan keperawanan abadi nya disana"
"Baiklah kalau begitu" Meski mimi bilang begitu, tapi ia masih khawatir. Hingga zyan tersenyum manjhaa membuat Mimi menjadi semakin khawatir.
Mereka pun berpisah di ujung lorong tangga naik.
***
"Hei!! Prajurit bodoh!!! Ayo kemari!!" Teriak zyan di samping pintu masuk istana kahyangan. Prajurit yang bodoh dan sangat bloon itu pun langsung mengejar zyan.
Mimi menggunakan kesempatan itu untuk lari keluar istana. "Akyuh harus segera pergi!! " Mimi bersiul memanggil yunikorn nya.
Mimi pun melesat dengan cepat menuju bumi, hingga mereka sampai di sebuah pulau kecil yang sepertinya tak berpenghuni yang di kelilingi samudra lepas.
Seorang wanita yang buruk rupa datang menghampiri Mimi. Wajahnya seperti bersisik, ia juga berbau amis. "Si... Siapa kau? Dan mau apa kau kesini? " Tanya wanita itu.
"Ah? Akyuh isabella arumi rafunzel akyuh kesini untuk bertemu mamah dedeh" Ucap mimi tegas. Seakan mengerti, wanita itu langsung mengajak Mimi ikut bersamanya.
Ia mengambil sehelai daun aneh berwarna hijau kebiruan. "Makan ini" Ia langsung memberika daun itu.
Mimi yang curiga pada wanita itu karena wajahnya yang buruk langsung saja tak mau memakannya.
"Percayalah, itu ganggang mermed, dengan memakannya kau akan menjadi mermed ketika masuk ke air" Mimi yang masih suci dan volos langsung memakan ganggang mermed itu.
Mimi pun mengikuti wanita itu menuju laut.
Perlahan kaki lentik nan mungil mimi berubah menjadi ekor mermed. Tubuh mimi menjadi semakin indah. payudara mungil nan kenyotable nya itu tak berubah sama sekali, hal itu justru membuat mimi semakin shantiq.
Mimi seakan langsung bisa berenang, meski ia tak tahu berenang. Ekor lentiknya berjoged naik turun hingga membawa mimi menuju daerah bawah laut.
Mulai nampak kebisingan seperti suara manusia. Memang ada yang aneh dari Mimi, Penglihatan nya menjadi jernih, pendengaran nya menjadi tajam meski di dalam air, dan ia dapat bernapas dan berbicara didalam air.
"Hei, mau kemana kita? " Tanya Mimi yang mengikuti wanita itu dari belakang. "Ke kerajaan mermed"
"Ha? Jadi kerajaan mermed itu nyata yak? Bahkan sekarang juga akyuh tak percaya berenang penuh keanggunan dalam aer"
***
Mereka pun sampai di depan pintu gerbang yang besar dan di penuhi tanaman laut itu. Ada dua mermed yang menjaga pintunya. "Dia Isabella yang itu" Seketika mermed itu memberikan jalan aku dan wanita itu lewat.
Kami pun masuk ke dalam daerah mermed, banyak mermed yang melakukan seperti apa yang dilakukan manusia dan peri, tapi ada yang beda, mereka didalam air.
"Apa maksud kamu 'Dia isabella yang itu' ?" Tanya Mimi. "Kau akan segera tau"
Mereka masuk kedalam sebuah bangunan besar nan tinggi, megah nan indah, dan sangat terang. Mereka masuk kedalam sebuah ruangan yang megah, disana ada sebuah singgasana emas yang berlumut.
"Mah, isabella yak iktu akda diksinik (Mah, isabella yang itu ada disini)" Ucap wanita itu dengan bahasa mermed pada wanita laen yang membelakangi Mimi dan wanita itu.
"Tinkkalkan kakmi bekduka, Abdelwati (tinggalkan kami berdua, abdelwati)" Ucap wanita itu pada wanita yang satunya yang diketahui namanya abdelwati.
Abdelwati pun keluar, hingga hanya ada Mimi dan wanita itu. "Jadi... Kau adalah Isabella, ya? "
To be continued...
***
Maap yak baru apdet :v betwe iti bahasa mermednya ngasal coy :v
Oiya jangan nyider yak, jangan lupa vote dan comment yak! :v
SALAM SAPHAA MANJHAA...DAH
KAMU SEDANG MEMBACA
Mimi Peri Rafunzele [TAMAT]
FanfictionJauh dari kehidupan yang naif di bumi, di atas nya, di dimensi yang berbeda, sebuah dunia yang lebih indah dari bumi, negeri kahyangan. Hiduplah seorang peri mungil nan majhaa, dia adalah Isabella arumi rafunzel, ia kerap di sapa mimi. Gadis yang hi...
![Mimi Peri Rafunzele [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/88953305-64-k799560.jpg)