Ponsel Dara berdering tanda ada panggilan masuk. Ia melirik ponselnya lalu mengangkatnya, "Yeobseo" sapanya pelan, ia kembali melanjutkan aktivitasnya dengan earphone di telinga.
"Kau datang kemari tanpa sepengetahuanku?" ucap seseorang dari sebrang sambungan terdengar cukup marah.
Dara menghela nafas berat "Aku datang kesini untuk berlibur. Untuk apa aku memberi tahumu?" ucap Dara jahil, ia hanya ingin menggoda pria yang menghubunginya dan langsung memarahinya itu.
"Setidaknya hargai aku sebagai kakakmu. Apakah kau akan datang ke konsernya?" tanya pria yang pernah dekat dengannya beberapa waktu lalu.
Dara diam selama beberapa menit sebelum mendesah pelan "Tidak, aku datang kemari untuk berlibur. Memperkenalkan negara Korea Selatan kepada dua anakku, lagi pula itu yang mereka inginkan. Hanya berlibur di sini tanpa menonton konser siapapun" ucap Dara.
Pria diujung sambungan hanya tertawa mendengar jawaban Dara. "Kau sangat mengagumkan. Hubungi aku jika kau butuh bantuan, aku akan dengan senang hati membantumu" ucapnya, Dara bisa merasakan senyum hangat pria itu meskipun tanpa melihatnya.
Dara mengangguk mengerti, "Ne, gomawo Yongie, aku akan menghubungimu dan mengganggu pekerjaanmu kekeke" pria di ujung sambungan ikut tertawa mendengar suara tawa Dara yang menurutnya lucu.
Jang Kiyong. Pria yang Dara temui dan bahkan beberapa kali menjadi model majalah untuk beberapa baju rancangannya. Mereka bertemu dan berkomunikasi lebih jauh. Dara pernah memperkenalkan Kiyong pada kedua anaknya sebagai calon ayah mereka namun keduanya enggan membuka hati mereka.
Dara hanya dapat meminta maaf pada pria itu atas penolakan serentak yang dilakukan anaknya. Mereka bahkan enggan bertemu dengan Kiyong saat pria itu mendatangi rumah mereka di Paris. Cukup miris memang.
"Berapa lama kau akan tinggal disini?" tanya Kiyong setelah hening beberapa saat.
Dara mengedikkan bahu, "Entahlah mungkin satu minggu, tiga hari di Busan, satu hari di Seoul dan sisanya kita akan pergi ke Jeju. Aku ingin mengajak kedua anakku merayakan malam natal di Jeju" ucap Dara.
"Jinjja? Bolehkah aku ikut bergabung?" tanya Kiyong kembali mencoba peruntunga. Siapa yang tahu bukan, mungkin Jiwon dan Jihyeon telah bisa membuka pintu hati mereka dan dapat menerima dirinya.
"Tentu, datanglah jika kau ingin" ucap Dara tak kalah antusias, ia juga berharap jika kedua anaknya bisa menerima pria seperti Kiyong. Pria itu sangat bertanggung jawab dan bisa diandalkan.
"Eum sepertinya aku harus segera pergi. Aku akan menghubungimu lagi" ucap Kiyong setelah Dara mendengar sebuah suara yang memanggil Kiyong.
Dara menganggukkan kepalanya lalu berucap,"Annyeong" bersama sebelum memutuskan sambungan. Sebuah pesan masuk ke ponsel Dara setelah beberapa saat ponsel itu diam.
_Yongbae_ Kau di korea?
Daraxxi Ya, apakah ia mengatakannya?
_Yongbae_ Dia bercerita pada Seungri dan aku hanya mendengarnya. Berapa lama kau menetap?
Daraxxi Hanya satu minggu
_Yongbae_ Hyeong ingin bertemu denganmu. Hyunsuk hyeong memintamu untuk datang ke gedung YG besok pagi.
Daraxxi Aku akan datang pukul 9.
_Yongbae_ Bawa Jihyeon dan Jiwon aku ingin bermain bersama mereka.
Daraxxi aku akan memikirkan itu
_Yongbae_ Ayolah aku ingin memamerkan gedung YG pada mereka. Aku akan menjaga mereka selama kau berada di ruangan hyeong
YOU ARE READING
We Belong Together
FanfikceSebuah kisah membosankan yang menceritakan tentang kehidupan Sandara dengan dua anak kembarnya. Dan masa lalu yang membuatnya enggan kembali ke negara kelahirannya. Dengan kedua anaknya ia merasa cukup, namun tentu saja keduanya merasa penasaran den...
