Setelah makan malam yang membuat Dara merasa semakin bersalah itu mereka beralih pada ruang keluarga yang berada di satu tempat. Mereka duduk di carpet hangat yang terbuat dari woll dengan perpaduan warna soft pink, soft yellow dan putih. Dengan tungku perapian tak jauh dari mereka dan pohon natal yang cukup tinggi di hadapan mereka.
Mereka tengah menghias pohon natal dengan perhiasan yang tadi siang mereka beli. Dara duduk memangku Jihyeon sedangkan Jiwon bersama Jiyong menempelkan beberapa hiasan di ranting pohon.
"Eomma, bolehkah aku menyimpan bintang itu di atas?" tanya Jihyeon menatap Dara yang memeluknya dari belakang.
Jiyong yang mendengarnya melirik gadis kecil itu lalu duduk disampingnya. "Kau ingin ku angkat agar bisa menyimpannya disana?" tanya Jiyong menatap wajah cantik gadis kecil itu. Dara menatap wajah Jiyong.
Ada beberapa perubahan yang cukup signifikan dari kontur pria itu. Jiyong memang lebih tampan dari sebelum ia meninggalkan pria itu. Namun yang lebih menonjol dari semuanya adalah kantung mata dan bentuk wajah Jiyong, kantung mata pria itu lebih terlihat jelas jika dilihat dari jarak sedekat itu dan wajahnya pun lebih tirus dari sebelumnya. Apakah Kiko menjaga dan merawat Jiyong dengan benar? Dara tidak yakin dengan bentuk wajah Jiyong saat ini.
Lamunan Dara buyar saat Jihyeon bangkit dari pangkuannya dan merentangkan tangan dihadapan Jiyong meminta di angkat. Jiyong dengan senyum lebar di wajahnya mengangkat tubuh kecil gadis yang kini menggenggam bintang di tangannya.
Dara menatap kedua anaknya yang tersenyum bahagia. Beberapa kali mereka tertawa renyah mendengar cerita Jiyong. Dara hanya dapat tersenyum, namun hatinya benar-benar tersayat melihat pemandangan yang kini ia lihat.
Bagaimana tidak, ia tidak akan melihat pemandangan seperti ini lagi. Ia tidak akan membiarkan Jiyong kembali bertemu dengan kedua anaknya. Ia tidak ingin kedua anaknya merasa nyaman bersama Jiyong dan akhirnya meninggalkannya.
"Eomma" panggil Jihyeon.
Dara melirik gadis kecil yang telah kembali ke pangkuannya itu dan tersenyum kearah gadis itu. "Ne aegi-ya?" tanya Dara meraih tubuh mungil gadis itu.
"Kau melamun?" tanya Jihyeon.
Jiyong yang mendengar ucapan Jihyeon melirik ke arah dua perempuan yang kini menempati hatinya. "Ahh ania, eomma gwaenchana" ucap Dara dengan senyum di wajahnya. Namun Jiyong melihat lain. Sudah hampir sembilan tahun Jiyong mengenal Dara sebelum gadis itu meninggalkannya, dan Jiyong sudah sangat mengenal gadis itu luar dalam.
Pohon natal sudah selesai dihias, mereka duduk disebuah sofa dengan Jiwon duduk diantara Jiyong dan Dara dengan kepala di paha Dara, sedangkan Jihyeon duduk dipangkuan Jiyong. Mereka tengah menikmati film keluarga spesial natal bersama di ruang keluarga.
"Eomma" panggil Jiwon yang berbaring di paha Dara. Dara yang mengusap lembut rambut pria itu meliriknya dengan tatapan bertanya. "Gomawo" gumamnya.
Dara tersenyum lalu mengangguk. "Everything for you baby" bisik Dara sebelum mencium pipi Jiwon.
"Apakah kita akan kembali lusa?" tanya Jiwon. Dara menatapnya ragu namun ia hanya dapat mengangguk. Dara tidak menyangka akan mendapatkan sebuah senyuman manis dari anak lelakinya itu. "Ini adalah liburan terbaik dalam hidupku eomma, terima kasih telah mengizinkan kami pergi ke Korea" ucap Jiwon.
Dara mendesah pelan sebelum mengangguk, kembali mengusap rambut anak laki-lakinya itu dengan penuh kasih sayang. "I love you, eomma" ucap Jiwon lalu bangkit dan mencium pipi Dara.
YOU ARE READING
We Belong Together
FanfictionSebuah kisah membosankan yang menceritakan tentang kehidupan Sandara dengan dua anak kembarnya. Dan masa lalu yang membuatnya enggan kembali ke negara kelahirannya. Dengan kedua anaknya ia merasa cukup, namun tentu saja keduanya merasa penasaran den...
