Back to Reality

999 126 38
                                        

Setelah mereka kembali ke Paris, Dara menjadi benar-benar sibuk. Persiapan exhibition, Paris Fashion Week, London Fashion Week, Milan Fashion Week, ia harus menyiapkan juga perilisan baju-baju dan hotel yang baru dibukanya. Belum lagi restaurant yang baru akan dibangun. Hampir tiga minggu penuh gadis itu berada di dalam kantornya.

Jiwon dan Jihyeon merasa sangat bosan, tanpa perhatian ibunya memang sudah biasa tapi ini sudah sangat keterlaluan. LD Company memang berada di atas awan sekarang. Mereka tengah berada di titik kesuksesannya. Tapi Dara melupakan kedua anaknya yang juga membutuhkan perhatian.

Terkadang ia memarahi anaknya yang sulit untuk diatur, tidak seperti biasanya, Dara akan marah secara langsung. Seperti tingkat kesabaran Dara sedang berada di atas, gadis itu seperti sedang sangat sensitive. Bahkan kedua anaknya merasa bahwa ibunya telah di culik oleh alien dan menggantinya dengan alien lain yang menjelma seperti ibunya untuk ia benci.

"Aku merindukan Jiyong appa" ucap Jihyeon yang kini memainkan ponselnya. Hanbyul yang berada di sampingnya melirik gadis kecil itu. "Aku ingin kembali ke Seoul, mungkin Jiyong appa bisa menemaniku dan bermain bersamaku, eomma sangat sibuk akhir-akhir ini" ucap Jihyeon lemas, gadis itu melirik kakaknya yang juga tak bersemangat disampingnya.

"Kau ingin pergi ke Seoul?" tanya Hanbyul. Jihyeon melirik bibinya itu lalu mengangguk semangat, "Kau merindukkan pria itu?" tanya Hanbyul lagi yang direspon dengan anggukan yang sama, "Mengapa kau tidak menghubunginya? Kau bisa mengirimnya pesan lewat Twitter dan Instagram bukan?" tanya Hanbyul memberi ide.

Jihyeon tampak berfikir sebelum keluar dari gallery dan masuk ke aplikasi Twitter, ia mencari nama akun Jiyong dan mulai menghubungi pria itu melalui akun media sosialnya.

"Eomma!!" panggil Jiwon yang menangkap sosok Dara berjalan cepat ke arah ruang kerjanya. Dara berhenti sejenak dan berbalik untuk melihat anak lelakinya yang berlari kearahnya. "Kau akan pergi lagi?" tanya Jiwon, Dara melirik Hanbyul yang duduk di sofa bersama Jihyeon yang sibuk dengan ponselnya. Tak berniat mendongak untuk sekedar beradu tatap dengannya.

"Ya, aku harus pergi ke Milan dan London untuk menghadiri Fashion Week lalu ke Jepang untuk melihat restaurant yang akan dibangun disana" ucap Dara, gadis itu berjongkok di depan Jiwon, "Kau bisa menjaga adikmu selagi aku pergi, kan? Akan ada Sanghyun uncle disini, dan Hanbyul aunty" ucap Dara, ia mengacak rambut di depannya lalu kembali berjalan ke arah pintu ruang kerjanya.

Jiwon menghela nafas berat sebelum kembali duduk di sofa disamping Jihyeon, "Apakah eomma akan sangat sibuk oppa?" tanya Jihyeon, Jiwon melirik adiknya lalu mengangguk, "Appa mengajak kita bermain di Seoul, bagaimana menurutmu?" tanya Jihyeon kini menatapnya.

Jiwon melirik Dara yang berjalan cepat dengan map dan kertas di tangannya, sepertinya ibunya tidak mendengar ucapan Jihyeon, ia melirik adiknya lalu mengangguk dengan seringai khasnya di wajah. Hanbyul menatap dua anak itu lalu menggeleng, seringai itu sangat mirip dengan seringai milik Jiyong.

"Aunty" panggil Jihyeon, Hanbyul melirik Jihyeon dan bergumam, "Bolehkah aku menginap di Seoul? Appa mengajak kami untuk tinggal bersamanya selama beberapa hari, bolehkan kita pergi?"tanya Jihyeon, gadis kecil itu menatap Hanbyul dengan tatapan memohon.

"Bagaimana jika eomma kalian tahu?" tanya Hanbyul, "Eomma tidak akan mengizinkan kalian pergi ke Korea seorang diri" ucap Hanbyul dengan tatapan yang dibuat bingung, ia hanya ingin tahu seberapa serius keinginan keduanya untuk pergi ke negara asal mereka.

Jihyeon kembali pada ponselnya, mengetik sesuatu sebelum tersenyum dan kembali beralih pada Hanbyul. "Jiyong appa akan menjemput kami di Paris orc Airport, jadi kau hanya perlu mengantarkan kami menuju airport hingga kami bertemu dengannya" ucap Jihyeon dengan senyum diwajahnya. Hanbyul menatap gadis kecil itu lalu melirik Jiwon yang juga memperhatikannya.

We Belong TogetherWhere stories live. Discover now