Mereka berada di bandara, menunggu pesawat Jiyong yang baru saja landing. Jiyong melambai saat mereka melihat sosoknya. Jihyeon dan Jiwon mengambil koper kecil berisi barang bawaan mereka dan berlari kearah pria itu.
"Appa!!!" teriak keduanya. Meskipun dengan balutan ninja, tapi Jihyeon dan Jiwon mengetahui siapa pria itu. Perjalanan rahasia Jiyong ini cukup berhasil karena tidak ada yang bisa mengenali Jiyong dilihat dari masyarakat yang tidak begitu peduli padanya.
Jiyong berjongkok di hadapan mereka dan memeluk keduanya. Ia begitu merindukan dua bocah kecil itu. "Kau yakin kau tidak keberatan?" tanya Hanbyul, Jiyong mendongak lalu menggeleng, tersenyum di dalam maskernya.
"Aku akan menjaganya, lalu mengembalikannya sebelum Dara kembal ke Paris" ucap Jiyong, pria itu berdiri untuk menyamai pandangannya dengan Hanbyul.
"Kau harus berjanji Kwon, karena jika tidak, Dara akan mengamuk" ucap Hanbyul, wanita itu terdengar khawatir.
Jiyong hanya tersenyum pada wanita yang menjadi kakaknya itu, "Tenang saja" ujarnya, ia beralih pada dua anak kecil di genggamannya, "Kalian siap?" tanya Jiyong, keduanya mengangguk semangat.
"Jangan berulah dan menurutlah pada Jiyong uncle, ne" pesan Hanbyul pada mereka, Jihyeon dan Jiwon menganggukkan kepalanya mengerti.
"Ne!!" ucap keduanya bersemangat. Senyum bahagia dapat terlihat dengan jelas di wajah keduanya.
Hanbyul tersenyum lalu melirik pria di depannya, "Jangan lakukan hal bodoh, kembalikan dia sebelum Dara kembali dari Milan" pesan Hanbyul yang dijawab dengan anggukan kepala Jiyong dan ucapan terima kasih pria itu.
Setelah mengucapkan selamat tinggal mereka segera pergi untuk menunggu penerbangan mereka. Jiyong telah membeli ticket langsung setelah pria itu mendarat.
---
Mereka sampai pukul 3 dini hari di Incheon International Airport. Jiyong dengan hati-hati merapikan barang bawaan Jiwon dan Jihyeon yang duduk disamping kanan dan kirinya. Saat mereka akan duduk, Jiwon dan Jihyeon berebut duduk disampingnya, Jiyong hanya tersenyum mendengar pertengkaran mereka. Bukan ia senang melihat keduanya bertengkar, hanya saja, ia merasa lucu menjadi salah satu objek pertengkaran keduanya.
Setelah semuanya siap dan ia yakin tak ada lagi yang tertinggal, Jiyong mengambil tasnya dan menggendong kedua anaknya di kedua tangannya setelah memberi perintah pada Sonhoo untuk bersiap di depan terminal bandara kedatangan.
Jiyong meminta bantuan dari petugas yang berada di bagian bagasi untuk mengambilkan koper kecil milik kedua anaknya sebelum berjalan keluar dari bagasi menuju pintu keluar terminal. Sonhoo yang melihat artisnya lalu berlari mendekati Jiyong.
Pria itu mengambil dua koper yang dibawa oleh petugas dan segera menyusul Jiyong yang berjalan cepat. Sebesar apapun rasa cintanya pada kedua anaknya itu, ia tidak bisa membohongi rasa pegalnya. Dari kabin pesawat hingga pintu keluar terminal cukuplah jauh, dan Jiyong harus membawa dua bocah berumur lima tahun yang tertidur di kedua tangannya.
Setelah mereka sampai di mobil Jiyong duduk dibelakang, kedua anaknya tertidur pulas dengan kepala berada di paha Jiyong. Pria itu mengusap kepala keduanya dengan saying, Jiyong tersenyum lembut. Setelah mereka berebut tempat duduk, Jiwon dan Jihyeon banyak bercerita hingga mereka mengeluh karena mengantuk lalu tertidur di bangku mereka masing-masing.
Sonhoo melirik Jiyong melalui kaca spion, senyumnya mengembang saat wajah bahagia itu terpancar jelas di wajah artisnya. Sudah sangat lama ia tak melihat wajah tampan dengan mata berbinar itu.
Lima tahun yang lalu. Itu lima tahun yang lalu, setiap mereka sedang berdua, Jiyong akan menceritakan tentang kekasihnya, Sandara, dengan senyum indah dan mata berbinar. Sama persis dengan mata yang ia lihat saat ini.
YOU ARE READING
We Belong Together
FanfictionSebuah kisah membosankan yang menceritakan tentang kehidupan Sandara dengan dua anak kembarnya. Dan masa lalu yang membuatnya enggan kembali ke negara kelahirannya. Dengan kedua anaknya ia merasa cukup, namun tentu saja keduanya merasa penasaran den...
