Jam menunjukkan pukul 4 kurang 15 menit. Chaerin telah menemukan dimana Jihyeon dan Jiwon berada. Gadis itu juga telah menghubungi Dara bahwa kedua anaknya aman dan tidak memiliki goresan sedikitpun.
Jiyong memasuki ruang ganti baju, ia menemui membernya dan staff yang bertugas. Saat pintu mengayun membawa dirinya, Jiyong langsung diberi baju oleh stylistnya yang segera Jiyong pakai. Mereka akan membawakan lebih dari 20 lagu untuk hari ini. Dan ia merasa sangat gugup karena untuk pertama kalinya seseorang yang berkaitan dengan Dara melihatnya.
"Tenanglah hyeong, bukankah Kiko membatalkan kedatangannya karena ia harus menghadiri sebuah pemotretan yang mendadak?" tanya Seungri menepuk pundak Jiyong
Jiyong beralih pada pria disampingnya, "Aku bukan gugup karena dia. Aku gugup karena aku akan tampil di depan kedua anak Dara. Aku takut mempermalukan diriku sendiri disana" ucap Jiyong masih dengan ekspresi yang tak tenang.
Seunghyun duduk disamping Jiyong, "Kau menjaga image-mu di depan kedua anak Dara? Kau akan meninggalkan Kiko setelah kau mendapatkannya?" tanya Seunghyun sarkastik, ia bahkan tertawa sarkastik diakhir pertanyaannya.
Jiyong beralih pada Seunghyun, lalu mendesah pelan "Hyeong, bisakah kau berhenti bersikap seperti itu padaku? Aku tahu aku salah dan aku sedang berusaha untuk menebus kesalahanku dengan-"
"Dengan ingin kembali bersamanya dan memulainya dari awal? Membuatnya kembali percaya padamu sedangkan kau memiliki kekasih?" tanya Seunghyun memotong ucapan Jiyong.
Jiyong menutup matanya rapat, selalu berakhir seperti ini. Dan entah apa yang harus ia lakukan. Ia benar-benar ingin mengakhiri semuanya sehingga Bigbang, group yang mereka dirikan tetap utuh. Ditambah fans mereka semakin banyak, Jiyong merasa harus mempertahankan hubungan mereka agar tetap utuh.
"Kumohon hyeong, kau benar-benar membuatku semakin bersalah. Aku membutuhkan sosok seorang kakak yang dapat membantuku dari masalah ini. Aku tidak membutuhkan banyak masalah. Aku tahu aku banyak membuat masalah tapi kumohon tidak denganmu" ucap Jiyong dengan desahan setelahnya.
Seunghyun menatap Jiyong, sebenarnya ia merasa kasihan pada pria dihadapannya tapi ia juga merasa bahwa pria itu pantas mendapatkan apa yang ia dapatkan sekarang setelah ia mengkhianati persahabatannya 10 tahun yang lalu.
"Dan tentang Kiko, aku hanya merasa nyaman berada disampingnya. Aku-"
"Kau akan meninggalkannya dan kembali pada Dara?" tanya Seunghyun menatap Jiyong dari cermin di depannya.
Jiyong menundukkan kepalanya, "Ia tahu bagaimana perasaanku terhadap Dara. Ia akan mengerti" gumamnya, ia harap wanita itu akan mengerti dan tak membencinya.
Seunghyun menyeringai, "Kau memang bukan lelaki sejati bung. Kau membuat wanita yang mencintaimu sakit hati, kau tau? You are a heartbreaker!" ucap Seunghyun lalu mengangkat tangannya "Lanjutkan nanti" ucapnya pada stylist yang tengah memberi beberapa make-up pada Seunghyun.
Jiyong mendesah pelan, menyandarkan punggungnya pada kursi di belakangnya. Seungri menatap Jiyong dari cermin di depannya. Ia cukup merasa kasihan pada hyeong-nya itu. Seorang leader yang dibanggakan oleh ribuan fans harus mengalami masa yang sangat sulit seperti ini.
Mungkin hanya diatas panggung Jiyong dianggap ada tapi tidak di belakang panggung, mereka berdua –Yongbae dan Seunghyun- akan menganggap bahwa ia tidak mengenal Jiyong. Di atas panggung mereka akan kompak tapi tidak dengan dibelakang panggung. Seungri bisa merasakan kekhawatiran yang dirasakan Jiyong saat berada diatas panggung. Bagaimana takutnya Jiyong jika membernya mengkhianatinya dengan tidak bertindak profesional.
---
Hampir 2 jam telah berlalu, Jihyeon dan Jiwon berdiri di depan ruang ganti Bigbang. Menunggu kedatangan member Bigbang yang masih melakukan penutupan. Tak berapa lama member Bigbang bersama staff yang bekerja mulai berdatangan.
YOU ARE READING
We Belong Together
FanfictionSebuah kisah membosankan yang menceritakan tentang kehidupan Sandara dengan dua anak kembarnya. Dan masa lalu yang membuatnya enggan kembali ke negara kelahirannya. Dengan kedua anaknya ia merasa cukup, namun tentu saja keduanya merasa penasaran den...
