"Apakah eomma baik-baik saja?" Jihyeon berdiri di belakang Jiyong bersama Jiwon di sampingnya. Mereka menatap Jiyong dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Jiyong tersenyum sebelum menganggukkan kepalanya, "Eomma berada di luar negeri itu yang dikatakan Chaerin aunty" ucap Jiyong ia lalu berjongkok menyamai tingginya dengan kedua anaknya.
"Appa tidak bohong?" tanya Jihyeon penuh selidik, "Dimana eomma? Aku ingin bertemu dengannya, kita bisa pergi ke negara dimana eomma berada, bukan?" ucap Jihyeon sekali lagi, Jiyong menatap mata itu, terpancar kerinduan yang dalam disana. Ia menghela nafas sebelum memeluk keduanya.
Ini adalah salahnya sehingga Dara pergi dari rumah dan kini ia menghilang. Ia hanya bisa berdoa agar mereka dapat segera menemukan Dara secepatnya sehingga ia bisa membawa Jihyeon dan Jiwon pada gadis itu.
---
"Noona tidak ada di rumah Jiyong hyeong?" tanya Sanghyun cukup terkejut saat Chaerin mengatakan bahwa Jiyong baru saja menghubunginya menanyakan keberadaan Dara. Chaerin hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Sanghyun.
"Apakah kau tahu dimana noona-mu biasanya pergi saat ia seperti ini?" tanya Chaerin, "Aku rasa Dara eonni merasa terpojokkan karena kini kita berada di pihak Jiyong oppa, kita terlalu memaksanya untuk kembali pada Jiyong oppa, hingga Jihyeon dan Jiwon pergi meninggalkannya seperti ini" ucap Chaerin dengan nada sedihnya.
Hanbyul menundukkan kepalanya, ia merasa sangat bersalah karena jika saja ia bisa menahan Jihyeon dan Jiwon untuk tetap tinggal, atau memberikan Dara sedikit kebohongan, mungkin ini semua tak akan terjadi. Otaknya bekerja mencari tempat yang biasa Dara datangi saat ia bersedih, tapi seingatnya ia hanya memiliki rumah atau apartement Jiyong yang dulu dan rumahnya yang telah ia jual. "Apakah ia tidak ada di villa?" tanya Hanbyul mencoba peruntungan.
Chaerin menggeleng kepalanya, "Aku langsung menghubungi penjaga villa saat Jiyong oppa memutuskan sambungan dan ahjussi penjaga mengatakan Dara tidak datang kesana" ucap Chaerin, gadis kucing itu lalu menatap Sanghyun yang masih berfikir keras,
"Sepertinya aku tahu dimana Dara noona sekarang" ucap Sanghyun masih terdengar ragu, "Aku akan mencobanya, tapi aku minta satu permintaan" ucap Sanghyun menatap kedua noona-nya. Chaerin dan Hanbyul saling pandang lalu menatap Sanghyun dengan tatapan tanya "Biarkan aku mencarinya sendiri, hanya siapkan penerbanganku ke Korea hari ini juga" ucap Sanghyun menatap keduanya secara bergantian.
Chaerin kembali melirik Hanbyul sebelum menganggukan kepalanya pasrah. Sanghyun berlari ke arah kamarnya untuk menyiapkan barang yang ia butuhkan. Setelah dirasa cukup pria itu lalu beranjak ke airport untuk kembali ke negara kelahirannya untuk menemui kakak perempuannya.
---
Gadis itu tengah menikmati teh hangatnya di sore yang tenang. Sudah dua bulan ia berada di rumah ini, menyendiri dan melanjutkan kehidupannya dengan tenang. Walau setiap malam ia akan menangis karena merindukan kedua anaknya, menyalahkan dirinya yang tidak dapat menjaga keduanya dan terlalu pengecut untuk menghadapi mantan kekasihnya.
Sebuah ketukan membuatnya terkejut karena selama dua bulan ini tidak ada yang mengetahui bahwa rumah itu telah ia tempati. Ia menyimpan buku yang tengah ia baca di meja kecil di depan perapian sebelum berjalan ke arah pintu masuk.
Ia membuka pintu tanpa melihat siapa yang datang di jendela dekat pintu, matanya melebar saat melihat siapa yang datang mengunjunginya. Ia segera menutup pintu itu yang dapat langsung di tahan oleh tangan kekar yang mengunjunginya.
Pria itu mendorong pintu di depannya dengan Dara susah payah menutupnya kembali. Ia belum siap bertemu dan menghadapi masalahnya. "Jebal noona" ucap Sanghyun dengan suara lemahnya, Dara menggigit bibir bawahnya, ia dengan perlahan menyerah dengan kekuatan adiknya.
YOU ARE READING
We Belong Together
Fiksi PenggemarSebuah kisah membosankan yang menceritakan tentang kehidupan Sandara dengan dua anak kembarnya. Dan masa lalu yang membuatnya enggan kembali ke negara kelahirannya. Dengan kedua anaknya ia merasa cukup, namun tentu saja keduanya merasa penasaran den...
