Dara memasuki ruang tamu dan melihat Chaerin yang mendapat panggilan dari seseorang. Dara mengantar kedua anaknya ke ruang keluarga sebelum kembali ke ruang tamu untuk berbicara dengan Chaerin.
Chaerin menutup panggilannya dan melirik Dara yang berada disampingnya, "Eoh eonni" panggilnya.
Dara mendongak dan tersenyum kecil, ia lalu duduk di salah satu sofa yang berada di depan TV "Aku bertemu dengannya lagi" ucap Dara pelan, Chaerin tersenyum. Ia tahu siapa yang Dara maksud.
"Kalian mengobrol?" tanya Chaerin, ikut duduk disamping Dara yang kini menundukkan kepalanya. Merasa lelah secara tiba-tiba.
Dara menggeleng. "Jiwon ingin pergi ke konser bigbang. Bagaimana menurutmu?" tanya Dara tanpa melirik gadis disampingnya. Chaerin menatap Dara bingung, lalu tertawa pelan. Kemarin ia memiliki tekad yang kuat untuk tidak mengizinkan kedua anaknya untuk datang ke konser bigbang tapi sekarang ia bertanya.
Dara memang selalu kalah oleh kedua anaknya, ia tidak bisa tidak memberikan apa yang kedua anaknya inginkan asalkan keduanya terus merayu Dara dan memintanya pada Dara dengan sedikit perasaan sabar.
Chaerin menghela nafas berat sebelum menjawab "Biarkan mereka datang" ucap Chaerin ringan, "Antar mereka, aku yang akan menangani perusahaan seperti biasa" lanjut Chaerin dengan tangan yang ia simpan di atas tangan Dara.
Dara menggeleng, "Aku yang akan menangani perusahaan sementara kau bersama kedua anakku. Dan tolong untuk menjaga jarak dengan Jiyong. Jangan biarkan kedua anakku berada pada radius yang dekat dengannya" ucap Dara dengan alis yang berkerut, gadis itu bahkan seperti ketakutan.
Chaerin kembali tertawa. Apa yang ada pada fikirannya saat ini? "Apakah G-Dragon adalah sebuah virus mematikan sekarang? Mengapa kau memintaku untuk menjaga kedua anakmu berada pada radius yang cukup jauh. Heol eonni bahkan dia adalah ap-"
Dara menutup mulut Chaerin dan melirik kanan dan kiri mengantisipasi bahwa seseorang mendengarnya "Jangan pernah katakan itu di rumah ini" ucap Dara pelan. Chaerin mengangguk dengan tangan Dara yang masih membekap mulutnya.
Dara melepaskan tangannya dari mulut Chaerin, "Aku hanya tidak ingin mereka terlalu dekat. Aku tidak ingin mereka meninggalkan-"
Kini giliran Dara yang dipotong dengan jari telunjuk Chaerin, "Kau selalu memiliki fikiran seperti itu." Ucap Chaerin berdecak dengan gelengan kepala setelah melepas tangannya dimulut Dara.
Dara menundukkan kepalanya, yang ia takutkan hanya satu yaitu ia kembali terpesona oleh Jiyong dan kembali memaafkan pria itu. Ia benar-benar sakit kemarin. Luka dihatinya bahkan belum sepenuhnya sembuh. Ia hanya dekat dengan beberapa orang pria. Itupun tidak sampai ke jenjang yang cukup serius. Hanya sebatas saling mengenal, tidak seperti & Kiyong dan Yongbae.
Mereka memiliki masalah saat menghadapi Jiwon yang memiliki sifat turunan seperti ayahnya yang posessive. Dara bahkan masih merasa kehadiran Jiyong saat Jiwon telah sampai di titik possessive-nya. Ia akan melakukan segala cara agar Dara tidak berada dekat dengan pria lain.
"Apakah aku harus mengalah untuk kali ini?" tanya Dara menatap Chaerin dengan alis berkerut. Ia masih sedikit ragu untuk mengabulkan keinginan Jiwon. Pria itu memang sangat jarang meminta sebuah keinginan, tak seperti Jihyeon yang terlalu banyak meminta.
Chaerin mengangkat bahunya. "Itu terserah padamu. Aku hanya akan mendukungmu. Lagi pula, konser Bigbang tidak akan diselenggarakan setiap tahun. Kita bisa kembali ke Korea kapanpun kita mau, kita bisa mengunjungi Busan dan Jeju kapanpun kau mau. Tapi tidak dengan konser bigbang" ucap Chaerin diakhiri dengan senyuman.
"Itu adalah kalimat yang Jiwon ucapkan saat ia memintaku untuk mengizinkannya pergi ke konser mereka" ucap Dara lelah, ia bahkan menyandarkan tubuhnya di sofa dan menatap ruang kosong di depannya.
YOU ARE READING
We Belong Together
FanfictionSebuah kisah membosankan yang menceritakan tentang kehidupan Sandara dengan dua anak kembarnya. Dan masa lalu yang membuatnya enggan kembali ke negara kelahirannya. Dengan kedua anaknya ia merasa cukup, namun tentu saja keduanya merasa penasaran den...
