Aku terbangun dari tidurku dan melihat ke sekeliling. Gelap. Aku benar - benar takut, ya walau aku pyscho tapi aku punya phobia dari kecil. Aku tidak bisa bertahan jika berada di ruangan yang gelap dan setitik cahaya sedikitpun. Aku bisa mati. Nafasku mulai tak beraturan dan dadaku mulai sesak. Mulutku juga dibekap. Aku tidak boleh menangis.
"Somebody helps me. I'm so scared", batin Kimi
Aku benar - benar tidak kuat. Siapa yang buat semua ini. Permainan macam apa ini. Aku benar - benar muak. Badanku terikat. Aku susah sekali gerak. Untungnya aku membawa pisau lipat yang kuselip di jam tanganku. Keren bukan, pisau lipat di jam tangan. Aku mulai meraih pisauku dan sret..sret.. Tali mulai renggang dan akhirnya lepas. Aku mencari ponselku dan mulai mengetikkan pesan. Siapa ya yang harus ku telpon. Eh, jangan deh. Aku harus mengirim pesan ke.....Aru. Dia orang yang paling mengerti keadaan. Saat ingin mengetik, tiba - tiba pintu terbuka. Aku benar - benar takut untuk saat ini. Tanganku gemetar. Dua orang cowo datang dan melihat keadaanku. Aku tidak tau harus melakukan apa. Cowo tersebut menamparku. Aku meringis kesakitan. Pandanganku kabur dan entahlah aku tidak tau apa yang terjadi. Aku berharap bantuan segera datang.
~"~
Author's POV
"Hi, sayang. Apa kabar ?"
Kimi belum sepenuhnya sadar. Kepalanya terasa berat dan pandangannya belum jelas. Ia bisa mendengar suara berat dan nafas di dekatnya. Ketika pandangannya jelas dan ia benar - benar sadar, ia terkejut ketika mendapati dirinya di tempat tidur dan melihat bahwa dirinya tidak mengenakan baju yang sama.
"Itu berarti ada yang mengganti bajuku?", batin Kimi
Kimi menangis. Dia takut sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Apa yang kau lakukan padaku ?" Dan siapa kau sebenarnya?"
"Tidak usah takut sayang. Kita akan bersenang - senang di sini. Siapa aku sebenarnya, kau masih tidak mengenaliku ha ?"
"Aku tidak tau"
Cowo itu membalikkan tubuhnya dan Kimi terkejut melihat dia kembali.
"Kau..."
"Ya, aku Kanata. Orang yang pernah kau bunuh tapi tak berhasil"
Flashback on
Hari ini sangat cerah. Aku suka sekali ke sekolah. Menghabiskan waktu sendiri di gedung sekolah. Terasa menyenangkan. Sebenarnya aku punya teman dekat, bisa dikatakan sahabat juga sih. Kami sangat dekat. Tapi entah kenapa aku lebih memilih sendiri. Aku punya banyak teman. Mereka semua sangat menyayangiku tapi aku butuh waktu sendiri.
"Kimi, kamu mau ke mana ?"
"Aku ingin menyendiri"
Itu jawaban yang paling sering kuucapkan. Aku bermain dengan pikiranku sendiri. Sebenarnya ada sih sifat pyscho dalam diriku yang tertanam sejak kecil tapi aku tak berani menunjukkannya. Karena aku takut menjadi seorang pembunuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm here
Terror"Ketika sisi gelapku mulai terlihat, di situlah kalian tahu bagaimana aku sebenarnya. Ketika kesabaran ini telah habis, kau kan melihat betapa hancurnya dirimu melebihi diriku" -Kimi Arina- Rank : 🏅11 ~ Killing 🏅8 ~ By 🏅 1 ~ Grudge
