"Ga, sini duluu"
"Apaan?"
Jawabnya dengan muka sewot saat ku suruh mendekat. Kami sekarang berada di taman kota.
"Sinii"
"Apaan sih Fan?"
"Liat tuh ga, ceweknya behh seksi ya? Gw jadi pengen deh"
"Lo ngomong apa sih?
Gak jelas banget"
"Ya gw pengen sekali-kali lo muji gw seksi ga, masa lo gak pernah muji gw seksi" ucapku merajuk
"Hahaha ada2 aja deh lo fan, udah ah lo diem"
"Tau ah ga, lo mah"
"Apasih sayang? Kamu itu seksi, udah ah jangan ngambek"
Ku cubit perutnya dan dia reflek meringis dan menghindar.
"Noh penggemar lo pada jelalatan, gw males kalau jalan sama lo ga, selalu gw di tatap kayak gitu!"
"Gitu gimana?"
Ucapnya sambil menggandeng tanganku menuju penjual Es cendol.
"Ya tatapannya kayak mau nerkam gw"
"Udah jangan peduliin, lagian udah biasa kan? Bang dua ya jangan banyak es nya"
Ucapnya sambil memesan Es cendol.
"Ga,"
Panggilku karena dia mulai fokus sama Hp nya.
"Hem"
"Ga, hadep sini"
"..."
"Angga mah gituuu, hp lo lebih cantik dari gw ya ga?"
"..."
Aku yang udah mulai jengah mulai menengok dia sedang liat apa.
PLAK
Reflek ku pukul kepalanya dari arah belakang.
"Bisa-bisanya liat begituan, kan gw udah bilang lo tuh jangan kotorin pikiran lo gara-gara liat begituan"
Dia cuma ngeringis sambil mengusap kepalanya.
"Gw kan normal Fan" ucapnya melas
"Normal kepala lo peyang?"
"Udah ah males gw, lo tuh masih SEKOLAH! pikiran lo tuh harusnya yang wajar!"
"Bawel!" Balasnya yang acuh
"Di bilangin juga!"
"Iya mbah!"
"ANGGA!" Ucapku dengan emosi
"Fan. Lo gak sadar kita di liatin orang?"
Saat ku tengok, aku kaget ternyata banyak pasang mata mengarah ke arah kami.
"Lo sih, malu gw jalan sama lo"
"Yaudah kalau lo malu, pulang jalan kaki aja sana! lo kan gak punya duit buat ongkos?"
"Sampe lo biarin gw jalan, awas besok gak akan gw ikut nonton pertandingan basket"
"Gitu aja ngancem"
"Lo duluan yang ngancem"
"Iya fan terusin aja, gw emang selalu salah"
"Emang"
***
"Gilaaa cowok lo fan ganteng banget"
"Bukan cowok gw, pembantu gw tuh!"
"Anjir, gw bilangin tau rasa lo hahaha"
KAMU SEDANG MEMBACA
Masa Sekolah ✅
HumorMasa sekolahku tak begitu menyenangkan. Tetapi semenjak di jadikan kekasih olehnya, semuanya berubah. ~ FANA
