Penggemar Alay

23.2K 493 3
                                        

Fana POV

"Sini dulu!"
Perintah Angga yang ku jawab gelengan.

"Gak mauu! Nanti gak jadi pulang"
Ucapku

"Sini dulu bentar"
Ucapnya membujuk sambil duduk di atas kasurnya.

Aku akhirnya mendekat dengan pelan.

Saat sudah mendekat.

Jreng aku di tarik dan di kunci lagi tubuhku hingga tak bisa bergerak.

Aku berteriak kesakitan saat dia menggigit bahuku.

"BEGO! BEGO GAAA!! BERHENTI!"
Aku meronta ingin di lepaskan, walaupun dia dalam keadaan sakit. Tapi tetap saja, kekuatannya tak sebanding denganku.

"Rasain wleek!"
Dia mengejek dan melepaskanku.

"Udah sana pulang! Besok jangan telat jemput."
Ucapnya memerintahku.

Aku hanya duduk diam sambil menunduk membelakanginya setelah dia gigit.

Aku terisak pelan dan Angga kaget.

"Loh kok nangis? Haha. Maaf.. ucuucu mana yang sakit?"
Dia menarikku ke dalam pelukannya dan aku tetap terisak.

"Udah dong jangan nangis, mau balon? Apa permen?"
Tanyanya membujuk.

Yang membuatku menahan tawa.

Dikira aku anak kecil apa? Di bujuk balon sama permen-_-

"Kalau mau ketawa, ketawa aja. Nanti kalau gak di keluarin malah keluar kentut"
Ucapnya menggodaku tapi tetap dengan memelukku.

Aku tertawa pelan. Sambil tetap di dalam pelukannya

Aku mengusap ingusku ke jaketnya.

"Ck. Jorok amat sih Fan!."
Ucapnya berdecak kesal dan melepaskanku.

"Bodo!"
Ucapku dengan tetap mengeluarkan ingusku ke jaketnya.

"Udahan dong!"
Ucapnya sambil menarik jaketnya dari hidungku.

Angga melepaskan jaketnya, dan merenggut kesal.

"Malesin jadi cewek!"
Ucapnya

dan menyuruhku mengambil jaketnya di lemari.
"Ambilin jaket warna merah di lemari"
Tunjuknya.

"Ambil sendiri lah, punya tangan juga!"
Ucapku berdiri dan akan beranjak.

"Aduh, sakit"
Ringisnya sambil memegang kepalanya.

"Boong, gak percaya!"
Ucapku memeletkan lidah.

"Beneran! Aduh!"
Dia membaringkan kepalanya dan meringkuk di atas kasur.

Aku duduk di tepi ranjang kembali.

"Gak bohong, sakit beneran?"
Tanyaku sambil memijat kepalanya.

"Sssh.."
Ringisnya sambil mengernyit kesakitan.

Aku mengambil telponku di dalam tas.

"Hallo ma"

"Hallo sayang, kenapa belum pulang jam segini?"

"Angga, ini dari tadi kesakitan kepalanya, aku harus gimana?"
Tanyaku panik ke mama sambil tetap memijat kepala Angga.

"Kasih obat dari dokter dulu"
Perintah mama.

"Udah, tadi sore udah aku kasih."

"Emang bunda kemana?"
Tanya mama kepadaku.

"Masih gak ada di rumah, bunda di luar kota. Aku harus gimana ma?"
Tanyaku khawatir, dan tiba-tiba Angga muntah ke lantai melewati depan perutku.

Masa Sekolah ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang