FANA POV
Aku sekarang berada di taman kampus tempatku berkuliah sambil memainkan hp.
Ya! Setelah lulus beberapa minggu kemarin, dengan nilai yang tak kusangka-sangka aku berhasil masuk ke sini yang notabennya adalah universitas favorit di jakarta.
Aku tersentak kaget saat ada yang menempel ke arahku, siapa lagi kalau bukan Angga? Yaps! Dia juga satu kuliah denganku, hanya berbeda jurusan saja.
"Ck. Apaan sih ga?! Minggir! Berat ah"
Aku mendorong badannya yang di bebankan ke arahku.
"Gak mau!"
Ucapnya menolak dan semakin membuat badanku hampir jatuh dari kursi taman karena menahan bebannya.
"Kenapa lagi?"
Tanyaku akhirnya mengalah dan membenarkan posisinya agar lebih nyaman.
"Pusing gw habis ngerjain gambar bangunan 3D berjam-jam"
Jawabnya memelas.
Aku mengusap kepalanya lembut yang ada di pundakku.
"Oh Sini gw pijitin kepalanya biar gak pusing"
"Migren gw kambuh deh kayaknya Fan. Sshh"
Ucap Angga meringis saat aku sudah memijat keningnya yang dateng-dateng mengeluh pusing.
"Mau aku beliin obat?"
Tanyaku kasihan karena tak tega juga melihatnya agak demam.
"Nggak usah, habis ini ada kelas lagi. Dosennya resek, seenaknya ngasih jam"
Ucapnya sambil mendumel.
"Namanya juga kuliah Ga. Udah makan?"
Tanyaku
"Udah. Tadi makan bareng sama anak-anak"
"Anak-anak? Anak siapa hayoo?"
Ujarku menggoda sambil mencolek pipinya yang ada di pundakku.
Angga menegakkan badannya dan tersenyum geli mendengar pertanyaanku.
"Lo kayaknya udah ngebet punya anak ya?"
Tanya Angga mengerling ke arahku.
Aku memutar bola mataku.
"Iya. Kenapa? Asal bukan anak lo gw mau cepet punya anak!"
Jawabku
Angga menatapku tersentak.
"Maksud lo?"
Tanyanya melotot.
"Kurang jelas? Gw gak mau punya anak bareng lo! Entar anak gw jadi resek kayak lo!"
Ucapku.
"Kok jahat banget sih ngomongnya? Yaudah, aku juga gak mau punya anak kayak lo, yang bego!"
"Heh!"
"Apa?"
Tanyanya menantang.
Aku menendang kakinya yang ada di sebelahku.
"Aw! Sakit bego!"
Ringisnya sambil memegang tulang keringnya yang ku tendang.
"Gw kalau bego, gak mungkin bisa kuliah di sini!"
Ucapku melotot.
"Sakit"
Ucapnya manja tanpa menghiraukan ucapanku.
Aku pun akhirnya berjongkok di bawahnya dan menyingkap celananya untuk melihat bekas yang tadi ku tendang.
Ternyata biru.
Aku mendongak menatap ke arahnya yang meringis kesakitan.
"Mangkanya jangan suka cari gara-gara!"
Peringatku.
Angga hanya mendengus kesal ke arahku.
Aku mengusap lembut dan meniupnya pelan.
"Udah sembuh!"
Ucapku menutupnya kembali dengan pelan.
"Di gituin gimana bisa sembuh? Lo pikir gw bocah, hah?"
Tanyanya sengit.
"Yaudah sih, jangan lembek jadi cowok! Gitu doang udah K.O"
ucapku mencibir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masa Sekolah ✅
HumorMasa sekolahku tak begitu menyenangkan. Tetapi semenjak di jadikan kekasih olehnya, semuanya berubah. ~ FANA
