ISTRI BUKAN?

23.8K 496 12
                                        

Angga POV

"Dasar kampret!"

Aku mengumpat kesal pagi ini. Aku capek pengen tidur, mata lelah, pusing yang tak terelakkan, tapi di ganggu dengan kehadiran Fana yang menggangguku.

Aku baru saja bisa memejamkan mata setelah berkutat dengan tugas kuliahku tadi malam hingga subuh. Dan baru teridur dua jam.

Tetapi Istriku menyuruhku bangun untuk sarapan, dia tak salah sih. Tapi, tindakannya itu sungguh membuat kepalaku berat karena bangun dengan cara kaget.

Aku bersandar ke kepala ranjang, menunggu Fana membawakan makanan dan dengan begitu aku bisa tidur kembali.

Pintu terbuka, ku lihan Fana tersenyum lembut sambil membawakan nampan yang berisi makanan.

"Mau gw suapin apa makan sendiri?"
Tanyanya.

"Suapin"
Ucapku.

"Utututu suamiku manja"
Ucapnya sambil mencolek daguku tetapi aku menghindar

"Gw gak mau bercanda. Ngantuk Fan. Cepet!"
Ucapku kesal.

"Iye bos!"
Ucapnya menyuapiku dengan sabar.

Suasana hening, hanya ada suara sendok dan piring yang beradu.

"Gak mau mandi habis ini?"
Tanyanya sambil memberesi piring yang sudah kosong.

"GAK!"
Ucapku keras.

"Biasa aje gak usah pakai otot!"
Ucapnya sewot.

"Lagian Kamuu gak pengertian banget, suami capek di gangguin mulu"
Ucapku cemberut.

Sumpah ini adalah ekspresi paling menjijikkan bila aku merajuk.

"Yaudah gw seka aja badannya kalau capek"
Ucapnya menawarkan diri

"Gak usah deh, langsung tidur lagi. Kepala gw pusing"
Aduku dan menarik selimut lagi melanjutkan tidur yang belum selesai.

"Gw beresin ini dulu, ntar gw temenin tidur"

"Hmm"
Aku hanya bergumam.

Aku tau dia ingin bermanja denganku yang beberapa hari jarang ngobrol berdua. Tapi sungguh aku hanya butuh tidur untuk saat ini.

Ku rasakan Fana mengusap pungunggku yang terbalut selimut.

Aku membuka mataku, dan menatapnya.

"Tidur Fan"
Perintahku sambil menggeser badan untuk memberinya ruang berbaring.

"Gw gk ngantuk"
Ucapnya.

"Pengen meluk"
Ujarku.

Fana tersenyum geli dan mendorong keningku pelan
"Manja!"

"Bomat"

Fana akhirnya ikut berbaring dan aku langsung memeluknya erat.

"Jangan ganggu, gw mau tidur"
Peringatku.
Fana mengusap punggungku pelan dan aku menyembunyika wajahku di lehernya sambil mencium aroma vanilla yang ada pada tubuhnya.

"Ga.."

"Nanti aja kalau mau ngomong sayang, aku ngantuk berat"
Ucapku memotong.

"Yee orang cuma mau nawarin pijit juga"
Ucap Fana mengusap rambut belakangku.

"Pijitin kepalaku aja. Pusing soalnya"

"Males ah, udah di tolak tadi"

Aku menghela nafasku dan mengangkat wajahku menatapnya.

Ku cium bibirnya dan menggigitnya sekilas.

"Kebiasaan PHP"

Ujarku dan kembali menyusupkan wajahku ke lehernya.

Masa Sekolah ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang