Bingung bro!

21.5K 512 8
                                        

Ehem cek cek. Ada yang penasaran dengan Angga pov gak? Kali ini eikeee mau ngasih apa yang ada di pikiran Angga semoga bisa yak.. takut gak bisa nyampe ke reader. Dan semoga nyambung lah.

Angga Pov.

Badanku yang beberapa hari ini memang kurang fit menyebabkanku hanya bisa tertidur.

Bahkan di kelaspun aku juga sering tertidur, dan guru memakluminya. Karena Fana cewek yang berstatus kekasihku itu meminta ijin ke guru wali kelasku untuk membiarkanku apabila tidak fokus dalam belajar di kelas.

Toh, aku walaupun tak di ijinkan juga tetap akan menjadi juara.

Aku terkenal sebagai murid teladan, walaupun tak jarang juga sering membuat keributan hehe tapi tetap saja aku sering membawa harum nama sekolah.

Aku yang merupakan cowok populer di sekolah tak jarang sering membuat heboh.

Termasuk juga saat aku menembak Fana dulu.

Fana yang notabennya cewek pendiam dan tak populer, seketika menjadi orang terkenal seantero sekolah.

Kalian pasti bertanya kenapa aku dulu menembak Fana yakan?

Aku menembaknya juga tiba-tiba, entahlah. Saat dulu pertama kali menatapnya aku terpesona dengan sikapnya yang tak terpesona kepadaku. Prinsipku adalah cowok itu mengejar bukan di kejar.

Sekarang siapa sih yang bisa menolak pesonaku? Ganteng? Jangan di tanya! Pinter? Jangan di tanya! Kaya? Jangan di tanya!
( Gw bilang jangan di tanya! Tetep aja nanya )

Dan terbukti, Fana tak bisa menolak pesonaku. Walaupun awalnya dia menolakku terang-terangan.

Dia tak percaya kepadaku, dan takut aku mempermainkannya.

Padahal tidak! Aku walaupun ganteng, tajir, pinter. Tapi aku tak mau memanfaatkan kelebihanku itu. Inget karma cuy!

Dan pembuktianku saat dia akhirnya setuju menjadi pacarku.

Dia yang sabar, lucu, manja, tapi cuek berhasil membuatku jatuh cinta kepadanya dengan cepat.

Dia cuek kalau aku sedang banyak tingkah, ataupun kalau aku sedang kerepotan pasti dia tak peduli.

Tapi beda kalau aku sudah jatuh sakit, dia akan berubah cerewet dan berusaha menuruti segala permintaanku.

**
Aku sekarang berada di dalam kelas karena tak di ijinkan Fana untuk pergi ke kantin.

Aku yang memang masih sakit, memaksa untuk tetap masuk sekolah. Bukan apa-apa hanya saja aku bosan berada di rumah.

Saat aku sedang mendengarkan musik lewat headset, Fana datang dan duduk di sampingku.

Aku mengalihkan wajahku ke arahnya saat sadar ada orang di sampingku.

Dia bertanya keadaanku dan memberi tahuku bahwa dia titip makanan ke Dewa.

Saat sedang menikmati Fana mengusap punggungku. Dewa datang mengusikku, dan dia baru pergi saat aku bermesraan di depannya.

Saat sedang asik mengunyak Roti yang di suapkan Fana.
Fana memberi tahuku bahwa bunda nanti menjemputku.

"Bunda tadi ngabarin aku, katanya nanti kamu di jemput sama bunda"
Ucap Fana ke arahku.

"Ck. Apa-apaan sih kayak anak kecil aja!"
Ucapku bersungut dan menjadi badmood.

"Katanya kangen? Gimana sih! Lagian lo juga sakit, bunda jemput lo soalnya mau buru-buru liat keadaan lo! Ngerti dong harusnya, kamu anak tunggal! Awas aja kalau buat bunda sedih!"
Ucapnya yang ikutan bete.

Masa Sekolah ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang